Minggu, 30 Maret 2008

Oh JaWaku


Oh jawaku
sengaja saya menulis judul ini karena saya tak ingin kehilangan jawa saya, saya telah memeluk mesra saya dari 26 th yang lalu.
jawa telah membesarkanku dari kecil hinga besar, dari bodoh hingga sedikit pandai, dari tidak tau menjadi tau, dari miskin menjadi kaya, dari netral menjadi berisi.
dan kini jawa saya sedang diuji, sedang tersakiti, sedang mengerang karena diare sehingga isi perutnya keluar di porong, sidoarjo.
kini jawa saya sedang mengeluh megaduh karena kehilangan pelindung hijaunya pepohonan dan kehangatan malam jika rerindangan pohon melindunginya dari embun yang iseng menggoda.
jawa saya sedang merintih sehingga sesekali tangisnya melelehkan air mata yang kemudian airmata itu menyapu kotoran dekil pada mukanya.
jawa saya sedang merintih batuk sehingga sesekali batuk itu mengeluarkan dahak yang mengakibatkan partikel-partikel dalam tenggorokanya keluar.
jawaku kadang juga merasakan sakit perut yang kemudian menyebabkah haraus sesekali buang angin.
jawaku juga sesekali merasakan sakit pinggang sehingga harus sedikit menggerakan badanya dan saat badan digerakan sesekali otot-otot tertarik dan menegang sehingga dekil-dekil yang mengeras di pinggang juga terlempar keluar retak dan rusak.

yaaaa. jawaku yang sedang tidak enak badan.
kau sudah letih
kau sudah renta
saat kau merasakan segala kelakuan manusia kadang harus kau sadari dan kau akui kemarahanmu.
aku tau kau akan berkata
"kalu bukan karena sayangku padamu,
kalau bukan karena tasbihku kepada Allahku
kalau bukan karena syukurku kepada Sang Khaliq
aku akan duduk saja termenung, aku istirahat saja."

jawaku
jangan kau beristirahat dulu, kasihanilah kami. ijinkan kami menemanimu bertasbih, ajari kami bersyukur. lindungi kami dari keserakahan yang menyengsarakan.

biarlah jawa tetap tenang saudaraku.....
biarlah jawaku istirahat sejenak...
biarlah jawaku tenang damai sehingga esok akan segera segar dan membantumu.

untuk jawaku aku jadi teringat sebuah syair yang menceritakan betapa bumi jawa sedang terjadi antah berantah, karena kseserakahan. maka bagi siapa yang kuat iman dan kekuatanya akan menjadi selamat.


Dandanggula


Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh ayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabèh
Jin sétan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Miwah penggawé ala
Gunaning wong luput
Agni atemahan tirta
Maling arda tan ana ngarah ing mami
Tuju duduk pan sirna



Ada kidung yang digubah di malam hari
Tetaplah kuat terhindar dari penyakit
Terhindar dari semua bencana
Jin dan setan enggan
Segala macam teluh tak ada yang berani
Begitu juga kejahatan
Yang dilakukan orang yang salah jalan
Bagaikan api tersiram air
Malingpun tak ada yang mendatangiku
Semua niat jahat akan sirna


kita tinggal dijawa maka bahaya pun datang dari jawa jika kejahatan jawa dilawan dengan cara india tidak akan mempan. menghadapinya pun harus dengan cara jawa pula.
demikian juga kebahagiaan yang kita dapat adalah kebahagiaan ala jawa yang tidak akan pernah tertukar dengan malasyia, arab atupun India (maaf saya tidak menyinggung Islam dan Hindu)
orang lahir ditanah jawa akan makan dijawa atau setidaknya pernah makan dijawa. tidak boleh lantas menyianyiakan jawa. biarlah tanah jawa tiap hari kau injak-injak kau hina atau kau rampas.
ingat bahwa kau menginjakan bumi jawa dan kau memakan buah jawa.
sekali kau makan sesuiatu dari jawa dan kau melupakan jawa, jangan harap kebahagiaan ditanah lain akan kau dapat. karena sekali kau menghina jawa yang telah melahirkan jawa akan mengayomi jawa.
BUKANKAH KAU HANYA SEDIKIT DARI BAGIAN JAWA YANG BEGITU LUAS?
manusia hanya sedikit dari bagian jawa. kecil sekali? maka siapa yang akan dilihat oleh sang pencipta?
pasti jawa, apalah artinya manusia jika dibandingkan dengan jawa?
Ibarat tubuh renta jawa adalah dari kepala hingga ujung kaki sedang manusia adalah sel-sel atau makhluk-makhluk kecil yang menempel pada Tubuh jawa.


pojokan kampus net, 31 Maret 2008
sembah sungkem katur para leluhur tanah jawa


M Didin Riswanto,HdNr.

