<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886</id><updated>2012-02-16T07:42:47.760-08:00</updated><title type='text'>Mbahe Mesjid Pandana</title><subtitle type='html'>SING MBAHUREKSO
mesjid Pandana Merdeka</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1259273683074361171</id><published>2011-05-24T10:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T10:03:37.414-07:00</updated><title type='text'>TUHAN BERIKAN AKU KENTUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DmCTl0xYHRg/Tdvk4Fn8ePI/AAAAAAAAAHg/bePxrQlSqMY/s1600/36102_1309483256574_1215364989_30731817_5707518_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DmCTl0xYHRg/Tdvk4Fn8ePI/AAAAAAAAAHg/bePxrQlSqMY/s400/36102_1309483256574_1215364989_30731817_5707518_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610329413053610226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film terbaru karya sutradara kawakan, Deddy Mizwar, berjudul “Tuhan Berikan Aku Kentut” akan dirilis 1 Juni 2011 di Jakarta. Setelah itu, segera tayang di seluruh bioskop Tanah Air.&lt;br /&gt;Seperti tema film-film Deddy sebelumnya, film terbaru ini juga sarat kritik budaya, politik, dan sosial. “Namun, saya tetap menyertakan komedi dan pesan moral dalam film ini,” kata Dedy di Makassar.&lt;br /&gt;Cerita film yang ini digarap Bandung dan Lembang, Jawa Barat, dengan setting tentang proses pemilihan kepala daerah di sana.&lt;br /&gt;Deddy yang pernah menyutradarai film Naga Bonar dan Alangkah Lucunya Negeri Ini pun bercerita sedikit tentang film itu. Beberapa hari menjelang pemilihan kepala daerah, salah seorang calon bupati terkuat terkena tembakan. Kemudian, dia terpaksa harus dioperasi untuk mengeluarkan peluru itu. Tapi, walau peluru telah diangkat, ternyata dia tidak bisa sembuh seperti sediakala. Kenapa? Karena belum bisa kentut.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, masyarakat yang mendukungnya tetap meminta dia untuk berkampanye ke kampung-kampung. Namun, kandidat ini tidak bisa menuruti permintaan itu karena ia belum bisa kentut. Maka para pendukung yang berasal dari berbagai suku dan agama pun berkumpul. Mereka mendoakan kandidat tadi agar segera diberi kentut.&lt;br /&gt;Menurut Deddy film ini merupakan refleksi tentang realitas sehari-hari. Dia ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, termasuk kentut. Bahkan sebuah kekuasaan itu bisa tergantung pada kentut.&lt;br /&gt;“Makanya hati-hati main politik, karena itu bisa bau,” katanya.Film yang digarap Citra Sinema sejak Januari 2011 ini dibintangi oleh Ira Wibowo, Lola Amaria, Cok Simbara, dan Anwar Fuady.&lt;br /&gt;Seamat menononton. Biasanya karya  Dedy Mizwar berkualitas dan berdasarkan kisah nyata. Serta banyak mendapatkan penghargaan! Sukses terus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1259273683074361171?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1259273683074361171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1259273683074361171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1259273683074361171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1259273683074361171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/05/tuhan-berikan-aku-kentut.html' title='TUHAN BERIKAN AKU KENTUT'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DmCTl0xYHRg/Tdvk4Fn8ePI/AAAAAAAAAHg/bePxrQlSqMY/s72-c/36102_1309483256574_1215364989_30731817_5707518_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-4204887125066797486</id><published>2011-05-19T18:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T18:34:31.930-07:00</updated><title type='text'>SENAM SEHAT BESAMA WARGA RW III PANDANA MERDEKA NGALIYAN ASRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QBhs2qu_zg4/TdXE_a24hpI/AAAAAAAAAHQ/5RUctETfq-M/s1600/DSCN8125.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QBhs2qu_zg4/TdXE_a24hpI/AAAAAAAAAHQ/5RUctETfq-M/s400/DSCN8125.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608605504780142226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pCQNqxfyie4/TdXE_L5FWCI/AAAAAAAAAHI/vWgUmdoGsS4/s1600/DSCN8124.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pCQNqxfyie4/TdXE_L5FWCI/AAAAAAAAAHI/vWgUmdoGsS4/s400/DSCN8124.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608605500762839074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SENAM SEHAT RW III&lt;br /&gt;Minggu (15/5) warga Perumahan Pandana Merdeka dan Ngaliyan Asri RW III Kelurahan Beringin melaksanakan senam aerobic. Kegiatan rutin tiap minggu kedua kali ini agak berbeda karena terlaksana lebih meriah dari biasanya.&lt;br /&gt;Antusiame warga pun semakin terlihat karena pihak panitia yang dimotori oleh Mr Margus, menjanjikan adanya doorprize menarik.&lt;br /&gt;Tepat jam 06.45 snam dimulai. Dipandu instrukur senam dari sponsor, segenap warga bergoyang aerobic hingga jam 07.30.&lt;br /&gt;Fatigon spirit sebagai sponsor tunggal acara senam aerobic  berbagi produk kepada warga yang hadir.&lt;br /&gt;Diantara peserta tampak ketua RW sambil jeprat-jepret foto dan sesekali ikut senam menyapa warganya. “selain bertujuan supaya badan sehat, senam rutin ini bisa menyatukan warga dan ajang silaturahim”jelas H Ginaryo Atd MM.&lt;br /&gt;Walau didominasi oleh kaum hawa,senam tetap sukses. Beberapa bapak-bapak khususnya punggawa RW III dan para ketua RT  ikut memeriahkan gawe rutin yang sudah berjalan hamper setahun ini. &lt;br /&gt;Guyub rukun tentram damai, bisa diwujudkan dalam beragam hal. Senam bersama ini semoga menjadikan warga semakin harmonis.&lt;br /&gt;Fatigon dengan produk suplemen kesehatan menyapa warga RW III via senam aerobik. Josh gandos!!! Tunjukan spiritmu!!! (dr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-4204887125066797486?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/4204887125066797486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=4204887125066797486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4204887125066797486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4204887125066797486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/05/senam-sehat-besama-warga-rw-iii-pandana.html' title='SENAM SEHAT BESAMA WARGA RW III PANDANA MERDEKA NGALIYAN ASRI'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QBhs2qu_zg4/TdXE_a24hpI/AAAAAAAAAHQ/5RUctETfq-M/s72-c/DSCN8125.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-751036151999073954</id><published>2011-04-28T00:31:00.001-07:00</published><updated>2011-04-28T00:31:58.137-07:00</updated><title type='text'>PANDANA MERDEKA</title><content type='html'>MUJAHADAH WARGA RT 02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARGA RT 02 RW III PANDANA MERDEKA LAKSANAKAN MUJAHADAH AGAR TENANG HADAPI UJIAN NASIONAL. MUJAHADAH DILAKSANAKAN KAMIS WAGE MALAM JUMAT KLIWON. DIIKUTI OLEH SELURUH WARGA. DARI ANAK-ANAK SAMPAI ORANG DEWASA. DOANYA HANYA SATU MOHON KERIDHOAN ALLAH BUAT KELULUSAN UN 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKHAWATIRAN gagal dalam ujian nasional (UN), ternyata tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga para orang tua dan sekolah. Ada bermacam cara mereka lakukan untuk mendukung supaya lulus dalam ujian penentu kelulusan tersebut. Hasil ujian nasional tahun lalu cukup menjadi alasan bagi orang tua dan siswa untuk mengkhawatirkan potensi lulus dan tidaknya menghadapi UN. Pasalnya, dari 3.514 siswa SMU, yang lulus 2.927 anak dan tidak lulus 587. Kemudian, MA dari 2.670 siswa yang ikut ujian, lulus 2.645 siswa dan 25 tidak lulus. Sedangkan SMK, dari 837 anak yang mengikuti ujian, 734 lulus dan tiga siswa tidak lulus. Kendati yang tidak lulus sedikit, kondisi itu cukup membuat gelisah wali murid dan siswa yang akan mengikuti UN. &lt;br /&gt;Karena itulah, ada orang tua yang membantu dengan berpuasa selama anaknya mengikuti ujian, ada pula yang mendatangkan guru privat. &lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan warga RT 02 RW III Perumahan Pandana Merdeka, Ngaliyan Semarang. Kamis (21/4) yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon menggelar acara mujahadah dan doa bersama dalam rangka mendoakan anak warga RT 02 supaya lulus Ujian Nasional dengan hasil bagus.&lt;br /&gt;Menurut Hakim Junaidi,ketua KPU Kota Semarang yang juga warga RT 02 dengan  mujahadah anak lebih tenang sehingga ia tidak grogi dan mudah kerjakan soal. “Kalau ditanya hubungan antara Mujahadah dengan kelulusan saya tidak tau, namun manfaatnya lebih kepada spikologis, anak menjadi lebih tenang dan siap. Ini adalah bagian dari tawakal kepada Allah, setelah berikhtiyar dengan belajar giat serta try out”jelas ayah dari Hasna Insani, siswa kelas SD Sultan Agung, yang sebentar lagi akan menghadapi UN.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan  cerita Elvi Rimayati ( Bu Imam) warga RT 07, Ia mengaku menjalankan puasa selama anaknya Muhammad Faiq Ilmadina siswa kelas IX Mts Al Khoiriyah Semarang, mengikuti ujian dengan harapan diberi kemudahan mengerjakan soal-soal ujian.  Menurut dia, puasa sebagai bagian dari ikhtiar agar Faiq lulus ujian dengan hasil baik. ''Rasanya kurang mantap jika ikhtiar hanya dilakukan anak. Orang tua pun perlu meminta kepada Allah SWT,'' katanya. Dia mengaku khawatir jika anak kesayanganya itu kesulitan mengerjakan soal, apalagi mendapat hasil jelek. &lt;br /&gt;Usaha dan upaya yang dilakukan manusia harus diimbangi dengan kepasrahan dalam koridor keimanan kepada Allah SWT. Manusia berusaha Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Termasuk dalam urusan kelulusan UN? Entahlah.(dr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-751036151999073954?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/751036151999073954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=751036151999073954' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/751036151999073954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/751036151999073954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/04/pandana-merdeka.html' title='PANDANA MERDEKA'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-6088000094121762866</id><published>2011-03-21T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T22:03:07.839-07:00</updated><title type='text'>ULAR HIJAU EKOR MERAH GIGIT INDRA LAKSONO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-GDurAhDF10M/TYgs5hdWYhI/AAAAAAAAAGo/SCfkSvUv26M/s1600/menthul%2Bulo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 348px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GDurAhDF10M/TYgs5hdWYhI/AAAAAAAAAGo/SCfkSvUv26M/s400/menthul%2Bulo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586764704498737682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nq9G8LhRdlE/TYgs5QNGSUI/AAAAAAAAAGg/Z6i4FT6_Yu0/s1600/DSCN2991.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nq9G8LhRdlE/TYgs5QNGSUI/AAAAAAAAAGg/Z6i4FT6_Yu0/s400/DSCN2991.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586764699867171138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ABBU8avEOd0/TYgs5GXUAQI/AAAAAAAAAGY/bC3661nuZH0/s1600/DSCN2994.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ABBU8avEOd0/TYgs5GXUAQI/AAAAAAAAAGY/bC3661nuZH0/s400/DSCN2994.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586764697225658626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ra5ebKgtA10/TYgs42eGq_I/AAAAAAAAAGQ/Kf3IKd9k5b4/s1600/DSCN2996.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ra5ebKgtA10/TYgs42eGq_I/AAAAAAAAAGQ/Kf3IKd9k5b4/s400/DSCN2996.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586764692959177714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ULAR HIJAU EKOR MERAH&lt;br /&gt;GIGIT INDRA LAKSONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu  (19/03)antara jam 06.15 Indra Laksono (26) warga RT 02 RW III tergigit Ular yang ditangkapnya di parit BSB. kejadian terjadi di depan LP Kedung Pane Semarang. beredar isue bahwa ular itu adalah anak dari jin penunggu BSB. benarkah itu semua? inilah liputan selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu  (19/03) pagi jam lima saya dikejutkan dengan getar HP. Aku sengaja tidak menderingkan karena khawatir mengganggu istirahatku juga temenku. eh ternyata Mas Indra Laksono yang nelpon ngajakin lari pagi. OK lah siap. Dalam keadaan masih mengantuk aku turun dari kamarku di lantai dua sebelah kanan Masjid Pandana Merdeka. Begitu turun tangga aku SMS Indra, “Piye nek nggawa raket loro terus Badminton wae” eh orangnya malah  sudah datang.&lt;br /&gt;“Ndra  piye nek badminton wae” kataku. “Aku jek pingin mlayu ko din” jawab Indra. Yo wes….jadi lari pagi. Dari Pandana sampai BSB lari tanpa berenti ataupun  jalan. Wah kaki, boyok, dada sakit semua. Begitu sampai di BSB masuk ke kawasan danau dan kami berkeliling danau. Menikmati udara pagi dan sunrise.&lt;br /&gt;Sekali putaran waktu sudah semakin siang. Kami pututuskan pulang. Menuju jalan raya Indra iseng liat ikan gabus di parit selokan samping kiri jalan BSB. Jailnya muncul mau nangkep ikan buat dipelihara di (katanya).  Nangkep ikan ga kena, sambil menyusur parit. Mendadak aku liat ada ular hijau ekor merah. “salamun ala nuhin fil alamin” langsung kubaca kalimat ayat Quran tersebut. Karena pada hakikatnya semua binatang darat jenis apapun di dunia ini berasal dari anak pinak binatang yang ikut dalam kapal nabi Nuh.&lt;br /&gt;Kemunculan muncul ular hijau itu menarik perhatian Indra. Jadi deh ulear ditangkap menggunakan sebatang ranting. Bermodal keberanian dan sedikit nekad. Sebagai teman aku berusaha menasehati agar jangan nagkep ular itu&lt;br /&gt;”Ndra iku ndak ular berbisa” tanyaku&lt;br /&gt;“Iya”&lt;br /&gt;“wes to ndak usah di tangkep, ngrusak ekosistem”tegasku&lt;br /&gt;Selang beberapa lama ular berhasil di tangkap. “Ndra sopo reti iki anak jin sing tunggu nang kene”kataku. Mengingat pengalaman beberapa tahun silam saat Masjid sedang di renovasi anak-anak yang belajar TPQ pindah ke rumah kosong penduduk di blok Q. kemudian ada ular yang lantas dibunuh, kemudian selang beberapa waktu ada anak TPQ kesurupan. Jebul ular tadi adalah anak jin yang tunggu rumah. (sepanjang ini aku tau cerita tersebut). Dengan santai Indra menjawab. “Iki wes gedhi ko din. Paling wis dikon lungo karo pak ne, kono lungo le” sergah Indra.&lt;br /&gt;Sampai di tepi jalan raya aku mengusulkan untuk naik bis saja. Disamping aku sudah lelah juga nanti bias tongkrong ngopi di mbah Man. “Ndra piye nek ngebis wae” usulku. Indra tidak mau. Berhubung masih pagi dan Dia belum berkeringat. Yo wes. Kami pun jalan sampai di depan ruko ada yang jual bolang-baling. Aku mampir beli bolang-baling 4000 rupiah. &lt;br /&gt;Didepan kuburan samping LP ada seseorang mnelempar uang receh limaratusan. Kemudian diambil oleh Indra,”iki iso go dilebokke kotak amal” sambil jalan kami temukan juga uang recehan seratusan kemudian kami kumpulkan. (uang tersebut lantas aku taruh di masjid silayur wates. Kiri jalan dari arah BSB).&lt;br /&gt;Sesampainya di depan LP pegangan Indra atas kepala ular mengendur, kemudian ular ngloget dan menggigit tangan kiri. “ din nyokot igh” kata Indra. Ular yang semula dipegang dengan tangan kiri kemudian dipindah ke tangan kanan. Tidak sampai lima menit Indra  merasa pegal.&lt;br /&gt;”tanganku kemeng igh din” &lt;br /&gt;“lha kuwi malah bengkak,  ngebis wae po piye Ndra?”usulku&lt;br /&gt;Indra tetep menolak naik bis. Pingine jalan. Kami terus berjalan. Kemudian ketika rasa pegal atau kemeng itu sampai ke lengan Indra, ular kemudian di buang di parit depan LP Kedungpani. Sesekali Indra menyedot tangan yang kena gigitan Ular. Setetes darah tampak keluar dengan kondisi bengkak yang semakin membesar. Indra kemudian memintaku mengikat tangannya dengan kain handuk dengan kuat. Lantas kuikat erat tangan kiri yang terkena gigitan.&lt;br /&gt;“din coba telponke bapak, wes mangkat po during ya?”&lt;br /&gt;“Wah ndra, pulsa telponku ntek  je, ngebis wae po?” &lt;br /&gt;“Bar iki aku terke nang Boja yo”&lt;br /&gt;“Insya Allah”&lt;br /&gt;Indra diam. Aku piker dia setuju. Begitu sampai depan SD Ngaliyan V, ada warga RT 01 bapak Gi baru nganter Rio sekolah. Begitu belok langsung aku minta biar Indra di bonceng sampai Pandana. Selang beberapa lama aku sampai di masjid dan kuliah Indra di bonceng Lisan kerumah. Aku ke kamar dan minum air putih. Kemudian turun lagi kususul di rumah. Ternyata sudah dibawa lisan ke Boja. OK lah… kemudian aku cerita kejadiane dengan Ibuknya Indra, Mbak Ti, dan Pak Rohadat.&lt;br /&gt;Sore harinya baru aku ketahui jika Indra dirawat di RS Permata Medika. Dalam keadaan bengkak yang parah. Baru bakda Isya aku sempat menjenguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya banyak cerita yang kemudian dibumbui dengan hal-hal mistis. Bahwa ulo yang ngggigit Indra adalah anak jin yang menunggu BSB. Yang pasti sebagai orang yang beriman dan bias berfikir dengan akal sehat dan rasional tidak serta merta membenarkan itu semua.&lt;br /&gt;Percaya sih boleh saja tapi harus tabayun dan cek dan ricek kabar tersebut. Karena bangsa melayu seperti kita adalah bangsa pendongeng yang suka berandai-andai dan menggunakan hiperbola dalam menyampaikan cerita.&lt;br /&gt;Terlepas dari uilar itu anak jin atau anak sing tunggu BSB yang jelas saat kita merusak sebuah ekosistem maka akan terjadi caos atau ketidak seimbangan yang merusak tatanan. Indra ini sudah merusak tatanan dan etika terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Maka wajar jika kemudian ular itu menggigitnya.&lt;br /&gt;Ular jenis apapun jika memiliki bisa maka efeknya bengkak dan bisanya menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Bias sampai sepuluh hari belum pulih. Minimal tiga hari. Beruntungnya bias tidak sampai ke paru-paru atau ginjal sehingga tidak begitu membahayakan nyawa Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Ular:&lt;br /&gt;Ular hijau buntut merah ( trimeresurus albolabris), Ular ini berwarna hijau berbuntut merah, berbisa tinggi, bias mematikan  manusia (jika kondisi gak fit), bisanya 3 tingkat dibawah cobra, kepalanya seperti ular fiper, racun ular ini menyerang ginjal. oiya, matanya berwarna kuning (kalo di Merapi matanya berwarna merah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang biasa dilakukan oleh orang kena gigitan ular.&lt;br /&gt;Bisanya  secara umum orang awam kalo digigit ular berbisa biasanya melakukan hal-hal sbb:&lt;br /&gt;- Mengikat dengan keras bagian tubuh (di atas/bawah) yang kena gigit&lt;br /&gt;- menoreh bagian tubuh yang kena gigit&lt;br /&gt;- mengisap darah pada bagian tubuh yang kena gigit&lt;br /&gt;- atau membawanya ke tempat dukun ular/pawang ular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang dilakukan tersebut tidak sepenuhnya salah cuman barangkali perlu lebih dilakukan dengan cara yang lebih baik.Â. Pada saat dalam kepanikan karena digigit oleh ular apalagi telah diketahui bahwa ular tersebut sangat berbisa, maka kadang-kadang orang tidak lagi berpikir secara rasional karena stress dan karena pengaruh dari racun ular tersebut.&lt;br /&gt;- Tenang jangan  panik !!&lt;br /&gt;- Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena gigitan ular&lt;br /&gt;- sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yg menggigit, kalau tahu nama sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan dipaksakan mengejar ular tersebut nanti&lt;br /&gt;malah bisa digigit dua kali lagi..he..he…&lt;br /&gt;- Jangan ditoreh/dilukai/dirobek&lt;br /&gt;- kalau masih memungkinkan segera setelah kena gigit bagian tubuh yang kena gigit dihisap kuat dengan  alat-alat tertentu sepert “extractor” asalkan tidak melukai atau dan jangan melakukan hisapan dengan mulut karena berbahaya dan bisa terminum/masuk kedalam mulut. Bersihkan bagian tubuh yang kena gigit dengan antiseptik untuk mengindari infeksi, karena dalam beberapa kasus, bahaya infeksi malah jauh lebih berbahaya dari racun ular itu sendiri.&lt;br /&gt;- Ikat atau balut di atas dan dibawah bagian tubuh yang kena gigit dengan perban, tetapi&lt;br /&gt;jangan terlalu kencang, rasakan saja sendiri untuk sedikit memperlambat peredaran darah&lt;br /&gt;tetapi tetap bisa mensuplai darah.&lt;br /&gt;- Kemudian setelah itu harus segera di bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk&lt;br /&gt;peroleh pertolongan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kasus-kasus gigitan ular, sebagian dari mereka ada yang tidak sadar kalau mereka itu telah digigit oleh ular yang sangat berbisa sehingga tidak melakukan pengobatan dan kemudian karena tidak ada pertolongan sama sekali akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;Biasanya ular yang menggigit tersebut adalah jenis ular yang mempunyai bisa neurotoxin ,dimana pengaruh dari racun ini adalah terkadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi menyerang susunan saraf sehingga menimbulkan rasa kecapean,ngantuk tertidur untuk tidak terbangun lagi  Contoh ular yang memiliki neorotoxin adalah ular weling ( bungarus candidus ) dengan warna belang hitam – putih.&lt;br /&gt;sedangkan ular yang memiliki bisa hemotoksin seperti ular hijau ekor merah ( trimeresurus albolabris) cendrung lebih mudah dilakukan pertolongan. Karena itu pengetahuan tentang jenis-jenis ular terutama yang berbisa sangat penting dan&lt;br /&gt;cara penanganan P3K juga perlu lebih disosialisasikan…&lt;br /&gt;Perlu adanya yayasan atau rumah sakit yang secara khusus care tentang masalah ini terutama di daerah-daerah yang rawan dengan ular berbisa spt; papua dan sekitarnyaAkan banyak nyawa yg akan tertolong jika ketersediaan anti bisa, harga terjangkau dan orang/dokter yang ahli di bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan buat Indra:&lt;br /&gt;LAIN KALI AGAR LEBIH BERHATI-HATI. MENANGKAP ULAR JANGAN SEMBARANGAN DENGAN MODAL BERANI DAN NEKAD TANPA ALAT BANTU ATAU PENGETAHUAN TENTANG ULAR. KADANG SAYA INI MENGATAKAN HAL BENAR NAMUN DIRIMU KURANG PERCAYA HANYA KARENA SAYA YANG MENGUCAPKAN. MUNGKIN SESEKALI BERUSAHA MENELAAH DULU APA KATA ORANG. SEBELUM MENOLAK ATAU MENERIMA PEMBENARAN DARI KATA-KATA SIAPAPUN ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT BAHWA AKU BERUSA SEJUJURNYA DALAM BERKATA-KATA, TANPA BUMBU ATAU HAL YANG TIDAK BISA DITERIMA AKAL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA ULAR BERBISA ITU BAHAYA!!! ENTAH ITU ANAKNYA JENDERALNYA ULAR ATAU RAKYAT ULAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallau a’lam bishowab&lt;br /&gt; Salam dari pojok masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kang Didin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-6088000094121762866?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/6088000094121762866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=6088000094121762866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6088000094121762866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6088000094121762866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/03/ular-hijau-ekor-merah-gigit-indra.html' title='ULAR HIJAU EKOR MERAH GIGIT INDRA LAKSONO'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GDurAhDF10M/TYgs5hdWYhI/AAAAAAAAAGo/SCfkSvUv26M/s72-c/menthul%2Bulo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-8208338518652560216</id><published>2011-03-12T22:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T22:54:22.907-08:00</updated><title type='text'>JALAN PANDANA MERDEKA DIPERBAIKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zHZf69SgeQA/TXxp5X-2jPI/AAAAAAAAAF4/p1wftP2tGR8/s1600/DSCN2915.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zHZf69SgeQA/TXxp5X-2jPI/AAAAAAAAAF4/p1wftP2tGR8/s400/DSCN2915.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583454072443669746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi di tambal sore kena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu(13/3) beberapa warga Pandana Merdeka terlihat sibuk menambal jalan di perempatan depan mesjid. warga yang dimotori oleh Usman SP dan Sumarno ketua RT 03 tengah menambal jalan rusak yang bisa mengakibatkan kecelakaan jika tidak segera diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak ketua RW III,H Ginaryo. ikut bersama beberapa warga dan turun tangan langsung ngangkati batu. perbaikan jalan memakan waktu hingga dzuhur. mobilitas warga sedikit terganggu namun lancar.