Kamis, 01 Mei 2014

KPU KOTA SEMARANG

KPU KOTA SEMARANG website KPU Kota Semarang  sejak 21 April 2014 berganti menjadi www.kpu-semarangkota.go.id

Kamis, 04 Oktober 2012

SATPAM PANDANA BEKERJA KERAS MENJAGA KEAMANAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT

Halo kawan pembaca blog aku. Lama tak menyapamu. Beberapa waktu lalu kawanku yang bertugas di pos satpam menyapaku katanya sih pingin diinternetin. Gayung bersambut ternyata ada salah satu orang yang sekarang tinggal di tempat lain dan ingin mengetahui kabar pandana. So kemudian dia protes ko sekarang tidak aktif lagi blog pandana merdeka. Okedah gua kasih nih.... Tau kan tugas pokok satpam itu apa, ya tugas Pokok Satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan / kawasan kerja khususnya pengamanan fisik. Selain itu satpam memiliki fungsi kerja. Fungsi Satpam usaha dan Kegiatan melindungi dan mengamankan lingkungan / Kawasan kerjanya dari setiap gangguan KAM dan TIB serta pelanggaran Hukum. Dalam hal ini peranan Satpam Unsur Pembantu Pimpinan di tempat tugas dalam bidang keamanan dan ketertiban di lingkungan / kawasan kerja. Juga unsur Pembantu Polri dalam Binkamtib terutama dalam bidang menegakan Hukum di lingkunagn / kawasan kerja. Apa itu satpam? Dari namanya saja kita sudah bisa menyimpulkan bahwa Satpam itu 'Satuan Pengamanan', yang fungsinya jelas untuk mengamankan dan menjaga suatu wilayah dari sesuatu yang dapat merugikan atau mencegah dari hal-hal yang menjurus tindak kriminal. Satpam bisa kita lihat di mana-mana, seperti diperumahan, Plaza, Perkantoran, Rumah Sakit, Pabrik-pabrik dan banyak yang lainnya. Nang ngaliyan okeh.....Fungsi yang sebenarnya memang patut kita berikan apresiasi karena jasa yang ia berikan membawa dampak yang baik bagi suatu wilayah tersebut. Wilayah tersebut menjadi aman, terkendali dan kondusif. Bertolak belakang dengan pernyataan di atas, adapula Satpam yang selain melakukan tugasnya sebagai salah satu barisan pengamanan juga melakukan sesuatu di luar tugas pokoknya yaitu melakukan pungutan sejumlah biaya kepada seseorang atas jasanya. Misalkan saja yang sedang marak saat ini, yaitu perparkiran. Sudah banyak sekali para Satpam berseragam melakukan pungutan-pungutan parkir kepada siapapun yang memarkirkan kendaraannya di wilayah yang ia jaga. Sebenarnya Satpam tersebut sudah mendapat gaji dari pihak penyewa jasanya untuk menjaga ruang lingkup suatu wilayah tersebut, misalkan kampus, sekolah atau plaza. Tetapi mengapa masih saja melakukan pungutan?? Apa karena gaji yang ia terima kurang?? Atau sekedar mengikuti trend sekarang?? Jangan salah lho... Sekarang ini trend untuk mencari keuntungan melalui jasa perparkiran di luar yang resmi telah menyebar luas bak jamur dimusim penghujan. Siapa saja yang memiliki area atau lahan kosong di Semarang atau kota-kota besar lainnya di Indonesia, bisa saja memperoleh peruntungan dari bidang ini. Apalagi jasa perparkiran resmi saat ini sangat mua..hal... Jadi segala area yang kosong dan cukup untuk diparkirkan motor, dipergunakan untuk parkiran non resmi, karena area non resmi murah maka para pemilik kendaraan akan berbondong-bondong mengunakan jasa ini. Bukan cuma lahan kosong saja, rumah-rumah warga pun bisa dijadikan tempat parkir. Ini nyata terjadi di daerah Semarang, rumah-rumah penduduk di sekitar area perkantoran. Karena parkir di perkantoran memakai tarif /jam, maka parkir di rumah atau lahan di rumah penduduk disekitar kantor menjadi alternatif. Itu semua bisa terjadi karena adanya sumber uang yang bisa didapat dari jasa perparikran saat ini. Satpam pun tergiur untuk menikmati keuntungan dari jasa perparkiran. Sudah banyak di daerah tertentu pengelolaan jasa parkir di lakukan langsung oleh seorang Satpam. Kebanyakan yang mereka lakukan atas dasar inisiatif mereka sendiri, adapula dari pihak penyewa Satpam yang memberikan perintah untuk memungut jasa dari parkiran. Penyimpangan tugas ini memang sungguh amat disayangkan bagi sebagian orang serta menurut saya pribadi. Fungsi seorang Satpam sudah jauh dari bidangnya. Apakah ini terjadi karena faktor ekonomi yang kurang dari Satpam tersebut?? apakah hanya memanfaatkan keuntungan semata karena melihat jasa parkir yang sangat menggairahkan?? Semoga saja para Satpam kembali pada tugas pokoknya, yaitu sebagai Satuan Pengamanan yang jelas fungsinya untuk mengamankan suatu wilayah. Bukan sebagai pengemis berseragam atas jasanya melakukan pengamanan. Satpam pandana tentu tidak begitu. Walau gajinya kecil dan kadang ada yang melihat sebelah mata tetap saja mereka membantu masyarakat. Buktinya saat ini bisa terasa jarang ada pengamen masuk, jarang ada pemulung atau pencuri. Kawasan randu yang dulu sepi kini jadi ramai kadang sampai pagi. Yang penting gak minum-minum, gak berantem, dan tetep pada koridur keamanan masyarakat. Iya kan? (Kang Didin Mesjid.)