Kamis, 27 Maret 2008

IsLaM dan JawA

melanjutkan posting yang sebelumnya saya masih tertarikuntuk mengutarakan dan berbicara tentang islam dan budaya jawa. Lagi-lagi saya tidakberkata indonesia karena dalampandangan saya indonesia masih terlalu sempit bagi jawa,ibarat wadah jawa adalah samudera sedang indonesia hanya selat-selat kecil.

1. sebagai orang jawa maka pola pikir saya adalah pola pikir jawa dan sebodohapapun orang jawa dia akan berpikir dua kali jika harus meninggalkan jawa. karena jawa adalah tempat bergantungnya nyawa, dan negeri dengan pusat pusaran energi yang sangat besar. maaf saya sekali lagi mohon maaf bagi saudara saya yang mengatakan bahwa pusat energi dunia adalah mekah,benar memang tapi bagi saya jawa juga pusaran energi yang sabegitu besarnya, sehingga jawa adalah center of the world. maka jika jawa sudah menjadi pusat dunia kita yang tinggal dijawa bersiaplah untuk memimpin dunia. wis to delengen mengko 2050 ketika energi sudah habis maka jawalah yang akan mampu memperoleh energi dari sumber dialam jawa. tentu saja jika mulai sekarang kita sadar bahwa apa saja yangmesti kita siapkan.

2. orang jawa adalah manusia aneh yang berbudaya tinggi tapi tidak menyadari ketinggian budayanya. kenapa? karena orang jawa saya katakan sudah jeleh dengan kejawennya, sedangkan bangsa barat baru mau belajar bagaimanakah kejawennya orang jawa? ini yang sebenarnya menjadi PR bagi kita semua,kenapa kita lepas begitu saja jawa kita dan kita meniru kebudayaan orang lain yang belum tentu benar diterapkan dijawa dan kalaupun sudah benar apa itu pener bisa saja budaya yang kita contoh dari luar itu bener cuma apakah itu pener bagi orang jawa, sesuatu yang benar belum tentu pas bagi yang menjalankanya.

3. menurut sebuah kabar yang awang-uwung orang jawa adalah keturunan ke 6 nabi Adam, jadi bangsa yahudi pada giliranya juga merupakan keturunan orang jawa. ada cerita tantang nabi nuh dengan perahunya. bahwa perahu Nuh itu dibuat dari kayu dan kayunya adalah kayu keras yang setelah ditelusuri adalah kayu jati. dan dimana tempat terdapat kayu jati adalah di jawa. karen jati adanya hanya di jawa. jadi saat itu jawa masih menyatu dengan dataran arab belum terpisah oleh lautan. ingat pula saat kaum Nuh berada di perahu. sudah lumrah bagi manusia jika pergi lama pasti merindukan apa yang khas dari tempat asal mereka seperti halnya makanan. wis to jajalen wong nek wis kulino mangan sega setelah jarak beberapa waktu jika makanannya bukan sego toh mereka kengan juga dengan sego. umat nabi Nuh juga demikian mereka ingin makan dan ingat makanan sejenis kacang, mentimun dan sayuran lain yang setelah diteliti itu hanya ada dijawa.

Anda juga harus mengingat ketika ada nabi yang jengkel dengan Umatnya lantas mengutuk merubah umatnya menjadi kera atau monyet dan jelas-jelas monyet itu adanya hanya di Indonesia dan dataran afrika. maka jangan khuatir bahwa jawa bukan tempatnya nabi-nabi.

itu beberapa hal yang ingin saya utarakan pada pembaca bahwa manusia jawa islam adalah manusia pilihan dimuka bumi dan harus siap memimpin dunia.