&lt;br /&gt;jam13.30 hujan menguyur Pandana Merdeka. Jalan yang baru saja ditambal sebagian rusak akibat erupsi air hujan. lubang yang baru diuruk dengan adonan pasir, semen, dan kerakal belum lagi mengering dan kuat untuk diinjak kembali lembek.&lt;br /&gt;demi menghindari injakan kendaraan yang lalu lalang warga memasang bambu sebagai pembatas, namun ada juga pengendara yang lewat tanpa memperhatikan rambu  sehingga menyebabkan  mblenyok.&lt;br /&gt;waduh pagi diperbaiki, sore kena hujan  rusak deh.&lt;br /&gt;ampun penguasa....... (dr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-8208338518652560216?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/8208338518652560216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=8208338518652560216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8208338518652560216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8208338518652560216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/03/jalan-pandana-merdeka-diperbaiki.html' title='JALAN PANDANA MERDEKA DIPERBAIKI'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zHZf69SgeQA/TXxp5X-2jPI/AAAAAAAAAF4/p1wftP2tGR8/s72-c/DSCN2915.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-6894223828430169097</id><published>2011-03-12T20:17:00.001-08:00</published><updated>2011-03-12T20:17:59.958-08:00</updated><title type='text'>SENAM SEHAT WARGA RT 02</title><content type='html'>SENAM SEHAT WARGA RT 02&lt;br /&gt;Mens sana in corpore sano ungkapan ini sering dilontarkan oleh orang yang gemar olahraga demi mendapatkan raga dan jiwa yang sehat. Maka layak jika kemudian kalimat tersebut populer dalam dunia kesehatan dan olahraga.  Demi menjaga kesehatan raga, supaya tetap bugar warga RT 02 rajin melakukan senam.&lt;br /&gt;Setiap minggu pagi, warga RT 02 yang didominasi oleh Ibu-ibu bersenam ria selama kurang lebih satu jam. Selain untuk menjaga kesehatan senam yang sudah rutin dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu ini, merupakan program RT demi menjaga kerukunan dan kebersamaan warga.&lt;br /&gt;Usai bersenam ria peserta senam biasanya ada minuman kacang ijo, ataupun sekedar makanan kecil sambil menyeka keringat. Sambil ngisis mereka bisa saling ngudarasa atau bercengerama. Satu tanda bahwa antara warga terjalin sebuah hubungan kemesraan satu sama lain.&lt;br /&gt;Jika menilik dari warga RT 02 yang memang masing-masing sudag merasa menjadi bagian dari satu keluarga, maka benar jika seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Iuvenalis, berkata “Mens sana in corpore sano” yang kemudian ditafsirkan “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, begitulah kira-kira artinya dalam bahasa Indonesia. Kalimat ini telah jauh diterima oleh nenek moyang bangsa ini bahkan sebelum Belanda menginjakkan kakinya di bumi nusantara.&lt;br /&gt;Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Sekali lagi, demikian kira-kira makna yang tersirat dari kutipan ini. Mau sehat dating saja ke RT 02 tiap hari Minggu pagi….. eh sudah pada bangun belum? (dr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-6894223828430169097?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/6894223828430169097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=6894223828430169097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6894223828430169097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6894223828430169097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/03/senam-sehat-warga-rt-02.html' title='SENAM SEHAT WARGA RT 02'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-3302799092262212724</id><published>2011-03-10T19:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T19:56:54.808-08:00</updated><title type='text'>BLOG RESMI WARGA RT 02  "HOTSPOT RANDUALAS"</title><content type='html'>Kemajuan zaman dan teknologi disikapi secara progresif oleh warga RT 02 Pandana Merdeka. sudah beberapa bulan ini warga bergembira atas dipasangnya Hotspot untuk warga RT 02. Warga memasang wifi sebagai sarana menjalin hubungan dengan dunia maya, atas inisiatif beberapa tokoh masyarakat diantaranya adalah Sutarno S Kom dan Rohadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah dua tokoh yang aktif memotori setiap kegiatan. “perkembangan tekhnologi harus disikapi dengan bijak supaya tidak menggelincirkan moralitas generasi penerus bangsa, sebagai orang yang lahir di abad moderen kebutuhan akan internet sebagai sarana komunikasi dan menimba ilmu sangat signifikan. sungguh naif jika ada remaja tinggal di kota metropolitas seperti semarang belum mengenal internet. atas dasar kebutuhan internet inilah tokoh masyarakat RT 02 berlangganan hot spot ini!”, tegas Sutarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bapak dua anak ini, upaya pemasangan hot spot ini sebagai sarana njagani supaya anak tidak lari ke warnet. kalau sudah di warnet kontrol terhadap mereka sudah tidak ada. nah pengawasan terhadap internet dirumah bisa dilakukan secara maksimal.situs-situs yang dibuka memiliki sisi edukatif, sehingga anak tumbuh menjadi generasi yang menguasai teknologi namun juga mentalitas dan motral yang sesuai dengan norma yang dipegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rohadat Yang saat ini menjabat sebagai ketua RT 02 mengatakan jika pihaknya telah berembug dengan seluruh warga. “setiap kegiatan kita musyawarahkan dengan baik, seperti hotspot ini kita tau manfaatnya buat warga sangat banyak, salah satunya menyambung silaturahim dengan saudara yang tinggal di belahan dunia lain. sementara manfaatnya secara edukatif bagi anak bisa mendownload soal-soal dan materi pelajaran”jelasnya. sebagai orang tua memilihkan dan mengarahkan anak untuk mendapatkan pelajaran terbaik bagi kemajuan pola pikir yang sangat menunjang masa depan sangatlah penting. masihkah kita tinggal diam terhadap kemajuan jaman? KESUKSESAN KITA DIMULAI DARI SEKARANG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifis Warga RT 02 SutarnoS Kom. pada Jumat (11/3) resmi meluncurkan Blog warga RT 02 dengan nama "HOTSPOT RANDUALAS" diharapkan warga RT 02 bisa aktif membaca dan mengisi halaman Blog. kini Blog Warga RT 02 sudah aktif bisa dibaca. Semoga bermanfaat bagi kita Semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh…… Mau Hotspotan di mesjid bisa ga ya? BOLEH DONG!!! (dr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-3302799092262212724?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/3302799092262212724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=3302799092262212724' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3302799092262212724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3302799092262212724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/03/blog-resmi-warga-rt-02-hotspot.html' title='BLOG RESMI WARGA RT 02  &quot;HOTSPOT RANDUALAS&quot;'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-2647599583010686007</id><published>2011-02-08T10:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T10:55:52.845-08:00</updated><title type='text'>Hotspot di RT 2 Pandana Merdeka</title><content type='html'>Sudah hampir dua mingggu RT 2 memasang wifi sebagai sarana menjalin hubungan dengan dunia maya. perkembangan teknolohi harus disikapi dengan bijak supaya tidak menggelincirkan moralitas generasi penerus bangsa. sebagai orang yang lahir di abad moderen kebutuhan akan internet sebagai sarana komunikasi dan menimba ilmu sangat signifikan.&lt;br /&gt;sungguh naif jika ada remaja tinggal di kota metropolitas seperti semarang belum mengenal internet. atas dasar kebutuhan internet inilah tokoh masyarakat RT 02 berlangganan hot spot. &lt;br /&gt;menurut Sutarno S Kom, upaya pemasangan hot spot ini sebagai sarana njagani supaya anak tidak lari ke warnet.  kalau sudah di warnet kontrol terhadap mereka sudah tidak ada. nah pengawasan terhadap internet dirumah bisa dilakukan secara maksimal.situs-situs yang dibuka memiliki sisi edukatif, sehingga anak tumbuh menjadi generasi yang menguasai teknologi namun juga mentalitas dan motral yang sesuai dengan norma yang dipegang.&lt;br /&gt;mesjid mau pasang bisa ga ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-2647599583010686007?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/2647599583010686007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=2647599583010686007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2647599583010686007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2647599583010686007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/02/hotspot-di-rt-2-pandana-merdeka.html' title='Hotspot di RT 2 Pandana Merdeka'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-8369556347993352049</id><published>2011-02-06T07:04:00.001-08:00</published><updated>2011-02-06T07:05:51.594-08:00</updated><title type='text'>MINGGU PAGI KERJA BAKTI</title><content type='html'>Minggu, 6 Pebruari 2011&lt;br /&gt;begitu bangun pagi sudah harus menyiarkan himbauan untuk kerjabakti wilayah RW III.&lt;br /&gt;ditinjau oleh kepala kelurahan Beringin beserta punggawa. jam 10.30 selesai dan tinggal capeknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-8369556347993352049?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/8369556347993352049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=8369556347993352049' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8369556347993352049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8369556347993352049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2011/02/minggu-pagi-kerja-bakti.html' title='MINGGU PAGI KERJA BAKTI'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-4519150443421487650</id><published>2009-06-17T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T01:19:06.688-07:00</updated><title type='text'>eling inyong</title><content type='html'>ELING INYONG&lt;br /&gt;Ana obor gede sing keton sekang kadohan&lt;br /&gt;Ngliwati dawane sipat sing nggo ngukuri dawaning dawa&lt;br /&gt;Urube obor gawe buntut rupa kukus ireng&lt;br /&gt;Liyab-leyeb nang awang-awang&lt;br /&gt;Obor mau rupa ngelmu sing dadi pepadhang&lt;br /&gt;Teplak sempor jagad mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elinga para kadhang banyumas pada&lt;br /&gt;Awake dewek wong sing blaka suta&lt;br /&gt;Udu merga awake dewek kue unthule landa&lt;br /&gt;Apamaning kue warisan&lt;br /&gt;Tapi pancen wis dadi dek watekke penginyongan &lt;br /&gt;Ora bakal ngantem sekang mburi, kan pinggir bot bote&lt;br /&gt;Nek wani jelas tek adepi kan ngarep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elinga nasibe ronggeng dukuh paruk&lt;br /&gt;Nini kaki kartareja&lt;br /&gt;Mboke bapake srinthil&lt;br /&gt;Sarkum sing picek&lt;br /&gt;Srinthil sing kepeksa dadi kutis edan&lt;br /&gt;Apa elinga rasus &lt;br /&gt;Tentara gagah &lt;br /&gt;Sing wis nggagahi mrawani srinthil&lt;br /&gt;Bot bote kutise ayu edan terus ditambakna dadi warase bocah dukuh paruk mau… ELINGA-ELING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo kadhang-kadhangku tek wejang wejangane leluhurmu&lt;br /&gt;Tinggalane luhur wujud tetembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bongan kang tan mrelokna&lt;br /&gt;Mungguh ugering ngaurip&lt;br /&gt;Uripe lan tri prakara&lt;br /&gt;Wirya arta tri winasis&lt;br /&gt;Kalamun kongsi sepi&lt;br /&gt;Saka wilangan tetelu&lt;br /&gt;Telas tilasing sujalmo&lt;br /&gt;Aji godhong jati aking&lt;br /&gt;Temah papa papariman ngulandhara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuna temenan angger ora padha mentingna telung prekara lajere urip&lt;br /&gt;Ya kuwe tangan sing trampil, duwe duit, karo pikiran sing pinter. Angger telu telune detinggal, murah temenan regane manungsa. Esih larang klaras jati. Kedadiane padha mlarat, kayak kere sing gaweane klayaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula sedulur ayuh sinau sing pinter, dadia wong sugih ngelmu dunya brana. Amin&lt;br /&gt;       Didin Riswanto&lt;br /&gt;     (suwungnana@yahoo.co.id)        16 Sept 2008. KMB Serulingmas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-4519150443421487650?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/4519150443421487650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=4519150443421487650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4519150443421487650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4519150443421487650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/06/eling-inyong.html' title='eling inyong'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-4178124149361011932</id><published>2009-06-05T20:44:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T20:44:39.451-07:00</updated><title type='text'>CALOn PRESIDEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/SinmHtkTdZI/AAAAAAAAAEw/1HldQQbY2ZE/s1600-h/115108.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/SinmHtkTdZI/AAAAAAAAAEw/1HldQQbY2ZE/s400/115108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344055453017142674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Sudah pada nonton film capres?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Film ini berisi komedi politik indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Berbagai macam isu politik dan peristiwa yang terjadi di pemilu legislatif  menjadi sumber inspirasi  Toto Hoedi.  kelihaian tangan Toto Hoedi dan produser Shankar terciptalah sebuah film dengan judul "Capres" calon presiden atau calo n presiden.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;film ini akan menyajikan hiruk-pikuk pemilu legislatif dan pemilu CAPRES yang di kemas dengan memasukan unsur komedi yang menggelitik namun tetap berisi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Dibintangi Catherine Wilson, Dwi Sasono, Sujiwo Tejo, dan Happy Salma. Film ini diramaikan oleh tokoh nasional, Gusdul, JK, Andimalarangeng, ruhut sitompul, Ilham bintang, dll&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Film ini dikabarkan akan beredar di seluruh bioskop pada tanggal 4 juni 2009. Untuk meramaikan parodi politik dalam film "Capres" ini, turut serta membantu dalam produksi yaitu team "Republik Mimpi" yang sering tampil di Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "CaPres" mengisahkan Hartono (Dwi Sasono) yang jujur dan lugu dengan gelar sarjana ekonomi (SE) merupakan seorang office boy yang diangkat menjadi Ketua Umum sebuah Partai politik yang korup. Para pengurus Partai politiknya menginginkan Hartono bisa disetir dalam menjalankan kebijakan partainya. dengan tujuan supaya dana yang terkumpul dari para pejabat dan pengusaha sebagai modal kampanye bisa dipertahankan meski Ketua Umum mereka yang asli sedang dipenjara oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Adalah Partai ASU yang harus mencalonkan pemimpin partainya untuk mejadi presiden. Sementara pemimpin partai ANGGARAN SEMUANYA UNTUKMU ditangkap KPK karena melakukan tindakan melanggar hukum KPK. Sidang pimpinan partai ASU menawarkan beberapa nama calon yang layak untuk memimpin partai namun calon-calon yang diusulkan ternyata tidak layak dalam kriteria.partai Asu berdiri tgl 12 bulan 12 tahun 2012. didirikan oleh Gondo wijoyo,SH,MH, Mberrrrrr atas keprihatinan negeri, dengan prinsip semau anggaran negara untuk rakyat dan untuk menjadi seorang pemimpin  harus selalu melayani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada yel-yel paratai Asu yang akan menggelitik anda untuk tertawa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;hidup mati kami untuk bangsa ini, hidup mati kami untuk indonesia bersama ASU.... berdiri...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;ASU 3 X Auuuuuu.....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada sepuluh nama calon namun yang layak hanya tiga pasang dan lagi-lagi calon yang itu-itu saja sehingga ada ungkapan LAGI-LAGI KAMU LAGI-LAGI KAMU LAGI-LAGI KAMU, ada calon yang namanya SALAMIN namun dia doyan main perempuan dan korupsi, ada syeh Puji namun dia demen sama anak-anak alias phedopilia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Akhirnya dengan tujuan bisa menyetir pemimpin partai ASU demi menyelamatkan HARTA pimpinan partai ASU, kesepakatan menghasilkan bahwa yang layak memimpin ASU adalah yang tidak doyan korupsi, perempuan dan masih lugu, dan calon itu adalah HARTONO, Ofice Boy. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Dan ternyata memang tidak salah karena Hartono adalah anak dari Pendiri Partai ASU, Gondo Wijoyo SH, MH, Ember.... Hartono juga hafal Himne dan Mars PARTAI sementara yang lain tidak, Hartono juga tidak demen sama perempuan kecuali Ningsih yang sama-sama kerja sebagai pelayan di PARTAI ASU.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada tiga tahapan syarat menjadi seorang pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Selalu  melayani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;belajar  jadi pemimpin yang baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;orang  akan punya kembarannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Hartono bingung karena merasa tidak ada kembaranya, maka dia tidak layak menjadi sorang pemimpin, hal itu dia curhatkan pada ningsih. SEMAKIN SADAR SEMAKIN MEYAKINI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada hal-hal lucu yang diangkat menjadi pemanis antara lain bahwa banyak anak-anak amerika yang kemudian sekolah di Indonesia karena ingin jadi presiden amerika, mereka berdatangan dengan seragam merahputih. Dan Bush datang ke Indonesia yang kemudian disambut dengan lemparan sepatu oleh anak-anak sehingga kemudian Bush menangis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Dalam sebuah Orasi politik Asugiarto dan Asutejo dengan semangat berapi-api mengatakan Selama ini keadaan adem ayaem sepertinya, tidak ada panas yang terlalu atau dingin yang terlalu semua tenang-tenang adem ayem titi tentrem kerto raharjo, maunya menjaga ketenangan walau harga naik, mahal. Dan realisasinya adalah kerukunan. Rukun antara Maya dan dani, atau cristina  dan al amin, atau antara yang mulia syaeful jamil dan dewi persik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Jadi politikus tidak hanya otak, kekuatan tangan kerja keras seperti api, terhadap perempuan harus tegas apa harus seperti itu jadi politikus? Premanisme selesaikan dengan hati, saingan atau rival semua saudara  jangan sampai salah semua boleh berpendapat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Dalam beberapa situasi Hartono sadar bahwa dia tidak bisa jadi pemimpi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;“&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;aku ga bisa ya Tuhan aku harus mundur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Banyak partai namanya saja yang bagus tapi kelakuan pimpinannya tidak bagus, dari pada namanya bagus tapi kelakuan pimpinannya mirip ASUlebih baik nama partainya tidak bagus tapi pimpinannya berperilaku bagus. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ucup kelik dan Efendi Gazali menyampaikan bahwa memang ada kalanya seorang pemimpin harus punya doubleginger atau kembaran untuk menghadapi saat-saat bahaya,  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Dalam berbahasa dalam orasi politik yang penting adalah penampilan dan pencitraan kata nya dan prinsip ABCD Asudara-odara, Bapak-bapak Ibu-ibu, Cukup sekian Dan terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada juga kelakuan Udin yang nyindir kebanyakan orang dengan memiliki banyak kostum partai demi mendapatkan uang kampanye, dan terpaksa harus berurusan dengan bogem menntah karena salah pakai kostum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Hartono mendapat wejangan dari bapaknya bahwa pemimpin besar harus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;sabar dan bersikap tegas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;berani melawan kecurangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;menolak hal-hal yang tidak baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;berani karena benar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;katakan benar jika benar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;katakan salah jika salah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;tentukan sikapmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;setelah berkampanye terjadi kecelakaan mobil karena rem yang ditumpangi hartono REM blong dan  ini disangkakan sebagai upaya pembunuhan, kemudian msauk rumah sakit:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;saat dirumah sakit banyak simpati datang dari tokoh nasional, &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;gusdur dalam film ini juga memberi joke kenapa di jogja ada gempa jawabanya karena nyai roro kidul dipaksa pakai jilbab semangat untuk hartono, ucup kelik dan efendi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Hartono sadar bahwa terlalu banyak yang hat\rus dikorbankan dia tidak ingin merepotkan orang lain .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;Ada nasehat dalam film ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;kerja keras dan rasa cinta pada negara, itu yang sudah ga ada. Eling sangkan paraning dumadi atau asal-usulmu, nasionalisme sudah hilang, yang ada malah caci maki kepada bangsa sendiri dan malah bangga dengan bangsa lain dan saling menyalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;JIKA KAU TEMUKAN PIN  MERAH PUTIH TANCAPKAN DIDADAMU KENAKAN DIMANAPUN KAU BERADA......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;NEGERI INI DIREBUT DENGAN DARAH&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;KEMERDEKAAN BUKAN HADIAH.....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;.......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;TONTON SAJALAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Schoolbook, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;CALOn PRESIDEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-4178124149361011932?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/4178124149361011932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=4178124149361011932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4178124149361011932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4178124149361011932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/06/calon-presiden.html' title='CALOn PRESIDEN'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/SinmHtkTdZI/AAAAAAAAAEw/1HldQQbY2ZE/s72-c/115108.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-2248984038390593635</id><published>2009-05-13T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T18:45:11.517-07:00</updated><title type='text'>Hompimpah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Sgt3jqiJXjI/AAAAAAAAADg/ZJkPAOqgjbU/s1600-h/didin+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Sgt3jqiJXjI/AAAAAAAAADg/ZJkPAOqgjbU/s400/didin+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335489638147120690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;HOMPIMPAH&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gobak sodor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanca-kanca ayo do dolanan&lt;br /&gt;Betengan opo pet umpetan&lt;br /&gt;Apa sudah mandah &lt;br /&gt;Opo dolanan gobak sodhor&lt;br /&gt;Hompimpah..