Selasa, 24 Mei 2011

TUHAN BERIKAN AKU KENTUT


Film terbaru karya sutradara kawakan, Deddy Mizwar, berjudul “Tuhan Berikan Aku Kentut” akan dirilis 1 Juni 2011 di Jakarta. Setelah itu, segera tayang di seluruh bioskop Tanah Air.
Seperti tema film-film Deddy sebelumnya, film terbaru ini juga sarat kritik budaya, politik, dan sosial. “Namun, saya tetap menyertakan komedi dan pesan moral dalam film ini,” kata Dedy di Makassar.
Cerita film yang ini digarap Bandung dan Lembang, Jawa Barat, dengan setting tentang proses pemilihan kepala daerah di sana.
Deddy yang pernah menyutradarai film Naga Bonar dan Alangkah Lucunya Negeri Ini pun bercerita sedikit tentang film itu. Beberapa hari menjelang pemilihan kepala daerah, salah seorang calon bupati terkuat terkena tembakan. Kemudian, dia terpaksa harus dioperasi untuk mengeluarkan peluru itu. Tapi, walau peluru telah diangkat, ternyata dia tidak bisa sembuh seperti sediakala. Kenapa? Karena belum bisa kentut.
Dalam kondisi seperti itu, masyarakat yang mendukungnya tetap meminta dia untuk berkampanye ke kampung-kampung. Namun, kandidat ini tidak bisa menuruti permintaan itu karena ia belum bisa kentut. Maka para pendukung yang berasal dari berbagai suku dan agama pun berkumpul. Mereka mendoakan kandidat tadi agar segera diberi kentut.
Menurut Deddy film ini merupakan refleksi tentang realitas sehari-hari. Dia ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, termasuk kentut. Bahkan sebuah kekuasaan itu bisa tergantung pada kentut.
“Makanya hati-hati main politik, karena itu bisa bau,” katanya.Film yang digarap Citra Sinema sejak Januari 2011 ini dibintangi oleh Ira Wibowo, Lola Amaria, Cok Simbara, dan Anwar Fuady.
Seamat menononton. Biasanya karya Dedy Mizwar berkualitas dan berdasarkan kisah nyata. Serta banyak mendapatkan penghargaan! Sukses terus!