Rabu, 26 Maret 2008

Masjid Ku Hari Ini



berapa lama ga posting....!!!
yaaa hati lebih damai.....
ada beberapa titik yang ingin saya utarakan sebagai orang jawa, dan yang harus njawani.
1. saya dilahirkan sebagai jawa, dan saya islam karena orang tua islam dan kini diusia yang menginjak 27 tepatnya 26+2 hari. kemaren baru ulang tahun saya. dan harus saya akui bahwa sekarang saya lebih mengenal Islam dan begaimana saya mesti bersikap sebagai orang islam.
2. sebagai orang islam saya harus bisa menjalankan syariat islam dengan benar dan tepat, dalam bahasa lain bener tur yo pener.
3.
bagaimanakah saya harus bersikap sebagai isalam dan sebagai jawa yang tentu dua sisi yang berbeda tetapi ada dalam satu jiwa saya,saya tak ingin dan tak akan pernah ingin untuk melakukan pemisahan antara keduanya, karena keduanya bagi saya seperti kanan dan kiri yang memberi arah pada setiap langkah kehidupan saya.

bahasan
1. Jawa dan Islam
secara kebetulan oh bukan kebetulan tapi beberapa orang menganggap ini sebagai sebuah kebetulan padahal bukan kebetulan kalu saya memang dilahirkan ditanah jawa. tentu Allah sudah menentukan dimana saya harus lahir dan dimana saya harus makan dan dimana saya harus belajar meneganal Nya sebagai sebuah entitas yang harus saya kenal dalam menjalani keimanan saya dan menaiki tahap dalam sebuah tingkatan religiusitas. saya dilahirkan ditanah jawa. sebuah negeri yang oleh Allah diciptakan kaya raya subur makmur dan melimpah damai sejahtera. (subur makmur gemah ripah low jinawi kerta raharjo.) andai saja negeri ini tidaklah dijarah rayah oleh penjajah tentu sekarang ini Jawa dan sekitarnya sudah berapa setingkat lebih tinggi dari kayangan suralaya yang dikisahkan oleh para dalang. oleh karena didikan ditanah jawa ini saya tercipta menjadi saya yang cinta dengan jawa( tentu saja masih dalam koridor mencintai Nya) saya sangat mencintai budaya jawa sehingga saya ketika mendapat didikan eropa dan budaya barat lainya lebih memilih dibilang tidak gaul dan ketinggalan jaman (yang menurut segolongan orang seusia saya westernisasi dianggap lebih maju walau dalam beberapa sisi memang demikian namun dalam sisi lain juga memang tidak lebih baik dari jawa saya), sbegai analogi adalah saya lebih mencintai campursari, klenengan, gamelan dan geguritan ketimbang jazz, RnB rock dll. itu membuat saya dibilang jadul dan ndesani serta tidak modern. lantas apakah medern diukur dengan itu???
saatnya saya harus berfikir bagaimana saya mencintai jawa dan lgu-lagunya, makanya ketika saya harus mencintai Allah dengan jawa saya saya lebih bisa enjoy dan betul-betul merasakan nikmatnya enjoy bermesraan dengan Allah dengan jalan ala jawa saya. ketika saya sholawatan dengan jawa saya saya lebih bisa mengenal Rasulullah ketimbang ketika saya sholawatan dengan bahasa arab. saat saya bisa enjoy kenapa saya harus diprotes ketika saya dengan jawa saya juga mencintai Allah. jika lagu qasidah saya kurang suka walau ada beberapa yang saya suka, apakah itu dosa dan salah dan apa bedanya? karena yang arab belum tentu islam, saya yakin jika nabi dilahirkan di jawa tentu beliau akan mencintai jawa. dan jangan keimanan seseorang diukurv dengan faseh tidaknya berbahasa arab atau mahir tidaknya ber Arab ria, tapi bagaimana manifestasi dari keislaman yang ditunjukan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih religius. saya jawa tapi saya islam dengan jawa saya. sepakat atau tidak sepakat terserah.