&lt;br /&gt;Sing kalah kudu mbasang&lt;br /&gt;Ojo curang iki mung dolanan&lt;br /&gt;Gobak sodhor dadi pilihane&lt;br /&gt;Sing kalah kudu mbasang&lt;br /&gt;Sing menang kudu nyabrang&lt;br /&gt;Iso liwat ora kecekel mesti menang&lt;br /&gt;Sak regu ana wong telu&lt;br /&gt;Sing main kudu rong regu&lt;br /&gt;Sing menang nyabrang&lt;br /&gt;Sing kalah mbasang&lt;br /&gt;Nganti iso menang&lt;br /&gt;Menange yenwis iso nyebrang&lt;br /&gt;Bolak-balik nyabrang terus mbalik&lt;br /&gt;Sing kalah njaga supaya ga iso nyebrang&lt;br /&gt;Awas aja nganti metugaris &lt;br /&gt;Yen kecekel jroning garis&lt;br /&gt;Sak regu kudu gantian mbasang&lt;br /&gt;Ra usah curang iki mung dolanan&lt;br /&gt;Menang kalah ora usah tukaran &lt;br /&gt;sing penting kabeh bungah &lt;br /&gt;gobak sodhor dolananku &lt;br /&gt;ngrukunake kanca-kancaku&lt;br /&gt;kebak geguyu&lt;br /&gt;keringete metu&lt;br /&gt;awak sehat lemu-lemu&lt;br /&gt;iki mau crito cilikanku&lt;br /&gt;saiki wis ganti zaman dolanane rupo-rupo&lt;br /&gt;ana perang ana bal-balan&lt;br /&gt;dolanane nangumah ora kelingan kanca&lt;br /&gt;ora gelem gantian&lt;br /&gt;kudu menang&lt;br /&gt;direwangi curang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hompimpah saya ilang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-2248984038390593635?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/2248984038390593635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=2248984038390593635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2248984038390593635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2248984038390593635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/05/hompimpah.html' title='Hompimpah'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Sgt3jqiJXjI/AAAAAAAAADg/ZJkPAOqgjbU/s72-c/didin+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1024618024247927976</id><published>2009-04-20T19:47:00.001-07:00</published><updated>2009-04-20T19:48:23.948-07:00</updated><title type='text'>pagi dengan sejuta senyum bidadari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Se0z1Y55YoI/AAAAAAAAADQ/lB6jbbwaw-w/s1600-h/ASEM.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 223px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Se0z1Y55YoI/AAAAAAAAADQ/lB6jbbwaw-w/s400/ASEM.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326970926560535170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;PAGI DENGAN SEJUTA SENYUM BIDADARI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;Shalaatu minallah wa alfa salaam&lt;br /&gt;'Alal Musthafa Ahmad syariifil maqaam &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;Salaamun salaamun kamiskil khitam&lt;br /&gt;Alaikum uhaiba banaa yaa kiraam&lt;br /&gt;Wa man dzikruhum unsunaa fidh dhalaam&lt;br /&gt;Wa nuurul lana baina hadzal anam &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;Sakantum fuadi wa Rabbul 'ibad&lt;br /&gt;Wa antum munai wa aqshal maram&lt;br /&gt;Fahal tus’idu nii bishafwil widad&lt;br /&gt;Wahal tamnahuni syariifal maqam &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;BERDERAI MENTARI PAGI &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;MENYAMBUTMU&lt;br /&gt;SENYUM YANG TERINDAH &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;TANPA BATAS&lt;br /&gt;MENEPIS SEMUA KEHANGATAN MENTARI PAGI&lt;br /&gt;KUNTUM BUNGA KALAH INDAH &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;DENGAN SENYUM &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;b&gt;CANDAMU&lt;br /&gt;MEREKA MALU TERPAKU &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;kuciptakan sedikit romantisme&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;untuk merayumu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;dalam dekapanmu &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;aku merasa dunia dekat denganku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;cinta memiliki makna &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;dalam rasa dan cita-cita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;Ketika aku  hidup &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;aku memberiku seratus alasan &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;untuk menangis&lt;br /&gt;kau datang &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;membawa seribu alasan &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;untuk tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;Terimakasih atas senyum yang telah kau berikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1024618024247927976?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1024618024247927976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1024618024247927976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1024618024247927976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1024618024247927976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/04/pagi-dengan-sejuta-senyum-bidadari.html' title='pagi dengan sejuta senyum bidadari'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/Se0z1Y55YoI/AAAAAAAAADQ/lB6jbbwaw-w/s72-c/ASEM.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-3291102716114876566</id><published>2009-03-10T22:14:00.001-07:00</published><updated>2009-03-10T22:14:50.096-07:00</updated><title type='text'>asem</title><content type='html'>asem ya ga iso dibukak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-3291102716114876566?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/3291102716114876566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=3291102716114876566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3291102716114876566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3291102716114876566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/03/asem.html' title='asem'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-8024582049061701942</id><published>2009-03-10T22:06:00.001-07:00</published><updated>2009-03-10T22:07:52.005-07:00</updated><title type='text'>aku jatuh cinta</title><content type='html'>aku jatuh cinta&lt;br /&gt;pada matahari disiang hariku&lt;br /&gt;pada rembulan dimalam hariku&lt;br /&gt;pada embun diwaktu fajar&lt;br /&gt;pada bintang diambang malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari&lt;br /&gt;rembulan&lt;br /&gt;embun&lt;br /&gt;dan bintang&lt;br /&gt;semua bersujud kepadaku&lt;br /&gt;dan aku jatuh cinta padanya&lt;br /&gt;luar biasa&lt;br /&gt;masya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-8024582049061701942?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/8024582049061701942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=8024582049061701942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8024582049061701942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/8024582049061701942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2009/03/aku-jatuh-cinta.html' title='aku jatuh cinta'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-5520950654433530901</id><published>2008-12-02T22:53:00.001-08:00</published><updated>2008-12-02T22:53:41.082-08:00</updated><title type='text'>haluu</title><content type='html'>hay lama ga menyapamu sahabatku.....&lt;br /&gt;aku just mw cuthat&lt;br /&gt;sampai saat ini aku tidak bisa menangis&lt;br /&gt;karena aku selalu tertawa&lt;br /&gt;bagai siang yang tak pernah malam pada pertengahanya&lt;br /&gt;atau bagai malam yang tak pernah ada matahari pada pertengahanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi aku istiqomah dengan sikapku...&lt;br /&gt;diam&lt;br /&gt;tak bicara&lt;br /&gt;tau mengerti&lt;br /&gt;dan menguasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada sama sekali&lt;br /&gt;karena aku&lt;br /&gt;ada hanyan untukmu&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh iya sudah pada berkunjung ke situsnya gusmus belum?&lt;br /&gt;banyak komenku disana&lt;br /&gt;OK waiting 4 u r all!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam dari kampus net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh bentar lagi lebaran haji&lt;br /&gt;selamat lebaran haji ya... maaf lahir bathin&lt;br /&gt;nyate-nyate...............&lt;br /&gt;iwake akeh to ra?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-5520950654433530901?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/5520950654433530901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=5520950654433530901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5520950654433530901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5520950654433530901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/12/haluu.html' title='haluu'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-5676710006215165678</id><published>2008-09-08T11:14:00.001-07:00</published><updated>2008-09-08T11:14:29.100-07:00</updated><title type='text'>puasa pandana</title><content type='html'>cah pandana iki dalile poso&lt;br /&gt;mongko posonen&lt;br /&gt;ojo rak poso&lt;br /&gt;sak karepmu dewe piye?&lt;br /&gt; &lt;p lang="en-US"&gt;Iki dlil-dalil poso woconen  &lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;gathekke&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;ojo sak karepmu dewe..........&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;2. "Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa... " ( Al-Baqarah&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;: 185).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;3. " Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad ituadalah&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;utusan Allah. Mendirikan Shalat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari Muslim ).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin ' Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia berkata : Wahai Rasulullah beritakan&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadhan. Lalu orang itu bertanya lagi : Adakah puasa lain yang diwajibkan atas&lt;/p&gt;  &lt;p lang="en-US"&gt;diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada, kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudheng toooooo.&lt;br /&gt;(mbahe mesjid pandana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-5676710006215165678?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/5676710006215165678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=5676710006215165678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5676710006215165678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5676710006215165678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/09/puasa-pandana.html' title='puasa pandana'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1147096413135899016</id><published>2008-09-08T11:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T11:07:10.256-07:00</updated><title type='text'>pandana merdeka</title><content type='html'>warga pandana bergembira dengan datangnya ramadhan&lt;br /&gt;artinya keramaian malam di pandana akan sedikit hingar bingar dengan suara mercon dan klothekan nggugah saur.&lt;br /&gt;sudah tradisi...&lt;br /&gt;dan setidaknya itulah tradisi orang pandana nek wayahe puasa pasti akan ada klothekan.&lt;br /&gt;sebagian peserta klothekan adalah remaja yang notabene adalah remaja masjid, atau yaa mereka yang akrab dengan genk masjid. hehee.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mercon karena juga sudah mengakar dalam hati masyarakat bahwa puasa dan lebaran tanpa mercon akan hampa&lt;br /&gt;dan kita mengakuinya nek puasa kok hening wheee..... apa bedanya dengan hari-hari biasa&lt;br /&gt;itulah kita yang ingin menyemarakan ramadhan.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1147096413135899016?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1147096413135899016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1147096413135899016' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1147096413135899016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1147096413135899016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/09/pandana-merdeka.html' title='pandana merdeka'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1441199740500322162</id><published>2008-08-22T07:05:00.001-07:00</published><updated>2008-08-22T07:05:19.310-07:00</updated><title type='text'>agustus</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Agustusku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;agustusku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;merdekanya indonesiaku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;63 tahun usia indonesiaku dan aku tak pernah bisa mengerti&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;atau lebih tepatnya belum bisa mengerti kapan indonesiaku bisa bahagia dengan keadaanku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;apa yang bisa kulakukan untukmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;wahai indonesiaku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;dunia sungguh sangat baik padaku dan aku tak pernah bisa baik untuk dunia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1441199740500322162?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1441199740500322162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1441199740500322162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1441199740500322162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1441199740500322162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/08/agustus.html' title='agustus'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1124913184171473989</id><published>2008-07-27T21:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:55:06.548-07:00</updated><title type='text'>rajaban</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;kangen pasuryan paduka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;kanjeng nabi kang angon langit lan bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;kuthaning berkan lan ngelmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;endah tan ginaya ngapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;kekasihing gusti ingkang maha luhur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;ooo nabi nyuwun margi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cooper Black&amp;quot;;" lang="IN"&gt;tresna lahir trusing batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;lahik kui cah kantin diwacake geguritan macem iki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;mesthi do rak ngerti to?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;hehehe... pisan-pisan ada nuansa jawa di geng kantin banget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;biar keragaman pola pikir dan keaneka ragaman ini menjadi berkah. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Muhammad dilahirkan kedunia sebagai penyempurna akhlak manusia. baik itu akhlak kepada Allah yang berupa ibadah mahdhah atau langsung (sholat, wirid, dzikir), maupun ibadah yg ghoiru mahdhah / tidak langsung (sedekah, sholawat, dll). Akhlak kepada makhluk allah yaitu ciptaannya (selain Allah adalah ciptaan)seperti akhlak kepada sesama, lingkungan, kepada orang tua dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Muhammad sebagai penyempurna akhlak mengajarkan perdamaian dan cinta. salah satu ajaran yang saya amalkan adalah cinta dan mencintai sesama seperti mencintai diri saya sendiri, ketika seseorang sudah bisa mencintai maka yang akan keluar dari setiap apa yang dikatakannya pasti menyejukan hati, dengan kelembutan cinta yang bersemayam dalam hatinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sedemikian besar cinta Muhammad kepada umatnya sehingga saat beliau meninggal beliau menyebut &lt;i&gt;Ummati-ummati,ummati &lt;/i&gt;(umatku-umatku-umatku). bahkan besok ketika beliau dibangkitkan dari alam kematian yang pertama dicarinya adalah umatnya, figur pecinta sejati karena saking sayangnya pada umatnya sehingga beliau mencari dan menanyakan nasib umatnya. ekspresi cinta yang luar biasa besar dari seorang Muhammad manusia pilihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Muhammad sang inspirator dan Maiyyah ilmu yang takan pernah kering untuk ditimba berkahnya telah mencerahkan lebih dari sepertiga manusia di dunia. Bahkan namanya saja adalah nama paling populer di dunia sepanjang sejarah. ajaran cinta bagi para pecinta sejati yang rindu akan perdamaian didunia ini. Dimana dunia ini perdamaian sudah mulai terkikis karena kehilangan nilai-nilai cinta yang mulai terkikis oleh kecintaan kepada dunia dan harta benda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sudah sunatullah memang bahwa manusia akan cenderung mencintai harta, kehormatan dan wanita. Namuan sebaiknya kecintaan kepada kesemuanya itu menjadi jalan bagi memperoleh cinta dari Allah yang Rahim. Mencintai harta sebagai upaya memperoleh cinta dari Allah antara lain dengan menyedekahkan harta itu dijalan Allah. Bukankan semua manusia ingin kaya? Sedekah adalah jalan bagi manusia untuk memperoleh kekayaan hakiki. Tidak pernah ada berita dan ceritanya orang sedekah hidupnya kekurangan, yang ada orang pelit yang menjadi melarat banyak. Sedekah membuat hidup menjadi tenang dan tenteram maka bersedekahlah jika sayang pada harta sehingga harta itu akan menjadi jalan bagi meraih cinta dan sorganya Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika manusia mencintai kehormatan maka kehormatan itu hanya akan diperoleh jika manusia mau menjadi penabur perdamaian, penanam benih cinta dan penyebar kasih sayang didunia dimanapun berada. Kehormatan bukan karena besarnya kekayaan yang dimiliki, atau oleh karena tingginya ilmu, semua hanya wailah atau jalan. Kehormatan adalah bagaimana kita mencintai dan memuliakan, serta mendermakan semua yang kita miliki dijalan Allah. Kehormatan yang akan kekal dihadapan Allah. Kehormatan sejati yang akan diperoleh jika manusia menjalankan perannya dengan baik di dunia ini sebagai &lt;i&gt;kholifah fil ardi&lt;/i&gt;. Wakil Tuhan, pemimpin umat. Sebagai pemimpin manusia dituntut untuk adil, dan harus adil sebab dengan keadilan maka perdamaian didunia bisa ditegakkan dan ketika perdamaian sudah tegak maka cinta Allah akan bertabur di Bumi maya pada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kecintaan manusia yang selanjutnya adalah kepada wanita. Wanita diciptakan ole Allah sebagai pendamping kaum pria. Dibuat dari tulang rusuk sebelah kiri yang melindungi jantung dan hati, maka tugas wanita adalah melindungi jantung dan hati dalam keluarga yakni anak-anak dan suami. Yang memanaj rumah tangga adalah wanita dan nanti Allah akan menanyakannya diakhirat tentang itu. Makan wajarlah jika seorang pria mencintai wanita karena wanita dicipta dari bagian fisik kaum pria yang sangat &lt;i&gt;urgen&lt;/i&gt; fungsinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat Adam diturunkan kedunia dan dipisahkan dengan Hawa sambatnya sangat &lt;i&gt;ngaruwara&lt;/i&gt; (Amin Budhi Harjono: 2008). Sehingga setelah 40 tahun berpisah oleh Allah dipertemukan di Jabal Rahmah. Tanpa pasangan seorang pria akan kesepian dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjebak pada lingkaran kegelisahan. Sungguh ini adalah sifat manusia yang paling dasar bahwa cinta kepada wanita adalah sunatullah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mencintai makhluk pada hakekatnya adalah mencintai sang kholik karena penghargaan terhadap pembuat adalah kecintaan pada karya-karyanya. Marilah taburkan cinta dan perdamaian dalam rangka mencintai Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Moment 27 Rajab sebagai langkah awal menabur benih kasih sayang&lt;i&gt;. I Love U Full&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; hanya kasih Allah yang akan menyampaikan manusia kesorga.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1124913184171473989?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1124913184171473989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1124913184171473989' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1124913184171473989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1124913184171473989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/07/rajaban.html' title='rajaban'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-6507586688666374919</id><published>2008-06-20T21:13:00.001-07:00</published><updated>2008-06-20T21:31:10.339-07:00</updated><title type='text'>ikhlas</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Edisi 16 kemarin buletin at-taqwa menulis artikel tentang ikhlas, dan pada alinea pertama tertulis “semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas, karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukanya, tidak akan ada nilainya dihadapan Allah. Ikhlas ada dalam niatan hati, ikhlas adalah tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dan hanya berkonsentrasi kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mohon maaf!! Saya agak berselisih paham dan semoga Allah memberikan jalan kebenaran menuju keikhlasan dalam melakukan setiap aktifitas. Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ikhlas adalah maqam tertinggi niatan beramal seseorang, jadi sebelum sampai pada tingkatan ikhlas tentu ada cara untukbelajar ikhlas, sarana menuju ikhlas. Ekstrimnya lagi adalah sesuatu yang bisa kita berikan dengan kita mengatakan “saya ikhlas ko...” itu saja belum bisa dikatakan ikhlas karena masih ada unsur sedikit kata yang menggambarkan ingin diketahui bahwa dia ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ikhlas adalah sesuatu yang abstrak, tidak ada parameter yang jelas. Seperti halnya cinta. Orang tidak akan mampu menukur besarnya cinta kepada apapun itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Dengan adanya statemen bahwa akan percuma amal jika tidak ikhlas bukan berarti bahwa percuma amal yang telah kita lakukan dengan sudah payah. Sebab saya yakin bahwa sebelum pada keikhlasan yang bisa kita peroleh maka bisa jadi akan mendapat faedah atau manfaat. Apa hanya karena khawatir tidak ikhlas lantas kita tidak beramal dengan alasan tidak ikhlas sehingga tidak dapat pahala!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Apa dengan mengaharap pahala dari Allah lantas bisa digolongkan ikhlas?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Maaf harus ditekankan bahwa kita beramal semata karena Allah atau karena pahala Allah? Jika beramal karena Allah maka otomatis pahala akan didapatkan tapi jika beramal hanya karena pahala dari Allah?  Nahhh artinya masih ada sesuatu yang diharapkan selain dari Allah adalah pahala Allah. Ekstrimnya lagi adalah bayaran dari Allah. Lantas yang jadi pertanyaan adalah bagaimana beramal ikhlas yang benar?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mari kita berfikir terhadapnya!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Secara gampangan saat kita akan melakukan sesuatu lakukan saja dengan menyebut asma Allah tidak usah diperdulikan apa saya ikhlas atau tidak! Sebab jika mau berfikir keikhlasan maka yang tau hanya Allah dan hati pribadi kita sendiri.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Setidaknya logika yang saya gunakan bisa menjadi sebuah pertimbangan bahwa ada amal-amal yang kita lakukan walau dengan keikhlasan atau tidak ikhlas akan menjadi sesuatu proses pembelajaran menuju keikhlasan itu sendiri. Seseorang yang tidak pernah belajar beramal tidak akan pernah belajar tentang ikhlas. Minmal kita mendapat faedah dan manfaat dari amal itu. Misalnya adalah bershodaqoh. Memberi makan orang lapar yang membutuhkan. Saat memberikan mungkin kita ada sedikit rasa dongkol, dan itu indikasi ketidak ikhlasan namun kita tetap memberikanya. Makanan tersebut lantas dimakan oleh si fulan yang sedang lapar, sehingga dia kemudian kenyang. Lantas si fulan berdoa kepada Allah untuk kita yang memberi makanan (walau mungkin tidak ikhlas) dengan doa tulus...