Kamis, 19 Mei 2011

SENAM SEHAT BESAMA WARGA RW III PANDANA MERDEKA NGALIYAN ASRI



SENAM SEHAT RW III
Minggu (15/5) warga Perumahan Pandana Merdeka dan Ngaliyan Asri RW III Kelurahan Beringin melaksanakan senam aerobic. Kegiatan rutin tiap minggu kedua kali ini agak berbeda karena terlaksana lebih meriah dari biasanya.
Antusiame warga pun semakin terlihat karena pihak panitia yang dimotori oleh Mr Margus, menjanjikan adanya doorprize menarik.
Tepat jam 06.45 snam dimulai. Dipandu instrukur senam dari sponsor, segenap warga bergoyang aerobic hingga jam 07.30.
Fatigon spirit sebagai sponsor tunggal acara senam aerobic berbagi produk kepada warga yang hadir.
Diantara peserta tampak ketua RW sambil jeprat-jepret foto dan sesekali ikut senam menyapa warganya. “selain bertujuan supaya badan sehat, senam rutin ini bisa menyatukan warga dan ajang silaturahim”jelas H Ginaryo Atd MM.
Walau didominasi oleh kaum hawa,senam tetap sukses. Beberapa bapak-bapak khususnya punggawa RW III dan para ketua RT ikut memeriahkan gawe rutin yang sudah berjalan hamper setahun ini.
Guyub rukun tentram damai, bisa diwujudkan dalam beragam hal. Senam bersama ini semoga menjadikan warga semakin harmonis.
Fatigon dengan produk suplemen kesehatan menyapa warga RW III via senam aerobik. Josh gandos!!! Tunjukan spiritmu!!! (dr)

Kamis, 28 April 2011

PANDANA MERDEKA

MUJAHADAH WARGA RT 02

WARGA RT 02 RW III PANDANA MERDEKA LAKSANAKAN MUJAHADAH AGAR TENANG HADAPI UJIAN NASIONAL. MUJAHADAH DILAKSANAKAN KAMIS WAGE MALAM JUMAT KLIWON. DIIKUTI OLEH SELURUH WARGA. DARI ANAK-ANAK SAMPAI ORANG DEWASA. DOANYA HANYA SATU MOHON KERIDHOAN ALLAH BUAT KELULUSAN UN 2011.

KEKHAWATIRAN gagal dalam ujian nasional (UN), ternyata tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga para orang tua dan sekolah. Ada bermacam cara mereka lakukan untuk mendukung supaya lulus dalam ujian penentu kelulusan tersebut. Hasil ujian nasional tahun lalu cukup menjadi alasan bagi orang tua dan siswa untuk mengkhawatirkan potensi lulus dan tidaknya menghadapi UN. Pasalnya, dari 3.514 siswa SMU, yang lulus 2.927 anak dan tidak lulus 587. Kemudian, MA dari 2.670 siswa yang ikut ujian, lulus 2.645 siswa dan 25 tidak lulus. Sedangkan SMK, dari 837 anak yang mengikuti ujian, 734 lulus dan tiga siswa tidak lulus. Kendati yang tidak lulus sedikit, kondisi itu cukup membuat gelisah wali murid dan siswa yang akan mengikuti UN.
Karena itulah, ada orang tua yang membantu dengan berpuasa selama anaknya mengikuti ujian, ada pula yang mendatangkan guru privat.
Seperti yang dilakukan warga RT 02 RW III Perumahan Pandana Merdeka, Ngaliyan Semarang. Kamis (21/4) yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon menggelar acara mujahadah dan doa bersama dalam rangka mendoakan anak warga RT 02 supaya lulus Ujian Nasional dengan hasil bagus.
Menurut Hakim Junaidi,ketua KPU Kota Semarang yang juga warga RT 02 dengan mujahadah anak lebih tenang sehingga ia tidak grogi dan mudah kerjakan soal. “Kalau ditanya hubungan antara Mujahadah dengan kelulusan saya tidak tau, namun manfaatnya lebih kepada spikologis, anak menjadi lebih tenang dan siap. Ini adalah bagian dari tawakal kepada Allah, setelah berikhtiyar dengan belajar giat serta try out”jelas ayah dari Hasna Insani, siswa kelas SD Sultan Agung, yang sebentar lagi akan menghadapi UN.
Lain lagi dengan cerita Elvi Rimayati ( Bu Imam) warga RT 07, Ia mengaku menjalankan puasa selama anaknya Muhammad Faiq Ilmadina siswa kelas IX Mts Al Khoiriyah Semarang, mengikuti ujian dengan harapan diberi kemudahan mengerjakan soal-soal ujian. Menurut dia, puasa sebagai bagian dari ikhtiar agar Faiq lulus ujian dengan hasil baik. ''Rasanya kurang mantap jika ikhtiar hanya dilakukan anak. Orang tua pun perlu meminta kepada Allah SWT,'' katanya. Dia mengaku khawatir jika anak kesayanganya itu kesulitan mengerjakan soal, apalagi mendapat hasil jelek.
Usaha dan upaya yang dilakukan manusia harus diimbangi dengan kepasrahan dalam koridor keimanan kepada Allah SWT. Manusia berusaha Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Termasuk dalam urusan kelulusan UN? Entahlah.(dr)