2 saya harus bisa menjalankan item satu pada sisi dan pada tempat yang pas kapan saya harus jawa dan kapan saya harus islam dan saya tidak mau lantas menjadi islam yang kemudian lupa dengan jawanya. boleh saya berpakaian dengan ala orang timur tengah dalam ber ISlam namuan saya yakin bahwa Allah itu bukan juri lomba fashion show atau juri lomba mpdeling yang membuat saya harus berbaik pakaian ketika saya menghadapnya. sepanjang saya menempatkan nasi pada ajang, baik itu ajang bathok, piring, pincuk, atau bahkan manngkok sepanjang tidak saya tempatkan pada loyang yang sedemikian luas sehingga nasi jadi tampak sedikit toh tidak berdosa? jadi saya mohon maaf jika saya dianggap kurang islam ketika saya harus mengenakan kaos oblong warna hitam ketika sholat dan saya menggunakan bahasa jawa ketika saya sholawatan. bukanya saya nggak mau atau malas atau tidak punya baju koko (atau baju taqwa)heran kadang saya dengan istilah baju taqwa apakah taqwa dianggap bisa diukur dengan baju, jadi saya pikir saya sudah benar ketika saya sebagai jawa tidak berfikir saya hebat ketika saya mengenakan bju koko dari pada saya mengenakan koko tapi saya tidak hebat, atau tidak menjadi hebat. analoginya seperti ini, saya toh tetap saya jika saya makan telo atau nasi dengan lauk ayam goreng, apakah saya akan menjadi londo atau orang barat yang hebat ketika saya makan kentang dengan fried chicken KFC atau pizza? walau saya makan pizza saya tetap saya yang jawa. wis to dengan jawa ini toh kita bisa sama hebatnya.

3. saya jawa dan islam. saya hanya ingin berusaha bagaimana saya harus dalam jawa saya menjadi islam. dan saya berusaha mengislamkan jawa saya dan tidak akan berusaha menjawakan islam saya karena jika saya jawakan islam saya saya menjadi orang yang akan membuat pizza menjadi nasi dengan lauk pauk ayam goreng, emooh aku...!!!
dalam kejawaan saya saya bersikap sebagai orang islam, saya tidak peduli saya ini merah, putih, kuning, abu-abu, yang penting saya islam. walau kita tau bahwa nabi menyukai warna putih dan hijau itu lebih disebabkan karena warna putih lebih menentang cahaya panas dan lebih mudah kering, serta melambangkan kesucian karena ketika kotor mudah terlihat, dan bisa segera dicuci, sedang warna hijau lebih menyejukan mata karena pigmen yang dibuat oleh allah warna hijau menjadi warna dedaunan yang melambangkan kesuburan dan kenikmatan saat memandangnya. serta hijau mengandung energi santai, relaxs, serta ketenangan. (tanpa saya mau mengunggulkan golongan yang menngunakan simbol warna hijau).

kesimpulan saya saya akan tetap jawa dan saya islam.

kampus net 27 Maret 2008
kamis wage.


salam sungkem dumateng sesepuh masjid At TAqwa pandana merdeka.

Selasa, 11 Maret 2008

Tentang TPQ


saya sebenarny sudah pengin menulis pendapat saya tentang TPQ. dalam sudut pandang saya sebagai orang dalam masjid yang lama bergaul dengan orang-orang yang mengerti (bahkan lebih mengerti) tentang TPQ nurul Iman apa dan bagaimana?

saya membaca profile TPQ dan mendengar serta mengikuti hampir 6 tahun perjalanan TPQ. dan saya tahu betul siapa dan apa pendapatnya. dalah tulisan ini saya ingin bertukar pendapat dengan pembaca yang budiman tentang pendapat anda. demi kemajuan TPQ (walaupun sayan dan anda tentunya adalah orang luar (saya yakin itu mengingat beberapa orang yang bisa membuka karya ini tentunya adalah capabilitasnya diakui dan kapabilitas dari orang-orang dalam tentu belum bisa membuka tulisan ini, maaf bagi yang merasa tersinggung.. tabayun donggg) .

TPQ nurul iman

adalah TPQ yang berkembang pesat setidaknya sampai pada tahun 2006 dimana saudara saya samsuri adnant memimpin sebagai kepalanya. dan saya pikir itulah kemajuan tertinggi dan puncak dari kejayaan TPQ nurul iman (anda Boleh sependapat boleh juga punya pendapat lain)
dilihat dari sisi kualitas maupun kuantitas murid walau secara fisik bangunan belum ada. namun keberadaanya sangat diakui masyarakat. (anda boleh membandingkanya secara sehat keadaanya dengan sekarang)