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;atau dengan analogi lain. Kita beramal membersihkan mesjid, mengepel, menyapu dll, dilakukan dengan katakanlah tidak ikhlas taruhlah karena tidak ada materi yang diperoleh. Semua tidak mempengaruhi untuk membersihkan masjid walau dengan dongkol tetap dikerjakan. Manfaatnya mesjid menjadi bersih, dan orang-orang bersujud dan berdoa kepada Allah. Semua mungkin dilakukan dengan  maaf tidak ikhlas karena tidak ada yang lain yang mengerjakanya tapi tetap dikerjakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Adalagi cerita dari tuban jawa timur, saat ada pembangunan mesjid yang rusak panitia sudah membuat proposal dan disebarkan kepada penduduk agar mereka menyumbang seikhlasnya untuk pembangunan masjid. Dan ternyata setelah sekian tahun mesjid belum juga diperbaiki karena dananya kurang. Hal tersebut terjadi karena penduduk hanya menyumbang 10.000-20.000. coba saja andaikata tanpa kata-kata seikhlasnya, atau ekstrimnya sumbangan minimal 100.000 ikhlas atau tidak ikhlas. Nah...tuuu.... mungkin sudah berdiri jadi itu mesjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Rasulullah SAW menceritakan ada seseorang yang hanya karena menyingkirkan sepucuk duri dari tengah jalan, maka kepadanya diganjar dengan rahmat oleh Allah SWT, sehingga meraih surga. Kok bisa begitu? Ternyata pada saat dia memungut duri itu, hatinya teramat ikhlas. Dia tidak ingin duri itu mencederai para pengguna jalan. Jadi jangan dianggap remeh satu amal yang nampak kecil yang bisa kita lakukan sepanjang niatnya ikhlas. Sebab siapa tahu karya kita seperti itu, insya Allah bisa disamakan seperti kisah si Pemungut Duri di atas. Bukankah Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya rahmat Allah, dekat kepada orang yang berbuat baik." Disini Allah tidak menyebut besar kecilnya perbuatan baik itu. Misalnya memadamkan lampu neon di rumah kita yang seharusnya tidak perlu menyala di siang hari. Atau memungut puntung rokok dan memasukannya ke dalam bak sampah. Atau menggunakan kertas yang seharusnya sudah dibuang untuk dijadikan kertas konsep. Juga ketika membuang sisa makanan, niatkan untuk makanan hewan atau ikan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Jadi ada kemungkinan sebelum kita ikhlas ada proses waktu lama sehingga amal menjadi ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mari berkarya dengan &lt;i&gt;bismillah &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;ikhlas atau tidak ikhlas kerjakan kebajikan. Mulai dari hal kecil saja. Untukberlatih beramal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt; &lt;i&gt;Wallahua'lam. &lt;/i&gt; &lt;/p&gt; &lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-a50ed7562d945432" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da50ed7562d945432%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331903476%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D558399217A33E47A809C541D93B7262D6C2096B6.71CC4EBE0577E65AA8C8DC0D8F0DEC3B88B22047%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da50ed7562d945432%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D9UpO4lhodK29G9MFS7jzMVYuNs0&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Da50ed7562d945432%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331903476%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D558399217A33E47A809C541D93B7262D6C2096B6.71CC4EBE0577E65AA8C8DC0D8F0DEC3B88B22047%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Da50ed7562d945432%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D9UpO4lhodK29G9MFS7jzMVYuNs0&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-6507586688666374919?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=a50ed7562d945432&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/6507586688666374919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=6507586688666374919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6507586688666374919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/6507586688666374919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/06/ikhlas.html' title='ikhlas'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-4114399783407377188</id><published>2008-06-16T11:54:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T11:57:33.725-07:00</updated><title type='text'>wayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DsqTWQp8w8I/SFa3OC3D3EI/AAAAAAAAABw/EFIBFMOmcw0/s1600-h/Bagong-Banyumas.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DsqTWQp8w8I/SFa3OC3D3EI/AAAAAAAAABw/EFIBFMOmcw0/s400/Bagong-Banyumas.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212555070641790018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;kemaren saya nonton wayang di RRI semarang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;panut dari banjar negara yang menjadi dalang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;wahyu cakraningrat yang menjadi lakon wayang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;ditonton oleh tidak banyak orang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;hanya sekitar 50 orang saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;RRI bekerja sama dengan partai gerindra, gerakan indonesia raya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;wayang adalah budaya nenek moyang indonesia asli.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;walau ceritera wayang sendiri disadur dari india karena ajaran hindu yang lebih banyak mempengaruhi cerita wayang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;sebagai orang yang lahir dijawa dan dilahirkan pada keluarga yang berdarah seni maka wajar jika saya suka wayang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;mendengar siaran di RRI sabtu siang saya lengsung berencana malam mingguan saya mau nonton wayang saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;dan benar malamnya saya berangkat dan saat akan berangkat saya ditanya oleh teman saya, mau kemana? mau nonton wayang jawabku. dan itu ditanggapi dengan jawaban kayak wong tuo wae nonton wayang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;yah benar kebanyakan anak muda menganggap bahwa tontonan wayang adalah tontonan kaum tua, ketinggalan jaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;padahal inilah indonesia kita budaya wayang yang sebentar lagi mungkin akan bernasib malang karena tergusur oleh budaya universal. dalam hal ini amerika yang menguasaii. dan kalu tidak diuri-uri maka akan hilang dari seantero negeri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;selang beberapa menit saya sampai di RRI dan wayang sudah mulai, lakon yang dimainkan adalah wahyu cakraningrat. menurut pak dalang wahyu cakra ningrat adalah wahyu kepemimpinan. siapa yang mendapat wahyu ini akan memimpin atau menurunkan anak yang akan memimpin tanah jawa.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;dalam adegan pewayangan adalah samba, lesmana mandrakumara, dan angkawijaya atau abimanyu yang bertapa di hutan kendalisraya untuk mendapat wahyu cakraningrat ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;adalah betari durga dari pasetran gandha mayit yakni dewinya para raksasa perempuan yang berwatak jahat. menyuruh anak buahnya agar membunuh siapa saja yang mendapat wahyu cakraningrat agar wahyu itu bisa diterima oleh anaknya. maka dua raksasa ditya kalabendana dan tumenggung kala murka memimpin barisan raksasa, mereka bertigas membunuh samba dan abimanyu  yang sedang bertapa. kala itu dijaga oleh Antasena dan setyaki. Antasena berjaga diluar sedang setyaki didalam. antasena berhadapan langsung dengan para raksasa dan kemudian terjadi perang antara Antasena dan kalabendana, antasena menang dan kalabendana terbunuh. hal itu membuat raksasa mengamuk sehingga antasena wadul atau minta bantuan kepada Werkudara. alhirnya werkudara mengobrak abrik kawanan raksasa dan kalahlah para raksasa&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;dikahyangan suralaya wahyu cakraningrat yang oleh pak dalang digambarkan dengan seorang pemuda tampan,, sudah ditundung agar segera turun ke marcapada dan masuk keraga orang yang siap menerima wahyu. bthara narada menasehati agar wahyu cakra ningrat merasuk kepada orang yang benar mulia lahir batin, bersih dan suci. akhirnya dengan diiringi betara narada wahyu cakraningrat turun ke bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;dibumi laksmana mandrakumara bertapa dijaga oleh patih sengkuni dan begawan durna. namund alam bertapa lesmana bukanaya menahan makan minum namun banyak mekan sehingga dia tertidur. wahyu cakra ningrat masuk kedalam wadag lesmana. Durna mengetahui hal itu karena durna adalah begawan sakti dan durna memberi tahu sengkuni maka segera mereka membangunkan lesmana dan bersuka cita. durna memberi nasehat kepada lesmana agar berhati-hati menjada wahyu cakraningrat agar tidak keluar dari badanya. caranya adalah tidak boleh mo limo atau berbuat yang tidak terpuji. lesmana mengatakan sanggup. betari durga menegtahui bahwa lesmana telah mendapat wahyu maka dia menggodanya. dan lesmana pun tergoda dan wahyu cakraningrat keluar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;keluarnya wahyu cakraningrat menuju kearah samba. yang kala itu dijaga oleh baladewa, baladewa tau bahwa samba telah menerima wahyu cakraningrat sehingga dia menasehati agar samba jangan berbuat mo limo&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;wahyu cakraningrat ini adalah wahyu para pemimpin dimana dalam realitas jawa tengah akan menghadapi  pemilu untuk memilih gubernur jateng. harapannya adalah agar gubernur yang jadi nanti adalah orang yang benar. dan membela para seniman.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;demikian sekilah tentang wayang yang mulai sepi peminat dan penontonya. wahay pembaca yang budiman mari kita bersama melestarikan budaya nasional bangsa kita. berusaha mencintainya&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-4114399783407377188?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/4114399783407377188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=4114399783407377188' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4114399783407377188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4114399783407377188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/06/wayang.html' title='wayang'/><author><name>Kang Didin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08252326131205793704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DsqTWQp8w8I/TU65esoQMxI/AAAAAAAAAFM/RxzMrJo8TcY/s220/KD.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_DsqTWQp8w8I/SFa3OC3D3EI/AAAAAAAAABw/EFIBFMOmcw0/s72-c/Bagong-Banyumas.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1492301812911505345</id><published>2008-06-13T03:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T03:10:22.524-07:00</updated><title type='text'>Halus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJHFcz20eI/AAAAAAAAACQ/z3acmPhaPWI/s1600-h/DSCN0502.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJHFcz20eI/AAAAAAAAACQ/z3acmPhaPWI/s400/DSCN0502.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211305877779698146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Halus&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menasehati orang keras juga tidak boleh dengan kekerasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hahaha  ternyata karakter orang keraspuin bila dinasehati dengan kekerasan tidak akan nyambung. Banyak hal yang harus dipertimbangakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pengalaman ini terjadi siang ini selesai jum'atan saya dan beberapa kawan duduk santai di teras mesjid. Karena saya merasa ada yang tidak beres dengan manajemen mesjid saya mengutarakan sebagai bahan pertimbangan beberapa teman. Termasuk didalamnya kritik terhadap marbot. Ternyata jadi marbot juga menghadapi dilema yang cukup tragis hehehe.....&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kadang keikhlasan harus berbenturan dengan kemarahan dan kejengkelan, akibat rasa iri dengki cemburu, kesed dumeh dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saa melihat satu dua orang yang rajin dan satu dua orang yang kesed. Ini membuat benak saya dipenuhi kalimat lha ini ada ketidak harmonisan dalam menjalankan tugas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Prinsipkeadilan dan keikhlasan berbenturan dan itu miris sekali...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;yang rajin mengharap ada keadilan supaya  kebijakan sama-sama menjalani tugas, tapi yang kesed bilang kalau kalau gak ikhlas ya sudah ga usah dijalankan saja.....&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wahhh ini ada yang nggak bener...........................&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sedikit keras saya berkata bahwa beramaljangan pikirkan ikhlas atau tidak ikhlas dulu, sebab kemauan menjalankannya saja sudah menjadi pelajaran berharga? Sebelum samapai pada maqan ikhlas ada tataran faedah minimal kita mendapat faedahnya. Walau tidak ikhlas.......&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wheeee malah sampai kerengan .....&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak tinggal minggat. Wong wis podo tuwoneeeee.......&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1492301812911505345?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1492301812911505345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1492301812911505345' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1492301812911505345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1492301812911505345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/06/halus.html' title='Halus'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJHFcz20eI/AAAAAAAAACQ/z3acmPhaPWI/s72-c/DSCN0502.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-3269655318496954049</id><published>2008-06-13T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T03:05:22.489-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJGUTbfDPI/AAAAAAAAACI/nzG2DkYnqYo/s1600-h/IMG_0068.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJGUTbfDPI/AAAAAAAAACI/nzG2DkYnqYo/s400/IMG_0068.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211305033447967986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kayane inyong mung arep aweh ular-ular sing ora patia muthu, mung ngengingi kahanan jaman sing saya maju saya ilang tatanane.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nembe wingi aku nonton tetater wayang kloning lakone wahyu semar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;apik jane tata lampune gending pengiringe lan nayogone jane ya wis tek anggep pas, wong kelase amung kelas mahasiswa. sing senajana gelem dolanan tetater ning tetep mengko nek wis lulus yaaa ilang maning teatrikalismene. dadi wektu sing paling 6 tahunan apa patang tahunan umpamane kon kaya teater lingkar utawane dinasti kan yaa ora bakal bisa.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lakon wahyu semar sing didadar mau ketone koh ngrusak pakem, apa pancen kahanan sing seprana seprene wis jan rusak temenan nganti lakon wayang bae pakeme dirusak. padahal singg nggarap yaa mahasiswa song sing lewih duwur ilmune tumrape nyong.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dadi marakna inyong duwe pikiran angger nang mahasiswa bae pakem de rusak apa maning nang nggone masyarakat. lha terus nyong arep nonton teater sing ana pitutur sing nggenah nagendi maning?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;apa kudu sepethil-sepethil golehe met ilmu nang babagan ke teateran?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sedulur banyumas pada wayang utawane kethoprak kue budayane awake dewek sing kudune diuri-uri, di tum aja nganti kenang penyakit sing marakna budhaya mau terus dadi rusak kaya rusake kayu depangan rayap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wahyu semar kui nyritaake rama bergawa, arjuna sasra bahu, karo dasamuka. ora usah dijlentrehna mundak sing tek maksud ora kena.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nah teater mau tek tonton nganti tancep kayon. seteruse ana diskusi sedela babagan teater mau.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;terus aku takon karo sutradarane babagan nilai pesan sing ana nang njerone pementasan mau, lha jebul malah sutradarane dewek njawab.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"aku ora mentingna nilai sing penting hiburane" waduh.........&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"nek kaya kie ta repot" ning kalimat kue ora tegel metu kan cangkemku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;terus nek ngrusak pakem?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sutradarane lha wong aku bae ora ngerti pakem?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;whe lah dallah terus nulis crita wayang ning ora ngerti pakem, kepriwe enggane.........&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bingungggggg.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;janjane aku mung kudu ngomong nek pakeliran utawanae kethoprak kue jane panggung sing nggambarake lakone urip, kadang ora mung asal nggawe dadi pentas tapi kudu ngemu pitutur jer sing nonton pada nduweni pengerten anyar sak wise nonton wayang utawane kethoprak, yaa teater mbarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dudu kok keminter.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-3269655318496954049?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/3269655318496954049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=3269655318496954049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3269655318496954049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3269655318496954049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/06/kayane-inyong-mung-arep-aweh-ular-ular.html' title=''/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SFJGUTbfDPI/AAAAAAAAACI/nzG2DkYnqYo/s72-c/IMG_0068.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-9053252485745205188</id><published>2008-06-08T02:42:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T02:46:56.647-07:00</updated><title type='text'>posting menehhh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SEuqexe_1bI/AAAAAAAAACA/lCrHxg224Zs/s1600-h/SSA40225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SEuqexe_1bI/AAAAAAAAACA/lCrHxg224Zs/s400/SSA40225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209444839640257970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"FaInna ma'al'usri yusron Inna ma'al'usri yusro"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersama kesulitan ada kemudaha, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersabarlah dan ikhlas menerima setiap ekspresi cinta dari Allah. mudah-mudahan semua menjadikan kita semakin dewasa...!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-9053252485745205188?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/9053252485745205188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=9053252485745205188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/9053252485745205188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/9053252485745205188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/06/posting-menehhh.html' title='posting menehhh'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SEuqexe_1bI/AAAAAAAAACA/lCrHxg224Zs/s72-c/SSA40225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-3961394869545331710</id><published>2008-04-18T19:45:00.001-07:00</published><updated>2008-04-18T20:14:24.835-07:00</updated><title type='text'>spiritual tour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SAljB_8zfYI/AAAAAAAAABo/0MTyh3mcS-w/s1600-h/IMG_0439.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SAljB_8zfYI/AAAAAAAAABo/0MTyh3mcS-w/s400/IMG_0439.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190788931518692738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hay setelah lama ga posting akhirnya saya mesti kembali untuk menulis beberapa hal yang ingin saya ungkapkan di blog masjid attaqwa pandana merdeka.&lt;br /&gt;besok rencananya takmir akan mengadakan ziarah ke maqam sunan ampekl di jawa Timur, maka dari itu saya ingin menulis tentang ziarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peserta rencananya adalah sejumlah 70 orang dengan 10 wanita yang lain pria ditambah sopir dan ajudan berarti 73 anak-anak ga diitung. dari ke 73 orang peserta ada beberapa remaja yaa sekitar 5 dan termasuk saya.&lt;br /&gt;itu prediksi saya saja sebeb kita belum tau secara keseluruhan sehingga minggu depan anda harus membuka blog ini lagi untuk dapat mengetahui laporan saya secara lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya sih sebelum mengadakan ziarah ke tempat lain maka yang akan ditujupertama kali adalah makan suinan kali sebagai juru kunci keilmua jawa. saya yakin juga besok akan sungkem dulu ke sunan kali, jika tidak ingin disebut nglewah dari padatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke topik awal bahwa tour kali ini didanai oleh KH Endro sebagai ketua takmir. be positif ini adalah uang pribadi yang di hibahkan sebagai sarana mempererat ketakmiran dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak tahu masalah makan nanti saya yakin tetap ada, walau sekali karena hanya akan dilaksanakan satu hari saja jadi malam senin sudah ada dipandana lagi.&lt;br /&gt;jadi rencananya minggu pagi peserta berkumpul dan berangkat sebelum jam 6, tempat utama yang mejadi sasaran tujuan adalah ngampel. paling jauh. selanjutnya adalah yang dilewati yang diampiri. (maaf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ziarah kubur adalah bentuk rasa cinta dan bhakti kita kepada orang yang telah berjasa menyebarkan agama islam di negeri jawa(saya sengaja tisak menyebut indonesia).&lt;br /&gt;apa yang dilakukan peziarah di maqam&lt;br /&gt;1. membaca doa, berdzikir.&lt;br /&gt;2. membaca yasin dan tahlil.&lt;br /&gt;3. nyekar&lt;br /&gt;4. ngalap berkah.&lt;br /&gt;5. minta didoakan (karena dalam beberapa versi pendapat wali-wali ini memiliki kedekatan dengan Allah sehingga wasilah waliyulah ini menjadi jalan terkabulnya doa.)&lt;br /&gt;6. meminta doa restu&lt;br /&gt;  ini paling banyak dilakukan oleh mereka -mereka yang memiliki hajat, baik itu jodoh, nikah, pingin kaya, mau ujian, pingin jadi PNS, dll.)&lt;br /&gt;7. sekedar pingin tahu, karena memang belum tau maqam-maqam ini mereka hanya sekedar mempernahkan diri, agar menjadi pernah mengunjungi tempat yang dimana sebagian orang pernah mengunjunginya sehingga jika belum pernah maka tidak punya cerita tentang tempat yang dimaksud.&lt;br /&gt;8 dll maka masih banyak maksud yang tidak terinventarisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ziarah adalah bentuk dzikir maut ingat kepada ajal sehingga dalam beberapa waktu kemudaian menjadi orang baik yang taat beragama dalam rangka mempersiapkan diri untuk menemui Allah setelah melewati pintu kematian. jadi dengan berziarah kita diingatkan untuk mati, bahwa yang hidaup akan mati dan menjadi tumpukan tanah dimakan cacing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;raulullah pernah melarang karena khawatir akan terjadi penyembahan terhadap kuburan, maka setelah mantapnya keimana umat islam rasul pun memperbolehkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yakin dalam setiap ziarah tidak ada unsur kemusyrikan yang ada karena semua dilakuka dalam rangka mengingat Allah dan mendoakan ulama yang telah meninggal untuk mengenang jasanya. msebagai nrasa cinta kepada yang telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pikir itu dahulu saja pemikiran ini semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pojokan kampus IAIN.&lt;br /&gt;19 April 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-3961394869545331710?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/3961394869545331710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=3961394869545331710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3961394869545331710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/3961394869545331710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/04/spiritual-tour.html' title='spiritual tour'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/SAljB_8zfYI/AAAAAAAAABo/0MTyh3mcS-w/s72-c/IMG_0439.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-5037464237188881644</id><published>2008-04-06T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-04-06T19:52:01.999-07:00</updated><title type='text'>Pandana Merdeka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_mMBIqhlpI/AAAAAAAAABU/mEdQy4_6VLY/s1600-h/KB+arum.jpg+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_mMBIqhlpI/AAAAAAAAABU/mEdQy4_6VLY/s400/KB+arum.jpg+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186330397027440274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;selamat datang dan selamat membaca blog kita ini warga pandana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hari ini mau posting beberapa pikiran tentang&lt;br /&gt;1. adanya penampakan dipojokan pandana&lt;br /&gt;2. terganggunya Ibadah sholat karena aktifitas digedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pertama.