TPQ Ini berkiblat pada Qiroati dan syarat sebagai kepala dan pengajar tentu juga harus memiliki ijazah dan persaksian (dalam bahasa saya) dari pihak qiroati, menilik sah tidaknya dan berkemampuan tidaknya mengajar diliat dari kepemilikan sahadah dan test tentunya.
selanjutnya TPQ ini dalam merekrut pengajar tentu dengan adanya seleksi bukan serampangan (seperti sekarang yang hanya kedekatan secara emosional saja yang menjadi parameter) waahhhh parah benerrr...

apologi saya terhadap Kepemimpinan dan manajemen ala Samsuri adalah kemampuanya memanaj dengan baik sehingga pihak lain sangat segan karena kepercayaan yang tinggi kepadanya sekarang...? (weeeeeeeee.... maaf kepada beberapa pihak yang sengaja saya tidak menulisnya)

saya harus mengelus dada kepada pihak-pihak yang sengaja mengeluarkan beberapa pengajar TPQ yang sebenarnya memiliki kemampuan diatas rata-rata.... dan saya juga merasa berdosa karena saya hanya bisa diam dan melawan dari belakang. (saya memang pengecut) atau tepatnya pendapat saya apa sih artinya......?

AKU IKI SOPO............
ISOMU IKI OPOOOO...
NGOCOOOOO.....

lebih tepatnya munkin seperti itu. bukan saya mengecilkan kepala TPQ yang sekarang (smua sudah taulah kapabilitas dan sistem manajerialnya seperti apa) lebih kepada cara-cara manajemen tradisional, dan kalau menilik lebih kepada cara-cara khalifah usman bin affan. heheheheheh......... maaf.


lebih kacau lagi adalah setiap bulan terjadi limit keuangan, bukan rahasia lagi....
manajemen satu pintu yang diterapkan sangat bagus untuk mengontrol tapi tidak bijak untuk sistem khalifah seperti usman bin affan.

kalau saya boleh berpendapat dari sisi subyektif saya tentang kepala TPQ sekarang:
  • Saya akui dia pandai dalam beberapa sisi (tidak usah digembar-gemborkan kepandaian orang pasti terlihat juga)
  • lebih pantas dia diangkat sebagai guru pengajar. karena dia bukan warga pandana, dan bukan orang yang bermukim lama dipandana, dan tidak/belum mengerti TPQ Nurul Iman secara kompleks, dan yang sangat rawan adalah karena dia adik dari Takmir jadi timbulnya fitnah sangat dimungkinkan.
  • disingkirkanya pengajar yang memiliki kemampuan dengan alasan limit keuangan sangat btidak rasional dan MENUNJUKAN SIAPA WAJAH KEPALA TPQ dan diangkatnya pengajar baru yang merupakan keluarga dekat dari kepala TPQ sangat menimbulkan fitnah, karena tidak ada seleksi normal.
  • sistem keuangan yang tertutup dan tidak terbuka seperti yang dilakukan takmir sangat rawan penggelembungan gaji kepala TPQ dan beberapa pihak.
  • tidak mau berpartisipasinya kepala TPQ semakin menunjukan kepada saya tentang siapa kepala TPQ dan bagaimana kemampuan manajerial
SEMOGA TULISAN INI BUKAN HANYA SEBAGAI FITNAH KHASANAH TETAPI SEBAGI CAMBUK KEPADA BEBERAPA WARGA PANDANA YANG TIDAK BERANI ATAU BELUM BERANI UNTUK BERPENDAPAT DAN MENGKRITIK TPQ JALANYA ORGANISASI ISLAM DIPANDANA.


DIAMnya beberapa tokoh pandana hanya karena sungkan kepada takmir tentu menjadi penilaian saya tersendiri tentang ketakmiran, (SEMOGA TULISAN INI BENAR-BENAR MENJADI KRITIK BESAR) dan keberadaan masyarakat vokal menjadi pertimbangan positif
bagi kemajuan pendidikan anak-anak pandana....


Beberapa pendapat tokoh yang pernah terlibat aktif dan lama di TPQ semakin membuka mata saya bagaimana TPQ kedepan jika tidak mau BERUBAH DAN SEPERTI INI....?

MARI KITA MELIHAT DARI SISI INI

DIAM BUKAN TAKUT ATAU TAK TAU

KAMI LEBIH MENGHARGAI KETERBUKAAN



Salam dari bawah pojok amerika
attaqwapandana@yahoo.com

Masjid Pandana Hari Ini


masjid at taqwa pandana hari ini.


Subhanallah
alhamdulillah
allahu akbar

pembaca yang budiman...
masjid at taqwa hari ini masih tetap seperti yang biasanya adem, ayem.
semua tak lain hanya karena ridho dari Allah SWT.
dan ikhtiar dari semua elemen masyarakat islam, khususnya warga pandana merdeka ngaliyan semarang.

ada beberapa hal yang akan menjadi starpoin untuk diberitakan hari ini, yang menurut saya akan menjadi sebuah kritik dalam rangka membangun khoiruummah .
  1. Manajemen
  2. Remaja perhatian terhadap remaja
  3. kebersamaan
  4. demokrasi/ musyawarah.
1. manajemen
termanajenya dengan baik sebuah masjid (AT Taqwa Pandana merdeka) akan menjadikan masjid ini besar bukan hanya secara fisik yang besar tetapi juga kemauan dan ghirah masyarakat beribadah dan menghidupkan masjid. dalam menajemen tentu bukan hanya masalah uang bjamaah saja yang menjadi perhatian tetapi setiap detail dari unsur yang membangun masjid harus terinventarisir dan teratur.

2. perhatian terhadap remaja

disini saya melihat bahwa warga pandana khususnya remaja kurang mendapat perhatian maksimal dari elemen takmir (entah apa duduk persoalanya, apakah karena anak-anak pimpinan sing mbahuirekso pandana juga kurang aktif?) apa karena remajanya yang memang kurang bisa menerima perhatian dari orang-orang tua?. bukan berapologi beberapa tahun yang lalu(sekitar 2001-2005) remaja sangat aktif dengan berbagai kegiatan. tetapi setelah beberapa remaja yang notabene adalah pentolan dari remaja( baik itu karang taruna ataupun IRMA) mau mengorbankan diri dan waktu untuk remaja. namun setelah semua sibuk dan berhasil sndiri-sendiri maka mereka seakan meninggalkan remaja. yang ingin menjadi catatan saya adalah tidak adanya regenaerasi tang signifikan. bahkan beberapa program kegiatan hanya terkesan sebagai ajang piknik atau hura-hura saja. (tapi lumayan lah...) bukan maksud menilai remaja negatif tapi rata-rata remaja pandana kuper lingkungan (maaf) bahkan karang taruna hanya berjalan dibeberapa RT. dilingkungan perumahan (tingkat RW) remaja (maaf, terutama cewek) hanya ada tiga orang saja itupun hanya dari satu RT. bagaimana meningkatkan peran serta remaja dalam setiap event dan kegiatan (selain agustusan dan halal bihalal)?
tugas bersama agar remaja bisa meningkat secara geniusitasnya juga spiritualitasnya meningkat. bukan hanya remaja putra tapi juga remaja putri. upaya menggali kemampuan remaja sebenarnya mudah andai saja sudah ada yang meu menjadi pelopor. dari tiap RT sebenarnya bisa mengambil satu orang yang mau menjadi pelopor dan Nopyaki teman satu RT agar ikut kegiatan RW, misalnya saja latihan memasak dengan menghadirkan salah seorang warga yang jago masak (tentu bagi putri tapi putra juga ga menutup perasn sertanya, atau remaja putra (dalam hal ini remaja pitra mampu bersama dalam event olahraga football) nah ini yang harus menjadi motor remaja sebenarnya sudah bisa digali. yang sifatnya lebih bisa menaytukan semua elemen remaja sebenarnya pelatihan ketrampilan seperti:, pelatihan jurnalistik, pelatihan penulisan (cerpen, puisi, surat, teenlith, chicklit) atau bahkan latihan teater atau drama. wis to jajalo.....!!!