&lt;br /&gt;1. penampakan di RT 03. tepatnya dirumah yang dahulunya ditinggili oleh keluarga NH Dini, dipaling ujung sebelah barat daya perumahan pandana. beberapa hari lalu teman saya sholeh dan chafidhoh. menginap disana karena rumah itu sekarang ditinggali oleh mereka. ceritanya begini:&lt;br /&gt;pemilik rumah: M Ashary dan isterinya Risma Dewi Kumalasari. masuk warga RT 03 RW 03. beberapa tahun silam. dan sekarang karena kesibukan Ashari di SMP Isriyati dan TPQ di pasadena sehingga mereka tinggal dipasadena. dan Risma karena ngantor di MAJT sekarang dia kost di kawsan MAJT. kekosongan rumah dimanfaatkan oleh keluarga Ashari, mba Afifah dan lainya: sholeh, ghofar, dan beberapa teman putri yang sudah akrab. saya kebetulan akrab dengan mereka karena sesekali mereka kehabisan air dan mandi di masjid. dan kadang kerena harus menunggu kunci rumah sehingga mereka menunggu si pembawa kunci dimasjid sambil berjamaah.&lt;br /&gt;   pada suatu hari dibulan maret tepatnya ahir maret. karena kebetulan si sholeh membawa kunci dan yang lain pada tidak pulang ahirnya si sholeh ini memberanikan diri tidur dirumah dengan chafidhoh pacarnya. sorenya saya sempat mengobrol juga denganya diserambi masjid.&lt;br /&gt;   keesokan harinya saya kebetulan mengaji di simpanglima dan harus pulang pagi karena mengikuti pengajian Gambang Syafaat. tiap tanggal 25 nasional, saya mendengar cerita dari kawan saya bahwa tadi malam terjadi insiden penampakan di rumah pojok yang ditempati sholeh. nah analisa saya adalah begini:&lt;br /&gt;saya sebagai manusia sekaligus makhluk Allah, sepenciptaan dengan golongan jin. golongan jin ini sesekali juga ingin berkomunikasi dengan manusia yang dianggap mengganggu tempat tinggalnya. mingkin secara kebetulan si Ashari dan keluarganya ini menempati rumah berdampingan dengan tempat tinggal jin ini. naah sudah barang tentu karena manusia tidak mampu melihat golongan jin dan jin mampu melihat golongan manusia maka yang akan merasa terusik pertama adalah golongan jin ini. manusia juga tidak bersalah karena memang kemampuanya terbatas dan tidak mampu melihat rumah jin dengan mata telanjang. nah bagaimana seharusnya? belum akan saya jawab.&lt;br /&gt;sholeh (menurut penuturan teman saya) jam tiga pagi belum bisa tidur sementara si chafidhoh sudah terlelap.(saya tidak akan ber dzon yang buruk dengan mereka yang tinggal serumah belum menikah. itu saya kesampingkan).  nah  jam tiga pagi mereka melihat penampakan dari golongan saudara kita sepenciptaan, sebagai makhluk sang kholik. sehingga karena ketakutanya sehingga si sholeh berinisiatif bermalam simesjid saja. ya saya lebih sepakat melihat kejadian ini dari sisi positifnya saja. yakni bahwa pnampakan mereka menjadi sebuah nasehat bagi kita. silahkan anda pahami sendiri.  yang kedua bagi sholeh tentu ini menjadi pelajaran berharga agar tidak berduaan disatu rumah dalam keadaan sepi dari penghuni yang lain. saya memahaminya sebagai sebuah nasehat dan kunjungan sesama saudara sepenciptaan. wamaakholaktul jinna walinsana illa liya'buduun. dan  tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku.(kata Allah). saling menjaga antara manusia dengan  jin tentu menjadi sebuah harmoni yang sangat indah dihadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 terganggunya kekhususan sholat karena aktifitas digedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah beberapa minggu ini gedung serba guna RW 3 pandana merdeka menjadi kawasan yang sangat ramai karena dipakai guna keperluan olahraga, mentenan, dan aktifitas lain. namuan paling banyak adalah aktifitas olah raga baik itu Voly, badminton, footsal. aktifitas voley ini kadang memakan waktu samapi malam dan melewati waktu maghrib . dan saat warga PAndana sedang melaksanakan ibadah sholat maghrib dengan kekhusuan tertentu merasa terganggu dengan keramaian yang ditimbulkan akibat latihan voley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya memebrikan analisa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu dilaksanakanya koordinasi yang baia antara rw dan takmir, keasyikan bermain voley jangan sampai menimbulkan ketidak  khusukan masyarakat yang sedang beribadah. sebenarnya takmir sudah memebarikan solusi namun belum di florkan dengan pemakai gedung bahwa disaat adzan sampai dengan sholat selesai dilaksanakan kegiatan digedung bisa dinonaktifkan sebentar saja, untuk menghormati mereka yangs edang menghadap Allah.&lt;br /&gt;saya pikir jika sudah ada kesepakatan yang baik satu sama lain tidak akan merugikan pihak manapun. dalam kehidupan sosial saling menghormati tentu menjadi prinsip yang harus dijnujjung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian hari ini posting saya thanks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;chamber no 2 kampus net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mbahe mesjid pandana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-5037464237188881644?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/5037464237188881644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=5037464237188881644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5037464237188881644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5037464237188881644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/04/pandana-merdeka.html' title='Pandana Merdeka'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_mMBIqhlpI/AAAAAAAAABU/mEdQy4_6VLY/s72-c/KB+arum.jpg+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-291091254632779390</id><published>2008-04-02T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T22:23:47.545-07:00</updated><title type='text'>FITNA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_Rmv4qhloI/AAAAAAAAABM/vJJPuvmm7OQ/s1600-h/Picture+014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_Rmv4qhloI/AAAAAAAAABM/vJJPuvmm7OQ/s400/Picture+014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184882043860915842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILM FITNA FITNAHHH?!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedulurku seiman dan seagama.....!!!&lt;br /&gt;sungguh keji beberapa orang yang telah menghina Islam dengan kebodohan mereka. mereka ingin menggambarkan sesuatu dengan khayalan mereka. tak mungkin bisa....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini beberapa tulisan saya yang sengaja saya ambil dari beberapa situs di Internet &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-bottom: 0cm;" align="left"&gt; Sejak Rabu lalu (5/3), situs web yang akan menayangkan film anti Al Quran &lt;i&gt;FITNA&lt;/i&gt; buatan politisi Belanda, Geert Wilders, sudah bisa diakses di alamat &lt;i&gt;fitnathemovie&lt;/i&gt;.  &lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-bottom: 0.5cm;"&gt; Saya sudah sempat melihat juga tayangan film Fitna walau hanya 15 menit saja tapi sungguh telah mampu menggugah dan mengetuk hati saya. Serta bagaimana opini saya tentang pandangan kaum yang segolongan denga Geert Wilders. Bagi saya dia adalah Ibls berbentuk manusia. Wis to ga usah neko-neko dengan membuat film nek berani mbok adu argumen saja lebih cerdas dan tentu lebih bisa disambut hangat.&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Tidak banyak yang bisa dilihat pada situs itu, dengan latar belakang berwarna hitam, tampil teks 'Geert Wilders presents Fitna - Coming Soon'. Selain itu juga tampil gambar Al Quran bertuliskan teks Arab Allahu Akhbar. Gambar kepala orang dengan sorban Bom. Iki sing pantes nganggo kan yooo...raimu kuwi Geert.&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Dua pekan lalu, Wilders, Pemimpin Partai untuk Kebebasan PVV, telah menyatakan akan menayangkan filmnya lewat internet, seperti dikutip dari Radio Nederland, Jumat (07/03/08).&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Wilders juga tengah berunding dengan sejumlah lembaga penyiaran tentang penayangan filmnya itu. Selasa lalu (04/03/08), Wilders menyatakan bersedia menunjukkan filmnya kepada koordinator nasional pemberantasan terorisme, Tjibbe Joustra, sehari sebelum ditayangkan, karena alasan keamanan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Lha ngono kui tok anggep aman??? aman ndasmu peang?!!!. kalau umat islam didunia marah lha terus kemarahaan umat islam digunakan oleh sekelompok orag untuk membuat teror, dengan alasan telah terhinanya islam oleh FITNA, lantas amerika menyatakan memerangi terorisme. Ngono kui akal-akalanmu wae.....&lt;/p&gt;  &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;ojo-ojo koe malah arep nggawe perkara tok. Iya to?&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Ming arep nggawe alesan dinggo ngantem Islam?&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Terus geert depe-depe ngadep karo Bose pembrantas teroris, etrus rapat-rapat karo sing jane tujuane podo karo koe geert.&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Dan dengan alasan tersebut, Wilders ingin mendapat jaminan, filmnya tidak akan dilarang diputar. Wilders juga menegaskan filmnya tidak melanggar hukum Belanda. Meski bisa jadi film Wilders akan mengguncang muslim di seluruh dunia. Ftna sekarang bukan hanya mengguncang dunia bahkan akan semakin memperkeruh keadaan. Wis to percoyoo, delo engkas opo meneh sing bakal keadaden....&lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;ora mung aku.  &lt;/p&gt; &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;Lha wong aku sing ga ngerti opo-opo krungu crita FITNA wae gemlethek nesu llha apa maneh sing ngerti, dan punya kapabilitas punya kemampuan melawan dan menentangmu. Modar koe....&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Allahu Akbar !!! (Allah maha besar) Bagaimana mungkin manusia (mahluk kecil) dapat membela yang maha BESARRR ???&lt;br /&gt;Terbalik kali yeah ??! Seharusnya kita yg memohon supaya Allah membela kita. Karena Allah maha segalanya maka dia paling tau apa yg harus diperbuatNya.&lt;br /&gt;Contoh soal, kalau kita ada masalah kemudian dibela oleh anak tk, malu gak ? Nah... sedangkan kita aja tau malu apalagi Dia.&lt;br /&gt;Tapi gak usah kuatir, sebenarnya Allah sudah berbuat sesuatu untuk kita di Aceh (satu- satunya propinsi yang memberlakukan hukum syariat di negara kita)&lt;br /&gt;lewat tsunami, kita diajak untuk introspeksi diri, peace to all...  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;ini komentar beberapa teman, yang mengajak peace atawa damai.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Sesungguhnya Allah ingin memuliakan Islam denga cara diplotroi sedemikian rupa. Saya ingin berkata pada anda apa kira-kira reaksi nabi Muhammad SAW jika beliau mengetahui hal ini? Tentu akan lain reaksinya ketika dipadankan dengan reaksi sahabat Abu Bakar, lain pula denga Umar, usman dan Ali. Dan lan lagi dengan sahabat yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Umar pasti akan bereaksi dengan mencabut pedang, Ali tidak akan ketinggalan. Sementara Abu Bakar memmegangi, usman memberi dorongan da nabi karena beliau berpikir maka pasti akan ngedem-dem Umar dan Ali. Serta sahabat lain yang tentu akan segera mencabut pedang ketika aqidahnya dihina.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Karena kita bukan sahabat, apalagi nabi. Kita hanya bisa pasrah dan marah. Serta memohon ampunan dan berdoa kepada Allah. Padahal dalilnya jelas. Hadist mengatakan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;“manroa minkum munkaro falyughoyiru biyaadihi fa il lam yastati fabiliisanihi failamyastati fabiqolbihi fa dalika ad'aful iman” barang siapa melihat kemunkaran hendaklah mencegah dengan tanganya, bila tak bisa dengan lisannya bila tak bisa dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Lantas jika kita mampu berbuat untuk mencegah dengan kekuatan kita harus kita cagah. Dengan melawan menggunakan kekuatan. Tapi kadang-kadang orang yang melawan dengan kekuatan kita anggap sebagai teroris dan kita yang hanya mampu berteriak dengan lantang hanya bisa berdoa saja. Sudah dianggap gugur kewajiban???&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;kita ,masih sangat lemah karena hanya bisa berdoa dan berkata saja. Iya kan???&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Jangan sampai keyakinan kita sebagai muslim terkoyak oleh perbuatan orang yang sebenarnya tidak mengerti dan tidak meyakini kitab suci Alquran. Kita mesti bersyukur bahwa Nabi Allah Muhammad SAW telah menyampaikan risalah2 Allah sehingga kita diberi penerangan. Karena itu jangan terpengaruh oleh perbuatan si Mr. Geert Wilders yang sok tau dengan apa yang telah menjadi tuntunan hidup kita sebagai muslim. Tidak ada yang lebih baik dari Meyakini dan Meng ilmui Alqur'an dan Alhadits. Nabi berpesan supaya kita kaum muslim tetap bersatu dan menjaga kerukunan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Iya saya sepakat itu, ngapain kita lantas dipusingkan dengan keadaan yang menghina islam en toh entar kalo mereka sudah bosen juga akan berhenti sendiri. Lha ngenteni bosene iwak nang banyu kapan?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pojokan kampus IAIN&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;fakultas dakwah &amp;amp; Masjid At Taqwa Pandana Merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;3 April 2007.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;Waalahua'lam bishowab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-291091254632779390?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/291091254632779390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=291091254632779390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/291091254632779390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/291091254632779390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/04/fitna.html' title='FITNA'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_Rmv4qhloI/AAAAAAAAABM/vJJPuvmm7OQ/s72-c/Picture+014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-162872465299773175</id><published>2008-03-30T19:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T19:53:32.845-07:00</updated><title type='text'>SERAT, SASTRA JAWA,  untuk refrence pribadi dan sedulur yang cinta suka Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BPzIqhlnI/AAAAAAAAABE/Ij3DdhAy-qc/s1600-h/2R+%283%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BPzIqhlnI/AAAAAAAAABE/Ij3DdhAy-qc/s400/2R+%283%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183730911021209202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini ada saya kasih beberapa serat tentang jawa....&lt;br /&gt;saya down load karena saya suka jawa. semoga bagian ini bermanfaat atau setidaknya pernah bermanfaat bagi kawan kawan yang suka dan sayang dengan jawa...&lt;br /&gt;dan satu lagi supaya saya tidak menghujat terus keberadaan beberapa orang yang terlalu serakah, setidaknya dalam beberapa parameter saya heheheheh........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yakin jika diamalkan beberapa serat ini juga bisa mengantarkan  manusia kejalan Allah SWT. insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT CEMPORET&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;karya : Pakubuwono IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Songsoggora (payung agung) sebagai lambang keselamatan, bagaikan winidyan (dikaruniai pengetahuan) yang sesuai benar dengan apa yang diidam-idamkan, namun tetap ringa-ringa (ragu-ragu) sewaktu menggubah, karena tidak darbe (memiliki) kemampuan yang tinggi, sehingga terlebih dahulu harus angruruhi (mencari) kerisauan batin, dan jaga (menjaga) angkara murka, seraya mohon luwaring (semoga terbebas dari) kesedihan, agar jangan kongsi (sampai) bingung dalam menyusun jalannya cerita ini, dan demikianlah cerita ini ginupita (digubah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya buku cerita ini disusun atas kehendak Sri Baginda IX, yang bertahta di kerajaan besar Surakarta. Sri Baginda termasyhur di dunia karena kesaktiannya dan sebagai perujudan utama akan sifat-sifat utama, suci, berhati sabar, sentosa, pemurah serta tulus cintanya kepada rakyat, sehingga besar maupun kecil mereka semua mendoakan kesejahteraan kerajaan Sri Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai awal dari cerita ini akan diungkapkan sebuah kiasan yang indah yang dapat dijadikan teladan dalam melakukan segala hal, asal saja dicari yang rahayu untuk memperingatkan kekhilafan budi, agar segala sesuatu dapat berlangsung dengan mudah, Yang diungkapkansebagi suri teladan adalah cerita lama, bagian akhir dari Pustaka Rajaweda yakni tentang negara Purwacarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Negeri itu sangat sejahtera berkat wibawa raja, yang bergelar Sri Mahapunggung, yang kukuh berpegang pada darma dan peraturan serta ahli di bidang ilmu pengetahuan. Semula raja Suwelecala yang menjadi awal cerita, mempunyai enam orang anak laki-laki yang berimbang kesaktiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yang sulung bernama Raden Jaka Panuhun, ia tertarik pada bidang pertanian. Oleh karena itu ia naik tahta dan memerintah segenap masyarakat tani di daerah Pagelan dan sekitanrnya, disanalah ia membangun sebuah kota sebagai pusat pemerintahan daerah Pagelen dan Kutaarja serta bergelar Sri Manuhun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anak yang kedua bernama Raden Jaka Sandanggarba, tertarik pada dunia perdagangan. Oleh karena itu layaklah kalau ia sangat tekun berusaha mengumpulkan modal, sehingga akhirnya menjadi raja saudagar, berpusat di Jepara dan bergelar Sri Sadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anak yang ketiga bernama Raden Jaka Karungkala, kegemarannya menjelajahi hutan belantara berburu kijang, rusa, banteng, lembu dan memikat burung. Waktu tua menjadi raja di Kirata memimpin para pemburu, para penangkap binatang, para pemelihara ternak dan semua pedagang daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dulu kotanya di Prambanan dan bergelar Sri Kala, juga terkenal dengan sebutan Kirataraja. Adiknya yakni Jaka Tunggumetung, kegemarannya mengarungi lautan mencari ikan atau menyadap enau di waktu siang, seraya membuat garam di waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Oleh karena itulah dahulu ia merajai segenap nelayan, mengumpulkan dan memimpin para penyadap serta menguasai para pembuat garam. Dulu pusatnya di Pagebangan dan bergelar Sri Malaras, anak yang sumendi, yakni kakak si bungsu yang bernama Raden Jaka Petungtantara, karena gemar beroleh puji dan samadi serta mempelajari ilmu kependetaan dan kepujanggaan istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jadilah ia raja para maharesi, segenap pendeta dan ajar, itulah yang ia kuasai, seraya menghimpun para penghulu serta brahmana dan mengatur kehidupan beragam di Medangkawit. Oleh karena itu ia bergelar Raja Resi Sri Madewa. Pertapaannya berpusat di Pamagetan, yang terletak di lereng Gunung Lawu, dibangun sebagai sebuah kerajaan yang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adapun yang muda, lahir dari permaisuri bernama Jaka Kanduyu, kegemarannya berorganisasi, menghimpun dan mempersatukan rakyat kecil, sehingga setiap kali ada permusyawaratan selalu seia sekata dengan segenap sanak keluarga. Ia memang mahir membangkitkan semangat dan memikat hati, sehingga mempeperoleh kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ketika ia berkelana memperluasa daerah kekuasaan dengan membawa pasukan, terjadilah peperangan dan ia menang perang mengalahkan Sri Daneswara beserta patihnya yang muksa bersama-sama. Setelah keduanya kalah, tak ada yang tampil lagi seluruh punggawa dari kerajaan itu sepakat untuk menyerah. Tak lama kemudian Raden Jaka Kanduyu menjadi raja di Purwacarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berkat pahala Hyang Hutipati, ia dianugerahi kebijaksanaan yang sempurna. Kemudian berganti nama menjadi Sri Mahapunggung, meneruskan gelar raja yang dikalahkannya dalam peperangan, sekaligus untuk merahasiakan kesaktiannya. Upacara penobatannya dihadiri oleh para brahmana, resi, dan raja-raja dari mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Peristiwa itu terjadi pada masa Srawana, tahun Sadamuka yakni tahun Surya : 1031 atau menurut hitungan tahun Candra : 1061, yakni kurang lebih satu tahun setelah mengangkat saudara-saudaranya memerintah di kerajaan masing-masing, lengkap dengan daerah kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Demikianlah telah berlangsung beberapa waktu lamanya tanpa ada sesuatu halangan, kini tersebutlah di Pegelen Sri Baginda Sri Manuhun, yang sedang merasa masygul. Sebab musabab kesedihannya ialah, berputra du orang, dua-duanya cacat. Seorang cebol dan yang seorang wujil, yang cebol diberi nama Raden Jaka Pratana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Yang wujil diberi nama Raka Jaka Sangara, hal ini membuat ayahnya sangat malu, sehingga siang dan malam ia tiada hentinya bersembahyang, mohon petunjuk dewa yang didambakan ialah semoga dianugerahi anak laki-laki yang tampan, serba bisa mengatasi segala sesuatu agar supaya tidak mencemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kini terdengarlah petunjuk dalam samadinya “ Hai Sri Baginda, mintalah pertolongan kepada seorang buyut yang bertempat tinggal di Sendangkulon, engkau pasti akan memperoleh sarana sehingga bisa mendapat anak laki-laki yang tampas dan pantas, segeralah engkau ikhtiar dan jangan membawa pengiring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Sri Baginda keluar dari tempat samadinya, pergi tanpa pengiring dengan cara menyamar. Syahdan bergantilah yang diceritakan, Kyai Buyut yang bertempat tinggal di Sendangkulon bernama Buyut Samalangu, putra Buyut Salinga cucu seorang biku sakti yang bernama Resi Samahita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Buyut Samalangu itu beristri jin, mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Yang tua perempuan bernama Rara Srini, adiknya bernama Jaka Sarana, tampan. Karena pengaruh tapa, kedua anaknya tidak serupa dengan anak kelahiran desa akan tetapi seperti putra raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Keduanya selalu menjadi hiasan berita di desa-desa dan dukuh-dukuh sekitar Sendangkulon, Orang membayangkan perasaannya betapa bahagianya andaikata terbalas cintanya. Akan tetapi tidak terpenuhi karena takut kepada Ki Buyut, yang bertabiat lemah lembut serta selalu berprihatin dalam sembahnya untuk menjaga keselamatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tersebutlah Ki Buyut yang tengah memohon sepenuh hati, bertafakur dalam sanggarnya. Hatinya terpusat kepada anak, semoga mendapat anugerah kemurahan dewata, terpilih oleh raja. Permohonannya terkabul bersamaan dengan turunnya wahyu diwaktu tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Turunlah istrinya, jin yang bernama Diah ratna Sriwulan, ia datang dengan tiba-tiba dan Ki Buyut segera bersiap di tempat yang sepi. Setelah ditanya maksud kedatangannya, istrinya lalu memberi petunjuk dengan jelas, suaminya diminta supaya membenahi rumah karena akan ada tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bukan tamu sembarang tamu dari golongan rakyat biasa, namun seorang raja yang menguasai sebuah kerajaan yang berpust di Pagelen bergelar Sri Manuhun. Kedatangannya karena menaati petunjuk. Ia sedang masygul karena kedua anaknya menderita cacat. Ia memperoleh petunjuk supaya menemuimu hendak minta isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Kelak pasti mempunyai putra yang tampan, petunjuk itu benar-benar dilaksanakan, ia datang seorang dari tanpa pengiring. Karena memang sudah kehendak dewata, dan sudah takdir Rara Srini menjadi perantara, ia