3 kebersamaan

warga pandana sebenarnya warga yang berfikiran maju, dan juga memiliki rasa ukhuwah dan kebersamaan yang baik. namun karena adanya beberapa fihak yang menguasai dan dikuasai jadi mengakibatkan seseuatu hal yang laiknya api dalam sekam. bukan rahasia lagi bahwa segelintir orang menjadi sangat fanatik dan kurang toleran dengan pihak lain yang sebenarnya menurut saya itu sebenarnya adalah salah satu parameter indikator majunya keberagamaan warga pandana, sekali lagi tingginya relijiusitas warga pandana merdeka. sebagai contoh adalah perseteruan (yang memang terjadi dimana-mana) antara pihak NU dan Muhammadiyah. wis to jajal liat. ini sebanarnya adalah satu persaingan untuk mencintai Allah. hanya perbedaan cara saja. (cara tiap orang saja beda apalagi cara orgamnisasi) tapi mbok yao perbedaan itu ga busah lah menjadi alasan beberapa fihak menjadi seperti bermusuhan yang akibatnya adalah terhadap pola pikir jamaah. wong sing ngaku wong NU wae jarang nang mesjid, wong sing ngaku Muhammadiyan yo ga tau ketok nang mesjid sing ketok cuma orang yang dipandang memang sudah matang secara keberagamaannya. jamaah yang lain mana?

4. musyawarah

musyawarah dalam umat islam sangat menjadi penentu kemajuan Organisasi dan menjadi keputusan dalam setiap manajerial dari sebuah mesjid sekalipun. dalam beberapa pertimbangan pemimpin masjid bukan pada prinsip musyawarah tetapi lebih pada pandangan beberapa kyai saja. padahal rosulullah meminta pertimbangan jamaahnya dalam menentukan pilihan. namaun sebagai sebuah kasus masjid at taqwa melimpahkan jabatan kepala TPQ yang notabene adalah lembaga Independen kepada seseorang yang diambil secara sepihak. sebagai orang dalam saya mengerti betul seluk beluk itu, walau dalam beberapa pertimbangan saya lebih suka membodohkan diri dan mengambil sikap diam dan pura-pura nggak teong....

dalam menanggapi berbagai persoalan pertimbangan pra kasus sebenarnya harus dijadikan point awal bukan pasca kasus. atau lebih mudahnya sepeti ini, pertimbangan sesuatu hal sebelum sebuah kasus terjadi harus dimusyawarahkan untuk njagani agar jangan sampai kasus terjadi bukan setelah ada kasus baru diperbaiki. nah yang bagus adalah sekarang sudah mulai pola pra kasus langsung dimusyawarahkan goodluck untuk para jajaran pemuka Pandana....


itu saja dulu salam damai untuk
  1. warga NU
  2. warga Muhammadiyah
  3. warga LDII
  4. warga abangan
  5. warga Nasrani
  6. warga hindu
  7. warga yang lain
semua adalah makhluk kreasi Allah yang wajib saya cintai, bukan saya musuhi. menjadi terlalu kerdil jika kita kesorga lantas tetangga kita saudara kita warga kita tersesat kejalan lain, atau bahkan kita sesatkan?

saya bukan orang suci dan saya juga tidak semuci, saya bukan orang sakti atau semakti, bukankah merasa kotor itu lebih baik daripada merasa bersih, dan merasa bodoh itu lebih pintar daripada merasa pintar...?

wis to sing rukun
dan ga usah takut berargumen, karena ketakutan hanya untuk Allah semata. hilangkan keangkuhan dan keakuan .....

saya sebagai warga pandana akan lebih mencintai pandana (sebagai wasilah mencintai yang membuat pandana dan isinya (ALLAH SWT).



pojokan kamar masjid,
12 Maret 2008
M.Didin Riswanto HdNr

Senin, 03 Maret 2008

sejarah masjid At Taqwa Pandana Merdeka


Assalamu'alaikum wr.wb

Subhanallah
alhamdulillah
Allahu akbar
laaillahaillallah
muhammadarrasuulullah


MAsjid At Taqwa merupakan tempat beribadah umat Islam yang terletak disebuah perumahan kelas menengah di Perumahan PAndana Merdeka Ngaliyan Semarang.masuk wilayah kelurahan beringin, dan lingkunganRW III. berdiri sejak perumahan mulai ramai dan dipadati penduduk.masjid ini direnovasi semenjak tahun 2000 dengan swadaya masyarakat akhirnya masjid diresmikan oleh Gubernur Jawa tengah H MArdiyanto pada 22 April 2006.

sampai sekarang ini dana yang diergunaka guna membangun sebuah mesjid yang bisa menampung 1000 jamaah ini adalah kurang lebih 1 milyard. jumlah yang sangat besar tentunya.

itu dulu kiranya posting dari saya

Mbahe mesjid pandana