dipersitri oleh raja, untuk menurunkan keturunan yang mulia, sekaligus menarik saudara sekandung ikut merasakan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Mendengar hal itu Kyai Buyut gembira di hati, lalu ia bertanya “ Wahai adinda, bagimana caranya agar hal itu bisa terlaksana secara meyakinkan sesuai dengan kehendaknya, terbuka secara serasi “ Ratna Sriwulan menjawab “ jangan kuarti ! sayalah yang akan mengatur dengan menggunakan siasat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Atau sarana sebagai tabir, anda menggunakan cara terbuka pasti nanati ada tanda-tandanya yang bercirikan tulisan. Jelaskan apa adanya, jika sudah ada buktinya, disitulah saatnya menerka-nerka isyarat, yang cocok dengan petunjuk yang harus ditafsirkan, lalu tinggallah puji dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Sesudah selesai memberi penjelasan, sang dewi lalu pamit kepada suami, dalam sekejap mata mata ia telah lenyap, gain tertutup suasana. Tersebutlah Kyai Buyut, ketika hari menjelang pagi ia memberi tahu anaknya supaya memperpatut tata rumah, yang disuruh mengiakan keduanya mulai bersiap-siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Patanenya dibersihkan semua diberi bunga yang harum, lantainya dihampiri tikar berderet-deret, minuman diatur diatas para-para dengan sesajian lengkap dan penuh, tak ada yang mengecewakan. Ki Buyut diberi tahu oleh anaknya, bahwa segala persiapan di dalam rumah sudah selesai, ia merasa gembira lalu gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Untuk menyongsong kedatangan raja, tak lama kemudian bertemu di pagar rumah, kedua-duanya merasa gembira. Ki Buyut Samalangu gopoh-gopoh mempersilakan dan raja, setibanya di dukuh menanggapi dengan seneng, lalu masuk ke rumah. Sri Baginda dipersilakan duduk di petanen yang sudah diatur, dengan senang hati ia duduk tanpa ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Kyai Buyut duduk menunduk di hadapannya bersama kedua orang anaknya, beberapa saat kemudian Ki Buyut mengucapkan sambutan selamat datang “ Atas kedatangan Sri Baginda, hamba merasa sangat beruntung bagaikan kedatangan dewata, yang menganugerahi kemuliaan tanpa bandingan melingkupi segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Sampai pohon-pohon dan daun-daun semuanya senyap, semuanya bertmabha indah dan semakin subur karena terlindung oleh kewibawaan manikam kerajaan yang luhur, hamba bagaikan mimpi, apakah gerangan yang paduka kehendaki sehingga datang menyamar seorang diri tanpa pengiring, pagi-pagi bener tersesat dan berkenan mengunjungi pondok hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Tiada lain hamba mohon aksama, siap menerima kemurkaan paduka, jika sekitarnya kurang tata krama. Karena hamba hanyalah pacal dukun, yang tak mungkin tahu akan sopan santun. “ Sri Baginda menjawab “ Sudahlah, jangan berkata demikian. Memang sengaja saya sampai di sini, sebabnya ialah karena taat kepada petunjuk, Sri Baginda lalu menjelaskan duduk persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Sejak awal hingga akhirnya bertemu, kemudian ujarnya meminta “ Sesungguhnya aku mengharapkan pertolonganmu, terserah bagimana petunjukmu, aku menurut “ Mendengar penuturan Sri Baginda, Kyai Buyut benar-benar takjub, lalu berdatang sembah, “ Duhai junjungan hamba, sungguh tak terbayangkan keajaiban kehendak dewa itu, namun apa kemampuan hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Orang desa lagi hanya petani jelata, paling-paling hanya mengolah tanaman menanam biji-bijian seadanya, seperti jepen, jali, jawawut, bijen, cantel, jatil, kedali sebagai mata pencarian untuk selama-lamanya. Mustahil untuk menduga-duga masalah kesaktian yang benar-benar tidak mungkin melaksanakannya, oleh karena itu hamba berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Ke bawah kaki paduka, menghaturkan hidup dan mati hanya karena merasa bertanggung jawab, namun hati ini ternyata buntuk. Mengapa dunia jadi terbalik, junjungan minta sarana kepada rakyatnya, tentu tidak akan terjadi, lautan mengalir ke kubangan air, demikianlah jika diumpamakan dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Tidak sesuatu dengan kodrat dunia, dan keajaiban itu seribu langka. Sungguh hamba tidak dapat memikirkan kehendak Sri Baginda yang demikian, yang terjadi sejak jaman dahulu kala bagi seorang raja, jika ada rakyatnya yang kekurangan sandang pangan maupun kegelapan budi, rajalah yang mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Raja Pagelen berkata lembut, “Hai, paman. Meskipun demikian, namun aku ini menaati petunjuk dewata, yang tidak akan ingkar meski kita mengingkarinya. Dewata selalu mengetahui segala gerak-gerik umatnya. Aku tetap mendesak dan berusaha sampai berhasil. Meskipun hanya sekedar kata-kata tanpa dasar yang aku peroleh, biarlah. Akan kuterima juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Asalkan engkau yang menjadi lantaran memberi sarana, saya akan merasa puas. “Ki Buyut berdatang sembah dengan suara lemut, “Wahai, Sri Baginda. Jika demikian kehendak paduka, hamba tidak akan ingkar lagi, karena terdesak oleh kebutuhan dan karena ingin mengamini, hamba hendak menunjukkan jalan menurut cara orang orang kecil berdasarkan ilmu orang dusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Mudah-mudahan dapat memenuhi harapan, sesuai dengan petunjuk, yang gamblang dan terang. “Sri Baginda berkata lagi, “Nah paman! Jangan ragu-ragu. Laksanakanlah segera ilmumu seadanya. “Ki Buyut segera mempersiapkan tujuh lembar daun tal kuning ditaruh di dalam kotak kecil tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Sesudah diletakkan di hadapan Sri Baginda, sekarang silahkan paduka mengambil sastra wedar tanpa aksara. Pilihlah satu yang paduka kehendaki. “Sri Baginda heran sekali melihatnya karena caranya yang sangat ajaib dalam melakukan usaha mendapatkan petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Beberapa saat kemudian Sri Baginda mengambil sastra wedar. Ketika diteliti tampak ada tulisannya, kemudian dibaca, dan berbunyi: “Hai, Sri Baginda! Sudilah engkau mengambil srini sebagai sarana, yang akan merupakan pagar kesalamatan. “Sri Baginda terdiam. Ia belum dapat menagkap sasmita atau petunjuk yang tertulis itu. Relug kalbunya masih ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Akhirnya Sri Baginda berkata, “paman Buyit. Coba jelaskan makna kalimat ini. Apa gerangan maksudnya. Aku belum dapat menagkap artinya. “Kyai Buyut tersenyum berdatang sembah, “Hamba mohon maaf. Seyogyanya paduka mengambil lagi. Siapa tahu, petunjuk tulisannya berlainan. “Sri Baginda tidak menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Kemudian mengambil lagi selembar daun tal, lalu selembar lagi, hingga tiga kali. Semua tiada bedanya. Aksara dan kalimatnya sama, seperti yang sudah-sudah. Hati Sri Manuhun masih tetap bingung, akan tetapi kebingungannya tidak diperlihatkan. Sambil memikirkan pemecahannya, barang kali menemukan jawaban, Sri Baginda berpura-pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Mendekati Ki Buyut, lalu berkata lembut, “Paman, saya tertarik kepada kedua anak yang menghadap itu. Tingkah lakunya terampil. Yang laki-laki maupun yang perempuan serba luwes dan sangat pantas rupanya. Menilik ujudnya, mungkin kakak adik. Apakah itu anak-anakmu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Kyai Buyut menjawab dengan sebenarnya demikian “ Duhai Sri Baginda, benar ia anak hamba kelahiran Sendangkulon sudah lama berpisah dengan ibunya sehingga selalu menjadi buah hati. Karena hanya merekalah milik hamba, rasa-rasanya keduanya tidak dapat berpisah dengan ayahnya, oleh karena itu siang dan malam keduanya tetap berada diasrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Sri Baginda tersenyum seray berkata lembut “ Sudah sepantasnya orang mempunyai anak, tentu begitu itu anggapannya, menurut kata peribahasa, umpama kereweng kencana. Dasar kedua anakmu itu memang baik-baik, sudah sepantasnya bagaikan nyawa, sepintas lalu seperti kembar, mana yang lebih tua dan siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Ki Buyut menjawab “ Yang tua namanya Srini, sedangkan yang muda bernama Sarana “ Sri Baginda berkat menanggapi, kalau begitu yang tua pantas memelihara isi istana, sedangkan yang muda memelihara kerajaan “ Mendengar ucapan Sri Baginda, Ki Buyut menyembah, beberapa hari kemudian Sri Baginda pulang, diiringikan oleh Ki Buyut sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Setibanya di istana Sri Baginda memanggil pimpinan para menteri, yang merupakan orang kepercayaan dalam pemerintahan yakni Arya Pratala dan Arya Banawa, keduanya adalah ipar Sri Baginda, diceritakan Arya Pratala itu, adiknya yang bernama Ken Pratiwi menjadi selir Sri Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Dialah yang mempunyai anak laki-laki cebol, yang diberi nama Raden Jaka Pratana, sedangkan Arya Banawa kakak perempuan yang bernama Rara Jahnawi, yang menjadi sesepuh para selir Sri Baginda, berputra laki-laki wujil, yang diberi nama Raden Jaka Sangara yang sudah diceritakan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Pimpinan para menteri itu telah datang menghadap Sri Baginda, mereka diberi tahu tentang segala peristiwa yang telah terjadi. Semua merasa heran, sekarang atas kehendak Sri Baginda, Rara Srini diangkat menjadi permaisuri raja, sedangkan kedua selir menjadi istri yang diberi kekeuasaan untuk mengatur segala pekerjaan di dalam istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Kyai Buyut diberi kedudukan sebagai sesepuh dan sebagai pendeta istana, yang diberi kekuasaan untuk memberikan pengajaran ke arah budi pekerti yang baik. Sarana diangkat jadi perdana menteri yang memegang kendali pemerintahan. Kedua Arya dimasyhurkan sebagai yang memegang kekuasaan untuk mengatur segala macam pekerjaan serta pemegang hukum kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Adik dari Ki Buyut yang bernama Umbul Samawana telah lama tiada dan meninggalkan anak laki-laki bernama Jaka Gede, sekarang ditugasi menggantikan pakuwannya bergelar Buyut Agung berkedudukan di Sendangkulon, diangkat oleh Sri Baginda, dengan demikian sejahteralah dukuh Sendangkulon karena penguasanya mahir membina kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Rara Srini tidak lama kemudian hamil, setelah cukup waktunya lahirlah anak laki-laki, tampan dan mungil sehingga benar-benar seperti Sanghyang Asmara, menggembirakan hati Sri Baginda, putranya disambut dan dilihat keadaannya benar-benar pantas dan tampan, diberi nama Raden Jaka Pramana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Rajaputra mendapat berkat dewata sehingga cepat menjadi besar, diberi emban bernama Ni Wilasita, waktu berjalan tersu, putra Baginda hampir menjelang akil balig. Semakin jelaslah rupanya akan menguasai initi insan yang terpuji, serba suci serta mahir akan kaidah-kaidah hubungan yang tersamar, sehingga pantas menjadi seorang raja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;enclaim&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Aug 7 2007, 01:59 PM&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT CENTINI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sri Narpatmaja Sudibya, talatahingnusma Jawi, Surakarta Hadiningrat, hagnya ring kang wadu Carik, Sutrasna kang kinanthi, mangunreh cariteng dangu, sanggyaning kawruh Jawa, hingimpun tumrap kakawin, mrih tan kemba karya dhangan kang miyarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lajere kang cinarita, laksananing Jayengresmi, ya She Adi Amongrogo, atmajeng njeng Sunan Giri, kontap janma linuwih, Oliya Wali Mujedub, peparenganing jaman, njeng Sultan Agung Matawis, tinengeran Serat Suluk tambangraras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karsaning Sang Narpatmaja, babon pangawikan jawi, jinereng dadya carita, sampating karsa marengi, Nemlikur Saptu Paing, lek Mukharam je warseku, mrakeh Hyang Surenggana, Bathara Yama Dewari, amawulu wogan su-ajag sumengka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Panca-sudaning Satriya, wibawa lakuning geni, windu adi mangsa sapta, sangkala angkaning warsi, paksa suci sabda ji ( 1742 ) ingkang pinurwa ing kidung, duk Keraton Majalengka, Sri Brawijaya mungkasi, wonten Maolana saking nagri Jedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Panengran She walilanang, praptanira tanah jawi, kang jinujug Ngampeldenta, pinanggih sang maha resi, areraosan ngelmi, sarak sarengat njeng rosul, nanging tan ngantya lam, linggar saking Ngampelgadhing, ngidul ngetan anjog Nagri Belambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat Centini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat Centhini, sebagaimana kita tahu, ditulis oleh sejumlah pujangga di lingkungan Keraton Surakarta yang diketuai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amengkunagara III, putra mahkota Sunan Pakubuwana IV. Karya yang terkenal dengan sebutan Serat Centhini atau Suluk Tambangraras-Amongraga ini ditulis pada tahun 1742 dalam penanggalan Jawa, atau 1814 dalam tahun Masehi. Karya ini boleh dikatakan sebagai semacam ensiklopedi mengenai dunia dalam masyarakat Jawa. Sebagaimana tercermin dalam bait-bait awal, serat ini ditulis memang dengan ambisi sebagai perangkum baboning pangawikan Jawi, atau katakanlah semacam database pengetahuan Jawa. Jumlah keseluruhan serat ini adalah 12 jilid. Aspek-aspek ngelmu yang dicakup dalam serat ini meliputi persoalan agama, kebatinan, kekebalan, dunia keris, kerawitan dan tari, tata cara membangun rumah, pertanian, primbon atau horoskop, soal makanan dan minuman, adat istiadat, cerita-cerita kuna mengenai tanah Jawa dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin ditunjukkan dalam tulisan ini adalah bagaimana Islam menjadi elemen pokok yang mendasari seluruh kisah dalam buku ini, tetapi ia telah mengalami "pembacaan" ulang melalui optik pribumi yang sudah tentu berlainan dengan Islam standar. Islam tidak lagi tampil sebagai "teks besar" yang "membentuk" kembali kebudayaan setempat sesuai dengan kanon ortodokasi yang standar. Sebaliknya, dalam Serat Centhini, kita melihat justru kejawaan bertindak secara leluasa untuk "membaca kembali" Islam dalam konteks setempat, tanpa ada semacam kekikukan dan kecemasan karena "menyeleweng" dari kanon resmi. Nada yang begitu menonjol di sana adalah sikap yang wajar dalam melihat hubungan antara Islam dan kejawaan, meskipun yang terakhir ini sedang melakukan suatu tindakan "resistensi". Penolakan tampil dalam nada yang "subtil", dan sama sekali tidak mengesankan adanya "heroisme" dalam mempertahankan kebudayaan Jawa dari penetrasi luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, Serat Centhini bisa kita anggap sebagai cerminan dari suatu periode di mana hubungan antara Islam dan kejawaan masih berlangsung dalam watak yang saling mengakomodasikan, dan tidak terjadi kontestasi antara keduanya secara keras dan blatant. Sebagaimana kita tahu, dalam perkembangan pasca-kemerdekaan, identitas kejawaan makin mengalami "politisasi" dalam menghadapi naiknya kekuatan Islam yang cenderung "puritan" dalam kancah politik. Dalam konteks semacam ini, antara kedua identitas ini (Islam dan Jawa), terdapat hubungan yang tegang dan penuh prasangka. Ketegangan ini terus berlanjut hingga dalam pemerintahan Orba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat disusun berdasarkan kisah perjalanan putra-putri Sunan Giri setelah dikalahkan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya, ipar Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Kisah dimulai setelah tiga putra Sunan Giri berpencar meninggalkan tanah mereka untuk melakukan perkelanaan, karena kekuasaan Giri telah dihancurkan oleh Mataram. Mereka adalah Jayengresmi, Jayengraga, dan seorang putri bernama Rancangkapti. Dengan diikuti oleh dua santri, Gathak dan Gathuk, Jayengresmi melakukan "perjalanan spiritual" ke sekitar keraton Majapahit, Blitar, Gamprang, hutan Lodhaya, Tuban, Bojanagara, hutan Bagor, Gambiralaya, Gunung Pandhan, desa Dhandher, Kasanga, Sela, Gubug Merapi, Gunung Prawata, Demak, Gunung Muria, Pekalongan, Gunung Panegaran, Gunung Mandhalawangi, Tanah Pasundan, Bogor, bekas keraton Pajajaran, Gunung Salak, dan kemudian tiba di Karang. Dalam perjalanan ini, Jayengresmi seperti mengalami "pendewasaan spiritual", karena bertemu dengan sejumlah guru, tokoh-tokoh gaib dalam mitos Jawa kuna, dan sejumlah juru kunci makam-makam keramat di tanah Jawi. Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh itu, dia belajar mengenai segala macam pengetahuan dalam khazanah kebudayaan Jawa, mulai dari candi, alamat bunyi burung gagak dan prenjak, khasiat burung pelatuk, petunjuk pembuatan kain lurik, pilihan waktu bersanggama, perhitungan tanggal, hingga ke kisah Syeh Siti Jenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayengsari dan Rancangkapti berkelana dengan diiringi oleh santri Buras ke Sidacerma, Pasuruhan, Ranu Grati, Banyubiru, kaki Gunung Tengger, Malang, Baung, Singasari, Sanggariti, Tumpang, Kidhal, Pasrepan, Tasari, Gunung Brama, Ngadisari, Klakah, Kandhangan, Argapura, Gunung Rawun, Banyuwangi, terus ke Pekalongan, Gunung Perau, Dieng, sampai ke Sokayasa di kaki Gunung Bisma Banyumas. Dalam perjalanan itu, mereka berdua mendapatkan pengetahuan mengenai adat-istiadat tanah Jawi, syariat para nabi, kisah Sri Sadana, pengetahuan mengenai wudlu, shalat, pengetahuan (yang terkesan agak bertakik-takik dan njlimet) mengenai dzat Allah, sifat, asma dan afngal-Nya, sifat dua puluh, Hadis Markum, perhitungan selamatan orang meninggal dunia, serta perwatakan Kurawa dan Pandawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat luasnya daerah serta lingkup pengetahuan yang dipelajari ketiga putra-putri Giri itu, tampak sekali ambisi penggubah kisah dalam Serat Centhini ini untuk "menerangkan" secara menyeluruh "dunia dalam" orang Jawa. Dengan demikian, serat ini juga bisa digunakan sebagai titik masuk untuk mengetahui bagaimana dunia Jawa "plausible" dan bermakna buat orang-orang Jawa sendiri. Sekaligus juga adalah bagaimana Islam "bermakna" dalam konteks tatanan kosmik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat jenis-jenis pengetahuan yang dipelajari oleh ketiga putra-putri Giri tersebut, tampak dengan jelas unsur-unsur Islam yang "ortodoks" bercampur baur dengan mitos-mitos di tanah Jawa. Ajaran Islam yang ortodoks mengenai sifat Allah yang dua puluh, misalnya, diterima begitu saja, tanpa harus membebani para penggubah ini untuk mempertentangkan ortodoksi itu dengan mitos-mitos dalam khazanah kebudayaan Jawa. Dua-duanya disandingkan begitu saja secara "sinkretik", seolah antara alam "monoteisme" dengan "paganisme"/"animisme" Jawa tidak terdapat pertentangan yang merisaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dikemukakan di atas, dalam serat ini, Islam memang tidak dipandang semata-mata sebagai unsur eksternal yang "membebani" unsur lokal, bahkan pertentangan (katakan saja) weltanschauung antara kedua dunia itu (Islam dan Jawa) sama sekali tidak dipersoalkan. Begitu saja diandaikan bahwa keduanya commensurable dan saling bisa bertukar tempat. Tetapi, anehnya, dengan cara seperti inilah Jawa (sebagaimana ditampilkan oleh serat ini) melakukan "resistensi" (atau "domestifikasi", dalam istilah Benda) atas Islam. Penggubah serat ini seolah-olah tidak mau tahu bahwa Islam sebagaimana tampil dalam korpus standar membawa sejumlah "efek ikonoklastik" atas kepercayaan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-Centhini: Jawa "baru"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang-orang Jawa pada periode-katakan saja-"pasca-Centhini" memahami hubungan antara Islam dan kejawaan? Adakah perubahan yang mendasar dalam pandangan-pandangan yang sebelumnya bernada sinkretis itu? Sebuah kesaksian kontemporer dari keluarga Jawa sebagaimana dituturkan oleh Hersri, layak dikutip di sini (saya ambil dari tulisan Hersri Between the Bars yang dimuat dalam buku Silenced Voices suntingan John H McGlynn yang terbit baru-baru ini). Cerita Hersri ini mewakili semacam corak yang umum dalam keluarga Jawa dari kelas bawah. Cerita ini terjadi di tahun 1947/1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hersri adalah orang yang tumbuh dalam keluarga abangan dan tidak mengenal "kesetiaan" yang fanatik terhadap agama-agama resmi. Sikap yang longgar ini tercermin dalam jawabannya ketika suatu ketika ia ditanya oleh gurunya di kelas, "Apa agamamu?" Ia kebingungan, karena di rumah tidak pernah memperoleh pengajaran mengenai kesetiaan yang eksklusif terhadap agama tertentu. Kakaknya yang sulung dikirim oleh ayahnya ke Sekolah Katolik di Muntilan, bukan dengan kesadaran mendalam agar anaknya belajar agama itu. Tetapi, Sekolah Katolik di daerahnya lebih menerapkan disiplin yang keras ketimbang sekolah lain, sehingga dengan demikian ayahnya berharap agar kakaknya yang ndablek itu bisa dijinakkan. Kakaknya yang lain belajar di Sekolah Taman Siswa. Sementara kakaknya yang nomor tiga dikirim ke Sekolah Muhammadiyah, juga bukan dengan alasan agar belajar Islam dengan baik, tetapi karena kakaknya yang satu ini tidak diterima baik di sekolah umum atau Protestan. Bapaknya sendiri selalu berkata bahwa semua agama adalah baik, dan sering ikut dalam acara selamatan desa yang biasanya juga menggunakan sejumlah ritual Islam (seperti tahlil, misalnya). Tetapi ia tidak pernah menjadi Muslim. Terhadap pertanyaan yang membingungkan dari gurunya itu, Hersri akhirnya menjawab, "Saya mengikuti semua agama yang ada." Seluruh murid di kelasnya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini cerminan dari sinkretisme seperti yang disebut di muka? Boleh jadi. Tetapi sikap permisif secara "teologis" ini lama-lama makin pudar, karena proses yang lain juga sedang berlangsung, yaitu apa yang sering disebut sebagai "santri-isasi" orang Jawa. Saya pernah mendengar cerita seorang jemaat Gereja Kristen di kawasan Pulo Mas mengenai proses "baru" yang sedang berlangsung dalam masyarakat Jawa itu. Dahulu, cerita si jemaat ini, jika ada jenazah di desanya (di Madiun), sudah menjadi adat yang lazim bahwa seluruh warga desa dari agama apa pun akan mengurusnya. Sekarang, setelah sejumlah fatwa MUI dikeluarkan mengenai larangan orang Islam terlibat dalam ritual agama lain (termasuk seremoni kematian, tentunya), pelan-pelan orang makin sadar akan "identitasnya" sebagai orang Muslim atau Kristen atau yang lain. Orang Jawa makin menyadari bahwa ada gejala lain yang muncul ke permukaan: gejala untuk menganggap sikap "permisif" secara teologis sebagai hal yang tidak lagi wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini, tampaknya sudah berlangsung sejak lama, meskipun resonansinya baru tampak dengan "keras" akhir-akhir ini. GWJ Drewes (dalam artikel berjudul Indonesia: Mysticism and Activism, yang dimuat dalam buku suntingan Gustave von Grunebaum, Unity and Variety in Muslim Civilization, [1955]), pernah mengemukakan pengamatannya di tahun 50-an mengenai proses Islamisasi di tanah Jawa. Ia mengatakan bahwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[T]he Islamization of Indonesia is still in progress, not only in the sense that Islam is still spreading among pagan tribes, but also in that peoples who went over to Islam centuries ago are living up more and more to the standard of Muslim orthodoxy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan yang kita lihat akhir-akhir ini tampaknya memang makin cenderung membenarkan apa yang dikatakan oleh Drewes itu. Tetapi semacam caveat tetap harus dikemukakan di sini. Jika kecenderungan makin "ortodoks" di kalangan masyarakat Jawa seperti dikemukakan oleh Drewes itu benar-benar terjadi, maka harus pula dipertimbangkan kenyataan bahwa dalam pemilu tahun lalu, partai-partai Islam mengalami kekalahan yang dramatis. PDI-P yang mempunyai basis luas di kalangan masyarakat Jawa yang abangan, memperoleh suara yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang bisa kita simpulkan dari perkembangan baru ini? Tampaknya memang Jawa-Serat-Centhini belum menunjukkan tanda-tanda kepudaran, bahkan mungkin semacam resiliensi baru mulai dikembangkan. Meskipun perkembangan-perkembangan baru yang menuju ke arah Jawa-pasca-Centhini juga mulai memperlihatkan gejalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pethikan "Centhini" pupuh 37. Dhandhanggula, gatra 37 - 49 37 duk uripe neng dunya puniki sadina dina pan wis sakarat miwah sawengi wengine manggung sakaratipun melek turu sakarat ugi mila ngaran sakarat wong neng dunya iku dene ta ing salaminya urip iku neng dunya tan pegat dening layar segara rahmat 39. Ing tepine graitanen ugi dene wus aran iku sagara tanpa tepi supradene kaya na tepinipun ngengkol temen basa puniki kepriye yen kenaa kinira ing kalbu dinuga duga watara saking kira kira mapan datan keni kajaba kang wus wikan 40. Ing tepining ingkang jalanidhi. sagara rahmat kang tanpa ombak nanging gumleger alune samun lamun kadulu sawangane resik tur wening mila kang sami layar tan nganggo parau nyana tan na pakewuhnya yen tinrajang telenge keh parang curi mila arang kang prapta 42. Mampan arang iya angrawuhi ing warnane ya sagara rahmat tur sadina sawengine wong aneng dunya iku alalangen aneng jaladri jroning sagara rahmat prandene arang wruh saking kalingan ing tingal kalimput ing pancabayaning ngaurip mila arang waspada 43. Yen arsa layar maring jaladri sagara rahmat mawia palwa sarta lawan kamudhine pandoman sampun kantun myang layare dipun abecik miwah sanguning marga ywa kirang den agung yen tan mangkono tan prapta ing tepine iya sagara rahmati pan mundhak akangelan 44. Baitane pan eninging galih kemudhine pan anteping tekat sucining kalbu layare pandomanipun iku pituduhe guru sayekti sangune ngelmu rasa lakune parau kalawabn murahing Edat yen tumeka aneng tepining jaladri uga sagara rahmat (badhe kalajengaken menawi taksih wonten ingkang ngersaaken..) Kapethik saking "serat centhini latin 1" Yasandalem kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkurat III (Ingkang Sinuhun Paku Buwana V) jumeneng ing Surakarta ( 1820 - - 1823 M) kalatinaken miturut aslinipun dening Karkana Kamajaya, Penerbit yayasan Centhini, Yogyakarta, 1991&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT WULANGREH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;karya Paku Buwana IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat Wulang Reh, karya Jawa klasik bentuk puisi tembang macapat, dalam bahasa jawa baru ditulis tahun 1768 – 1820 di Keraton Kasunanan Surakarta. Isi teks tentang ajaran etika manusia ideal yang ditujukan kepada keluarga raja, kaum bangsawan dan hamba di keraton Surakarta. Ajaran etika yang terdapat di dalamnya merupakan etika yang terdapat di dalamnya merupakan etika yang ideal, yang dianggap sebagai pegangan hidup yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat Jawa pada waktu itu, khususnya dilingkungan Keraton Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serat ini tampak bahwa krisis politik dan ekonomi yang melanda istana-istana Jawa sejak permulaan abad ke 19 meluas ke bidang sosial dan kultural. Institusi-institusi dan nilai-nilai tradisional mengalami erosi, sedangkan yang baru masih dalam proses pertumbuhan. Hal itu terjadi karena politik kolonial pemerintahan Belanda yang semakin intensif dan juga disebabkan oleh pergaulan istana-istana Jawa dengan orang-orang Eropa yang samakin meluas. Banyak adat-istiadat baru yang semula tidak dikenal akhirnya masuk istana. Sementara itu generasi mudanya lebih terbawa ke arus baru daripada menaati dan menjalani yang lama. Dengan demikian generasi muda dianggap kurang menghargai dan kurang menghormati adat istiadat dan nilai-nilai warisan luhur, kurang sopan santun, kurang prihatin, tidak mau mendengarkan dan menerima pendapat orang-orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tinggkah laku dan cara berpikir mereka dianggap menyimpang dari adat istiadat dan nilai-nilai yang seharusnya dilakukan. Oleh karena itu perlu adanya pegangan hidup yang seharusnya yang sesuai dengan pedoman yang diwariskan oleh leluhur-leluhur pada masa yang lalu. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa orang-orang istana itu berusaha mempertahankan statusnya. Untuk itulah mereka menggali naskah-naskah lama yang berisi ajaran etika. Teks-teks lama yang digubah, isi dan bahasanya disesuaikan dengan keadaan yang berlaku pada waktu. Ajaran etika dalam Serat Wulang Reh menganggap etika itu otonom dan berpangkal pada dunia batiniah. Dunia lahiriah dikuasai dengan jalan menguasai dunia batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, niali seseorang ditentukan oleh kemampuannya dalam menguasai batinnya. Tingkah laku, bicara dan ucapan yang tampak adalah pencerminan batin. Berbudi luhur berarti dengan sadardapat mengendalikan dunia batin atau dapat mengendalikan hawa nafsu. Mengurangi makan dan tidur, segala macam keprihatinan, dan bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi prasyarat menguasai dunia batin secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran etikanya tetap bersumber pada etika Jawa dengan mengacu pada tokoh-tokoh leluhur dinasti Mataram (Ki Ageng Tarub, Panembahan Senapati dan Sultan Agung). Begitu juga larangan-larangan yang disebutkan adalah larangan-larangan yang berasal dari leluhur dinasti Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan sosial masih berpegang pada sifat tradisional dengan urutan berdasarkan usia, pangkat, kekayaan, dan awu’tali kekerabatan’. Konflik terbuka sedapat mungkin dihindari. Dunia lahir yang ideal adalah dunia yang seimbang dan selaras, seperti keseimbangan dan keselarasan lahir dan batin. Hidup orang tidak akan mempunyai cacad dan cela apabila batinnya selalu waspada. Kewaspadaan batin yang terus menerus itu akan mencegah tingkah laku, bicara dan ucapan yang tercela. Mengurangi makan dan tidur itu merupakan latihan yang utama untuk mendapatkankewaspadaan batin. Selain kewaspadaan batin juga dihindari watak yang tidak baik, yaitu watak adigang, adigung dan adiguna. Sebaliknya seseorang itu haruslah memelihara watak “ reh “ bersabar hati dan “ ririh “ tidak tergesa-gesa dan berhati-hati. Kelakuan yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain harus dihindari, berbohong, kikir, dan sewenang-wenang haruslah dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika batinnya telah waspada, tingkah lakunya harus sopan, tingkah laku sopan itu ialah tingkah laku yang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Deduga “ dipertimbangkan masak-masak sebelum melangkah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prayoga “ dipertimbangkan baik buruknya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Watara “ dipikir masak-masak sebelum memberi keputusan “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Reringa “ sebelum yakin benar akan keputusan itu “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima hal yang harus dan wajib dihormati yaitu : Ayah dan Ibu, Mertua Laki-laki dan Perempuan, Saudara laki-laki yang tertua, Guru dan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dan harapan penggubah kepada anak cucu meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Patuh lahir dan batin terhadap nasehat orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan berpuas diri atas nasib yang diterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertanya kepada alim ulama mengenai soal-soal agama dan Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bertanya kepada sarjana atau orang pandai mengenai sopan santun dan berbahasa yang baik agar dapat dipergunakan sebagai pegangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rajin membaca kitab-kitab lama yang berisi suri teladan dan berisi cerita-cerita yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. bertanya kepada orang-orang tua tentang cara membedakan tingkah laku yang baik dan buruk, yang hina dan yang terpuji, yang rendah dan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat Wulang Reh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat Macapat Dandanggula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pamedare wasitaning ati, ujumantaka aniru Pujangga, dahat muda ing batine. Nanging kedah ginunggung, datan wruh yen akeh ngesemi, ameksa angrumpaka, basa kang kalantur, turur kang katula-tula, tinalaten rinuruh kalawan ririh, mrih padanging sasmita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sasmitaning ngaurip puniki, mapan ewuh yen ora weruha, tan jumeneng ing uripe, akeh kang ngaku-aku, pangrasane sampun udani, tur durung wruh ing rasa, rasa kang satuhu, rasaning rasa punika, upayanen darapon sampurna ugi, ing kauripanira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jroning Quran nggoning rasa yekti, nanging ta pilih ingkang unginga, kajaba lawan tuduhe, nora kena den awur, ing satemah nora pinanggih, mundak katalanjukan, tedah sasar susur, yen sira ajun waskita, sampurnane ing badanira, sira anggugurua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nanging yen sira ngguguru kaki, amiliha manungsa kang nyata, ingkang becik martabate, sarta kang wruh ing chukum, kang ngibadah lan kang wirangi, sokur oleh wong tapa, ingkang wus amungkul, tan mikir pawewehing liyan, iku pantes sira guronana kaki, sartane kawruhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lamun ana wong micareng ngelmi, tan mupakat ing patang prakara, aja sira age-age, anganggep nyatanipun, saringana dipun baresih, limbangen lan kang patang : prakara rumuhun, dalil qadis lan ijemak, lan kijase papat iku salah siji, ana-a kang mupakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ana uga den antepi, yen ucul saka patang prakara, nora enak legetane, tan wurung tinggal wektu, panganggepe wus angengkoki, aja kudu sembah Hajang, wus salat kateng-sun, banjure mbuwang sarengat, batal haram nora nganggo den rawati, bubrah sakehing tata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Angel temen ing jaman samangkin, ingkang pantes kena ginuronan, akeh wong jaya ngelmune, lan arang ingkang manut, yen wong ngelmu ingkang netepi, ing panggawening sarak, den arani luput, nanging ta asesenengan, nora kena den wor kakarepaneki, pancene prijangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ingkang lumrah ing mangsa puniki, mapan guru ingkang golek sabat, tuhu kuwalik karepe, kang wus lumrah karuhun, jaman kuna mapan si murid, ingkang pada ngupaya, kudu angguguru, ing mengko iki ta nora, Kyai Guru narutuk ngupaya murid, dadiya kantira.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT WULANGSUNU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya : Paku Buwono IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh I&lt;br /&gt;a. Wulang sunu kang kinarya gendhing, kang pinurwa tataning ngawula, suwita ing wong tuwane, poma padha mituhu, ing pitutur kang muni tulis, sapa kang tan nuruta saujareng tutur, tan urung kasurang-surang, donya ngakir tan urung manggih billahi, tembe matine nraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mapan sira mangke anglampahi, ing pitutur kang muni ing layang, pasti becik setemahe, bekti mring rama ibu duk purwa sira udani, karya becik lan ala, saking rama ibu, duk siro tasih jajabang, ibu iro kalangkung lara prihatin, rumeksa maring siro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Nora eco dahar lawan ghuling, ibu niro rumekso ing siro, dahar sekul uyah bae, tan ketang wejah luntur, nyakot bathok dipunlampahi, saben ri mring bengawan, pilis singgul kalampahan, ibu niri rumekso duk siro alit, mulane den rumongso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dhaharira mangke pahit getir, ibu niro rumekso ing sira, nora ketang turu samben, tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi, lamun sira wawratana, tinatur pinangku, cinowekan ibu nira, dipun dusi esok sore nganti resik, lamun luwe dinulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Duk sira ngumur sangang waresi, pasti siro yen bisa rumangkang, ibumu momong karsane, tan ketang gombal tepung, rumeksane duk sira alit, yen sira kirang pangan nora ketang nubruk, mengko sira wus diwasa, nora ana pamalesira, ngabekti tuhu sira niaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lamun sira mangke anglampahi, nganiaya ing wong tuwanira, ingukum dening Hyang Manon, tembe yen lamun lampus, datan wurung pulang lan geni, yen wong durakeng rena, sanget siksanipun, mulane wewekas ingwang, aja wani dhateng ibu rama kaki, prentahe lakonano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Parandene mangke sira iki, yen den wulang dhateng ibu rama, sok balawanan ucape, sumahir bali mungkur, iya iku cegahen kaki, tan becik temahira, donya keratipun, tan wurung kasurang-kasurang, tembe mati sinatru dening Hyang widhi, siniksa ing Malekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Yen wong anom ingkang anastiti, tan mangkana ing pamang gihira, den wulang ibu ramane, asilo anem ayun, wong tuwane kinaryo Gusti, lungo teko anembah iku budi luhung, serta bekti ing sukma, hiyo iku kang karyo pati lan urip, miwah sandhang lan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Kang wus kaprah nonoman samangke, anggulang polah, malang sumirang, ngisisaken ing wisese, andadar polah dlurung, mutingkrang polah mutingkring, matengkus polah tingkrak, kantara raganipun, lampahe same lelewa, yen gununggungsarirane anjenthit, ngorekken wong kathah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Poma aja na nglakoni, ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe, kasuluh solahipun, tan kuwama solah kang silip, semune ingeseman ing sasaminipun, mulaneta awakingwang, poma aja na polah kang silip, samya brongta ing lampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Lawan malih wekas ingsun kaki, kalamun sira andarbe karsa, aja sira tinggal bote, murwaten lan ragamu, lamun derajatiro alit, aja ambek kuwawa, lamun siro luhur, den prawira anggepiro, dipun sabar jatmiko alus ing budi, iku lampah utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Pramilane nonoman puniki, dan teberi jagong lan wong tuwa, ingkang becik pituture, tan sira temahipun, apan bathin kalawan lahir, lahire tatakromo, bathine bekti mring tuhu, mula eta wekasing wong, sakathahe anak putu buyut mami, den samya brongta lampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya:&lt;br /&gt;Pupuh I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Wulang sunu yang dibuat lagu, yang dimulai dengan tata cara berbakti, bergaul bersama orang tuanya, agar semuanya memperhatikan, petunjuk yang tertulis, siapa yang tidak mau menurut, pada petunjuk yang tertulis, niscaya akan tersia-sia, niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka, sesudah mati di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak, ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi, ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidak enak makan dan tidur, ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan , makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Keadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku, dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih, bila kamu lapar disuapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Ketika kamu berumur sembilan bulan, pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan, memeliharamu ketika kamu masih kecil, bila kamu kurang makan, dicarikan sampai dapat, nanti kalau kamu sudah dewasa, tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Bila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu, dihukum oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui, besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api, kalau orang senang durhaka, siksanya sangat berat, maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku, lakukan perintah keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Adapun kamu nanti, bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling, cegahlah itu anakku, tidak baik pada akhirnya, dunia akherat akan sia-sia, besok kalau mati dimusuhi Tuhan, disiksa oleh Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Sedangkan anak muda yang baik, pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya, duduk bersila dihadapannya, orang tuanya bagaikan Tuhan, pergi pulang bersujud, itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan Yang Maha Hidup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Yang sudah kaprah bagi anak muda, bertingkah malang melintang memanjakan diri, bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan, berlaku congkak, senang memperlihatkan badannya, kelakuannya tidak terarah, bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Ingat-ingat jangan ada yang melakukan, segala tingkah yang salah, tingkahnya pasti akan terkuak (diketahui orang banyak), ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya, seolah-olah semua orang hanya melempar senyum, untuk itu anakku, ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Ada lagi nasehatku anakku, bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri, jagalah badanmu, bila derajatmu kecil, jangan merasa pesimis, bila kamu menjadi orang luhur, tegakkanlah pendapatmu, bersabar dengan kehalusan, budi, itulah perbuatan yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Maka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah, bergaul dengan orang tua, perhatikanlah petunjuknya yang baik, dari lahir sampai batin, lahir dengan tatakrama, batinnya dengan berbakti kepadanya, itulah nasehatku semua anak cucu cicitku, agar hidupmu tidak mengalami kesusahan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT JOKOLODANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambuh&lt;br /&gt;1. Jaka Lodang gumandhul, Praptaning ngethengkrang sru muwus, Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi, Gunung mendhak jurang mbrenjul, Ingusir praja prang kasor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon, kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan (akan terjadi wolak waliking jaman), karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Nanging awya kliru, Sumurupa kanda kang tinamtu, Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti, Maksih katon tabetipun, Beda lawan jurang gesong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. Lain sekali dengan jurang yang curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nadyan bisa mbarenjul, Tanpa tawing enggal jugrugipun, Kalakone karsaning Hyang wus pinasti, Yen ngidak sangkalanipun, Sirna tata estining wong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung, namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. (Ket. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan). Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa 1850. (Sirna=0, Tata=5, Esthi=8 dan Wong=1). Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom&lt;br /&gt;1. Sasedyane tanpa dadya, Sacipta-cipta tan polih, Kang reraton-raton rantas, Mrih luhur asor pinanggih&lt;br /&gt;Bebendu gung nekani, Kongas ing kanistanipun, Wong agung nis gungira, Sudireng wirang jrih lalis, Ingkang cilik tan tolih ring cilikira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud, apa yang dicita-citakan buyar, apa yang dirancang berantakan, segalanya salah perhitungan, ingin menang malah kalah, karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Yang tampak hanyalah perbuatan - perbuatan tercela. Orang besar kehilangan kebesarannya, lebih baik tercemar nama daripada mati,sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wong alim-alim pulasan, Njaba putih njero kuning, Ngulama mangsah maksiat, Madat madon minum main, Kaji-kaji ambataning, Dulban kethu putih mamprung, Wadon nir wadorina, Prabaweng salaka rukmi&lt;br /&gt;Kabeh-kabeh mung marono tingalira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang tampaknya alim, tetapi hanyalah semu belaka. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Banyak ulama berbuat maksiat. Mengerjakan madat, madon minum dan berjudi. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Para sudagar ingargya, Jroning jaman keneng sarik, Marmane saisiningrat, Sangsarane saya mencit, Nir sad estining urip, Iku ta sengkalanipun, Pantoging nandang sudra, Yen wus tobat tanpa mosik, Sru nalangsa narima ngandel ing suksma,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0, Sad=6, Esthining=8, Urip=1). Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megatruh&lt;br /&gt;1. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu, Jaka Lodang nabda malih, Nanging ana marmanipun, Ing waca kang wus pinesthi, Estinen murih kelakon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. Kemudian Joko Lodang berkata lagi : "Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab, didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sangkalane maksih nunggal jamanipun, Neng sajroning madya akir, Wiku Sapta ngesthi Ratu, Adil parimarmeng dasih, Ing kono kersaning Manon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Tahun Jawa 1877 (Wiku=7, Sapta=7, Ngesthi=8, Ratu=1). Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Akan ada keadilan antara sesama manusia. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk, Malenuk samargi-margi, Marmane bungah kang nemu, Marga jroning kethuk isi, Kencana sesotya abyor,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil), yang berada banyak dijalan. Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT SABDATAMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;karya R. Ng. Ronggowarsito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambuh&lt;br /&gt;1. Rasaning tyas kayungyun, Angayomi lukitaning kalbu, Gambir wanakalawan hening ing ati, Kabekta kudu pitutur, Sumingkiring reh tyas mirong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Den samya amituhu, Ing sajroning Jaman Kala Bendu, Yogya samyanyenyuda hardaning ati, Kang anuntun mring pakewuh, Uwohing panggawe awon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu&lt;br /&gt;sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ngajapa tyas rahayu, Nyayomana sasameng tumuwuh, Wahanane ngendhakke angkara klindhih, Ngendhangken pakarti dudu, Dinulu luwar tibeng doh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beda kang ngaji mumpung, Nir waspada rubedane tutut, Kakinthilan manggon anggung atut wuri, Tyas riwut ruwet dahuru, Korup sinerung agoroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ilang budayanipun, Tanpa bayu weyane ngalumpuk, Sakciptane wardaya ambebayani, Ubayane nora payu, Kari ketaman pakewoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya. Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah kerepotan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rong asta wus katekuk, Kari ura-ura kang pakantuk, Dandanggula lagu palaran sayekti, Ngleluri para leluhur, Abot ing sih swami karo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang.&lt;br /&gt;Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Galak gangsuling tembung, Ki Pujangga panggupitanipun, Rangu-rangu pamanguning reh harjanti, Tinanggap prana tumambuh, Katenta nawung prihatos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan / kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wartine para jamhur, Pamawasing warsita datan wus, Wahanane apan owah angowahi, Yeku sansaya pakewuh, Ewuh aya kang linakon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah. Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sidining Kala Bendu, Saya ndadra hardaning tyas limut, Nora kena sinirep limpating budi, Lamun durung mangsanipun, Malah sumuke angradon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ing antara sapangu, Pangungaking kahanan wus mirud, Morat-marit panguripaning sesami, Sirna katentremanipun, Wong udrasa sak anggon-anggon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan,&lt;br /&gt;penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kemang isarat lebur, Bubar tanpa daya kabarubuh, Paribasan tidhem tandhaning dumadi, Begjane ula dahulu, Cangkem silite angaplok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ndhungkari gunung-gunung, Kang geneng-geneng padha jinugrug, Parandene tan ana kang nanggulangi, Wedi kalamun sinembur, Upase lir wedang umob&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kalonganing kaluwung, Prabanira kuning abang biru, Sumurupa iku mung soroting warih, Wewarahe para Rasul, Dudu jatining Hyang Manon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Supaya pada emut, Amawasa benjang jroning tahun, Windu kuning kono ana wewe putih, Gegamane tebu wulung, Arsa angrebaseng wedhon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon (pocongan setan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Rasa wes karasuk, Kesuk lawan kala mangsanipun, Kawises kawasanira Hyang Widhi, Cahyaning wahyu tumelung, Tulus tan kena tinegor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16, Karkating tyas katuju, Jibar-jibur adus banyu wayu, Yuwanane turun-temurun tan enting, Liyan praja samyu sayuk, Keringan saenggon-enggon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negara-negara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT KALATIDA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom&lt;br /&gt;1. Mangkya darajating praja, Kawuryan wus sunyaturi, Rurah pangrehing ukara, Karana tanpa palupi, Atilar silastuti, Sujana sarjana kelu, Kalulun kala tida, Tidhem tandhaning dumadi, Ardayengrat dene karoban rubeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ratune ratu utama, Patihe patih linuwih, Pra nayaka tyas raharja, Panekare becik-becik, Paranedene tan dadi, Paliyasing Kala Bendu, Mandar mangkin andadra, Rubeda angrebedi, Beda-beda ardaning wong saknegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Katetangi tangisira, Sira sang paramengkawi, Kawileting tyas duhkita, atamen ing ren wirangi, Dening upaya sandi, Sumaruna angrawung, Mangimur manuhara, Met pamrih melik pakolih, Temah suka ing karsa tanpa wiweka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan, mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang. Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dasar karoban pawarta, Bebaratun ujar lamis, Pinudya dadya pangarsa, Wekasan malah kawuri, Yan pinikir sayekti, Mundhak apa aneng ngayun, Andhedher kaluputan, Siniraman banyu lali, Lamun tuwuh dadi kekembanging beka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ujaring panitisastra, Awewarah asung peling, Ing jaman keneng musibat, Wong ambeg jatmika kontit, Mengkono yen niteni, Pedah apa amituhu, Pawarta lolawara, Mundhuk angreranta ati, Angurbaya angiket cariteng kuna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku Panitisastra (ahli sastra), sebenarnya sudah ada peringatan. Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai. Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keni kinarta darsana, Panglimbang ala lan becik, Sayekti akeh kewala, Lelakon kang dadi tamsil, Masalahing ngaurip, Wahaninira tinemu, Temahan anarima, Mupus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala, guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama, mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya "nrima" dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan milu anglakoni, Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup didalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Semono iku bebasan, Padu-padune kepengin, Enggih mekoten man Doblang, Bener ingkang angarani&lt;br /&gt;Nanging sajroning batin, Sejatine nyamut-nyamut, Wis tuwa arep apa, Muhung mahas ing asepi, Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan ? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua, apa pula yang dicari. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Beda lan kang wus santosa, Kinarilah ing Hyang Widhi, Satiba malanganeya, Tan susah ngupaya kasil&lt;br /&gt;Saking mangunah prapti, Pangeran paring pitulung, Marga samaning titah, Rupa sabarang pakolih, Parandene maksih taberi ikhtiyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rakhmat Tuhan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Namun demikian masih juga berikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sakadare linakonan, Mung tumindak mara ati, Angger tan dadi prakara, Karana riwayat muni, Ikhtiyar iku yekti, Pamilihing reh rahayu, Sinambi budidaya, Kanthi awas lawan eling, Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar, hanya harus memilih jalan yang baik. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ya Allah ya Rasulullah, Kang sipat murah lan asih, Mugi-mugi aparinga, Pitulung ingkang martani&lt;br /&gt;Ing alam awal akhir, Dumununging gesang ulun, Mangkya sampun awredha, Ing wekasan kadi pundi&lt;br /&gt;Mula mugi wontena pitulung Tuwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih, mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sageda sabar santosa, Mati sajroning ngaurip, Kalis ing reh aruraha, Murka angkara sumingkir, Tarlen meleng malat sih, Sanityaseng tyas mematuh, Badharing sapudhendha, Antuk mayar sawetawis, BoRONG angGA saWARga meSI marTAya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa, seolah-olah dapat mati didalam hidup. Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya. Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT SABDOJATI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megatruh&lt;br /&gt;1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu, MarGAne suka basuki, Dimen luWAR kang kinayun, Kalising panggawe SIsip, Ingkang TAberi prihatos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita, terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ulatna kang nganti bisane kepangguh, Galedehan kang sayekti, Talitinen awya kleru, Larasen sajroning ati, Tumanggap dimen tumanggon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama, intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pamanggone aneng pangesthi rahayu, Angayomi ing tyas wening, Eninging ati kang suwung, Nanging sejatining isi, Isine cipta sayektos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan, mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakonana klawan sabaraning kalbu, Lamun obah niniwasi, Kasusupan setan gundhul, Ambebidung nggawa kendhi, Isine rupiah kethon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul, yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lamun nganti korup mring panggawe dudu, Dadi panggonaning iblis, Mlebu mring alam pakewuh, Ewuh mring pananing ati, Temah wuru kabesturon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan, sudah jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik, seolah-olah mabuk kepayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu, Hayuning tyas sipat kuping, Kinepung panggawe rusuh, Lali pasihaning Gusti, Ginuntingan dening Hyang Manon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya, sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Parandene kabeh kang samya andulu, Ulap kalilipen wedhi, Akeh ingkang padha sujut, Kinira yen Jabaranil, Kautus dening Hyang Manon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Yeng kang uning marang sejatining dawuh, Kewuhan sajroning ati, Yen tiniru ora urus, Uripe kaesi-esi, Yen niruwa dadi asor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung, Anggelar sakalir-kalir, Kalamun temen tinemu, Kabegjane anekani, Kamurahane Hyang Manon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan langit, siapa yang berusaha dengan setekun - tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun, Yen temen-temen sayekti, Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti, Saciptanira kelakon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati. Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur, Saka pengunahing Widi, Ambuka warananipun, Aling-aling kang ngalingi, Angilang satemah katon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Para jalma sajroning jaman pakewuh, Sudranira andadi, Rahurune saya ndarung, Keh tyas mirong murang margi, Kasekten wus nora katon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan, cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela, makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Katuwane winawas dahat matrenyuh, Kenyaming sasmita sayekti, Sanityasa tyas malatkunt, Kongas welase kepati, Sulaking jaman prihatos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan tersebut, senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Waluyane benjang lamun ana wiku, Memuji ngesthi sawiji, Sabuk tebu lir majenum, Galibedan tudang tuding, Anacahken sakehing wong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877 (Wiku=7, Memuji=7, Ngesthi=8, Sawiji=1. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila, hilir mudik menunjuk kian kemari, menghitung banyaknya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu, Kala Suba kang gumanti, Wong cilik bisa gumuyu, Nora kurang sandhang bukti, Sedyane kabeh kelakon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Diganti dengan jaman Kala Suba. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria, tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pandulune Ki Pujangga durung kemput, Mulur lir benang tinarik, Nanging kaseranging ngumur, Andungkap kasidan jati, Mulih mring jatining enggon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali "pengelihatan" Sang Pujangga belum sampai selesai, bagaikan menarik benang dari ikatannya. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Amung kurang wolung ari kang kadulu, Tamating pati patitis, Wus katon neng lokil makpul, Angumpul ing madya ari, Amerengi Sri Budha Pon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlihat hanya kurang 8 hari lagi, sudah sampai waktunya, kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Rabu Pon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tanggal kaping lima antarane luhur, Selaning tahun Jimakir, Taluhu marjayeng janggur, Sengara winduning pati, Netepi ngumpul sak enggon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 5 bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu, Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor, itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Cinitra ri budha kaping wolulikur, Sawal ing tahun Jimakir, Candraning warsa pinetung, Sembah mekswa pejangga ji, Ki Pujangga pamit layoti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. (Sembah=2, Muswa=0, Pujangga=8, Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SULUK SUJINAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi teks tentang ajaran tasawuf atau mistik, amanat teks Suluk Sujinah dituangkan dalam bentuk dialog antara tokoh Purwaduksina sebagai suami dengan tokoh utama Ken Sujinah sebagai istri. Dialog yang disampaikan menyangkut : asal mula manusia, kewajiban, tujuan dan hakikat hidup menurut agama Islam, khususnya ajaran tasawuf.Diterangkan tahap-tahap yang harus dilalui manusia dalam upaya agar bisa luluh kembali kepada Tuhan. Tokoh Purwaduksina memberikan ajaran kepada istrinya, Dewi Sujinah mengenai : Rukun Islam, Empat Kiblat, Baitullah, Asma Allah, Takbiratul Ihram dan sebagainya.Dilukiskan mengenai hakikat perkawinan, hakikat sholat, sifat Tuhan, letakNYA, macam-macam bertapa, uraian tentang tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit, tentang anugerah Tuhan, pertalian manusia dengan Tuhan dan petunjuk-petunjuk agar manusia agar manusia mematuhi ajaran utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahap yan harus dilalui oleh salik dalam mendekati sang Khalik, ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syariat 2. Tarekat 3. Hakikat 4. Makrifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud iman ada pada diri sendiri dan merupakan hakikat kehendak sejati, sedangkan tauhid adalah mata roh yang memandang terpusat kepada Allah. Makrifat adalah saat bertemunya makhluk dengan Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat watak yang tidak terpuji yang harus dijauhi yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jubriya atau sombong 2. Takabur atau keras kepala 3. Kibir atau mengandalkan kekuatan 4.Sumengah atau watak tidak terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berilmu sejati tidak akan sakit apabila dicela, dan tidak bangga jika disanjung dalam menghadapi rintangan hidup hendaknya tetap teguh. Menuntut ilmu sejati harus didasari kesucian hati, jangan menganggap dirinya merasa lebih dan jangan pula meremehkan orang lain. Janganlah menganggap orang lebih rendah dan jangan pula mencari kejelekkan atau kekurangannya. Cara untuk menghilangkan watak tidak terpuji dapat ditempuh dengan dua cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sadarlah bahwa manusia itu sama, baik tua maupun muda, tinggi rendah, maupun kaya miskin, kesemuanya adalah mahkluk Tuhan. Jika sering mencampuri urusan orang lain dan mencelanya, sama saja dengan mencela Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia hendaklah mencamkan sabda dalam Alquran, dengan bekal mencamkan sabda tersebut ia akan dijauhkan dari sifat takabur. Manusia pada dasarnya adalah mahkluk yang lemah, ia ibarat wayang yang digerakkan oleh dalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hanya terhenti pada tahap Syariat diibaratkan sebagai berdagang madu atau gula, dalam mengarungi samudera kehidupan manusia pastia akan mengalami berbagai rintangan yang tidak cukup diatasi dengan banyak bicara saja tanpa disertai perbuatan amal. Pada tingkat Tarekat manusia diibaratkan mati didalam hidup dan hidup dalam kematian, ia harus bersikap rendah, tidak gemar cekcok dan menyadari bahwa setiap harinya manusia selalu harus pandai-pandai memerangi gejolak hawa nafsu yang kan menjerumuskan kepada ketersesatan. Ia harus mematuhi nilai-nilai pergaulan dalam masyarakat, mempunyai watak terpuji ( sabar, penuh pengertian, berbudi luhur, tidak cenderung mencela dan mencampuri urusan orang lain, jujur, tulus ikhlas, tidak angkuh dan tidak iri )dan bersyukur atas apa yang telah dicapai berkat rida Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Hakikat manusia telah mengenal jati dirinya yang dilambangkan terdiri atas tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit sebagai kelengkapan suatu ilmu. Manusia yang telah memahami ilmu Tuhan, tidak berpikiran sempit, tidak kerdil atau fanatik dan tidak pula takabur. Ia justru bersikap tenggang rasa dan hormat menghormati keyakinan orang lain. Orang yang telah mencapai Makrifat kalbu dan rasanya telah luluh, menyatu dengan Tuhan, ia sudah tidak sedih atau menderita akibat pasang surutnya kehidupan, jiwanya stabil, tutur kata dan tingkah laku di dunia menjadi saksi keangungan-NYA.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;DARMAGANDHUL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmagandhul, karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat, bernafaskan Islam dan berisi ajaran tasawuf atau mistik. Suluk ini ditulis oleh Ki Kalamwadi, waktu penulisan hari sabtu legi, 23 ruwah 1830 Jawa. Amanat ajaran dalam teks dituangkan dalam bentuk dialaog antara Ki Kalamwadi dengan Darmagandhul, isi teks menceritakan jatuhnya kerajaan Majapahit karena serbuan tentara Demak Bintara yang dibantu para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Kalamwadi berguru kepada Reden Budi, sementara Raden Budi mempunyai murid bernama Darmagandhul. Darmagandhul menanyakan kepada gurunya mengenai kapan agama Islam itu datang di pulau Jawa. Ki Kalamwadi menjawab bahwa pada zaman Majapahit saat pemerintahan Prabu Brawijaya, permaisuri Prabu Brawijaya membujuk agar beliau beralaih ke agama Islam. Sayid Rahmat atau Sunan Bonang, kemenakan permaisuri Prabu Brawijaya yang berasal dari Campa, diberi tanah di Tuban dan diizinkan untuk menyebarkan agama Islam. Daerah penyebarannya sepanjang pantai utara Jawa, mulai dari Blambangan sampai Banten. Kemudian datanglah Raden Patah, yakni putra Prabu Brawijaya yang lahir di tanah Palembang, yang diberi tanah Demak dan sebagai adipati, juga diizinkan menyebarkan agama Islam. Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Bonang di daerah Kediri mendapatkan tantangan dari Ki Buta Locaya penguasa di daerah tersebut. Kemudian Sunan Bonang menuju ke desa Bogem, dan merusak arca kuda berkepala dua karya Prabu Jayabaya. Perusakan arca tersebut mendapatkan tentangan Ki Buta Locaya yang mendesak agar Sunan Bonang pergi dari daerah itu. Patih Gajah Mada menghadap Prabu Brawijaya dan memberitahukan bahwa tanah Kertasana rusak akibat perbuatan Sunan Bonang. Akhirnya, Prabu Brawijaya memerintahkan agar mengusir kaum Islam dari daerah Majapahit, kecuali kaum muslimin yang tinggal di Ngampelgading dan Demak, Sunan Bonang dan Sunan Giri menyingkir ke Tuban dan berlindung ke Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan antara pasukan Prabu Brawijaya dengan Sultan Demak , dalam pertempuran sengit itu tentara Majapahit hancur, Gajah Mada gugur di medan laga. Kemudian orang-orang Majapahit yang takluk kepada Demak diperintahkan masuk agama Islam. Akhirnya Sultan Patah yang didukung oleh para wali pergi ke Ngampeldenta untuk menghadap neneknya. Neneknya Nyai Ngampeldenta sangat menyesal perbuatan yang dilakukan oleh Sultan Patah dalam melawan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempermasalahkan Sultan Patah beserta para wali yang tidak baik misalnya budi kepada Prabu Brawijaya. Ia memberikan beberapa contoh yang tidak baik misalnya kejadian di Mesir yang dialami Nabi Daud, perebutan kekuasaan yang dilakukan Prabu Dewatacengkar terhadap ayahnya, Prabu Sindhula dan peristiwa Prabu Danapati raja Lokapala melawan ayahnya, Sang resi Wisrawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh tersebut merupakan permusuhan antara anak melawan ayahnya, seperti halnya yang dilakukan oleh Sultan Patah terhadap Prabu Brawijaya. Dengan adanya penjelasan dari neneknya tadi, maka Sultan Patah sangat sedih dan menyesal atas segala perbuatannya. Ahkirnya Sunan Kalijaga diutus untuk mencari Prabu Brawijaya dan memohon kepadanya agar bersedia kembali menjadi raja Majapahit. Sekembalinya Sultan Patah ke Demak di sambut dengan gembira. Ia menceritakan hal itu kepada Sunan Bonang, akhirnya Sunan Bonang memberikan penjelasan secara panjang lebar bahwa perlawanannya terhadap ayahnya itu tidak berdosa, karena ayahnya seorang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Kalijaga menjumpai Prabu Brawijaya di Blambangan untuk menyampaikan tugasnya. Karena kepandaian Sunan Kalijaga maka bersedialah Prabu Brawijaya kembali ke Majapahit. Ia sangat tertarik atas keterangan Sunan sehingga prasangka buruk akan agama Islam sedikit banyak hilang. Bahkan ia bermaksud untuk masuk agama Islam secara lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran agama Islam terhadap punakawan Prabu Brawijaya, yakni Sabdapalon dan Nayagenggong, yang berakhir dengan penolakan ( tidak berhasil ) Sabdapalon menilai bahwa Prabu Brawijaya telah menyimpang dari para pendahulunya yang melestarikan agama Budha. Sunan Kalijaga berusaha menghibur hati Prabu Brawijaya utuk bahwa ajaran agama Islam itu baik dan diridhoi Tuhan. Sunan bersabda bahwa air telaga itu berbau wangi, dan terjadilah demikian. Setelah selama seminggu dalam perjalanan yang melewati Panarukan, Besuki dan Prabalingga akhirnya sampailah di Ngampeldenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya Kerajaan Majapahit atas serangan Demak yang dilukiskan secara simbolis. Darmagandhul juga minta penjelasan tentang agama Nasrani yang kemudian dijelaskan oleh Kalamwadi. Disebutkan bahwa agama Nasrani itu dibawa oleh Nabi Ngisa, Putra Tuhan. Dijelaskan pula, bahwa sebenarnya Sultan Demak merasa menyesal atas penyerbuannya ke Kerajaaan Majapahit. Ia merasa berdosa melawan ayahnya. Bahkan ia merasa pula bahwa pengangkatannya sebagai Sultan Demak itu juga dari ayahnya. Akan tetapi semuanya telah terjadi, maka Sultan Demak dengan bersedih hati kembali ke Demak. Darmagandhul menguraikan tentang sebab-sebab Nabi Adam dan Ibu Kawa turun dari surga terkena marah Tuhan. Darmagandhul tidak mengetahui bagaimana pandangan kitab Jawa tentang Nabi Adam itu. Ki Kalamwadi menjelaskan bahwa orang Jawa tidak mempunyai kitab yang menceritakan tentang pengusiran Tuhan terhadap Nabi Adam dan Ibu Kawa itu. Kitab yang menjadi pegangan raja hanyalah Manikmaya. Darmagandhul juga menguraikan pendapatnya bahwa baginda, baik agama itu harus konsekuen mengerjakan peraturan yang ada di dalamnya. Namun, yang paling baik bagi orang Jawa adalah agama Budi, sebab agama Budi telah dianut sejak dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan agama Islam, Nasrani, Cina dan Jawa. Ki Kalamwadi mencela orang yang naik haji ke Mekah dengan mengharapkan kelak masuk surga. Konon ada anggapan bahwa yang datang naik haji ke Mekah dan mencium kakbah akan terhapus dosanya dan nantinya masuk surga. Hal itu itu tidaklah benar. Orang akan masuk surga apabila dirinya bersih. Perbedaan adanya utusan dan kitab yang menjadi pegangan itu berbeda. Kalamwadi menjawab bahwa itulah kebebasan yang diberikan Tuhan agar manusia memilih agama yang menjadi kesenangannya. Meskipun demikian, agama Budi bagi orang Jawa tetap lebih tinggi dan sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalamwadi membentangkan ajaran itu kepada istrinya, Perjiwati, mengenai hal keutamaan dalam hidup dan mengenai ajaran perkawinan. Bekal perkawinan itu bukannya rupa dan harta akan tetapi hati. Perkawinan diibaratkan sebagai galah dan kemudi, yang masing-masing harus sejalan. Diuraikan pula mengenai 4 kemuliaan, yaitu: (1) kemuliaan yang lahir dari diri sendiri, (2) yang lahir dari harta benda pemilik, (3) kemuliaan karena kepandaiannya, (4) kemuliaan karena pengetahuannya. Generasi sekarang tidak boleh meremehkan generasi pendahulunya (orang kuna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ki Kalamwadi disebutkan bahwa bekas kerajaan Prabu Brawijaya tidak terletak di Kediri, akan tetapi terletak di Daha. Akhir kehidupannya, Prabu Jayabaya muksa diiringkan oleh Patih Tunggulwulung dan Nimas Ratu pagedhongan. Tunggulwulung diperintahkan menjaga Gunung Kelud sedangkan Nimas ratu Pegendhongan menjadi raja jin penguasa laut selatan dengan gelar Ratu Angin-Angin.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SERAT GATHOLOCO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatholoco, suluk karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat, bernafaskan Islam dan berisi ajaran tasawuf atau mistik. Waktu penulisan pada hari senin. Pahing tanggal, 8 Jumadilawal 1962 Jawa. Isi teks menceritakan perbincangan atau perdebatan antara Gatholoco dengan Dewi Perjiwati mengenai hakikat pria-wanita, perilaku dalam asmaragama dan asal terjadinya benih manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Gatholoco digambarkan sebagai seorang anak raja Suksmawisesa dari kerajaan Jajarginawe yang berparas jelek sekali. Ia mempunyai seorang hamba yang sangat setia, bernama Darmagandhul yang tidak kalah jeleknya dari dirinya. Gatholoco disuruh bertapa oleh ayahnya agar ia menjadi orang yang sangat pandai berdebat, pandai tulis-menulis, dan pandai berhitung tanpa guru. Kelak ia akan mendapat lawan tangguh dalam berdebat mengenai kawruh kasunyatan “ Ilmu Sejati “ yang bernama Dewi Perjiwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan tentang tiga orang guru mengaji, yaitu Abduljabar, Abdulmanab, Abdulgharib. Ketiganya amat fasih dalam membaca Al Quran, Fikih dan Nahwu. Mereka berjumpa dengan Gatholoco dalam perjalanan sewaktu mencari lawan berdebat tentang ilmu yang dikuasinya. Terjadilah perdebatan antara ketiga guru mengaji tersebut dengan Gatholoco. Perdebatan meliputi tentang arti orang yang memiliki ilmu, haram, atau najis dan arti halal. Gatholoco memenangkan perdebatan dan akhirnya mengajak mereka berteka-teki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-teki Gatholoco mengenai : wayang, dalang, blencong, dan kelir. Dari keempat itu manakah yang lebih tua ? perdebatan dimenangkan oleh Gatholoco. Ia menerangkan juga tentang hakikat : wayang, dalang, kelir, blencong dan gamelan. Ketiga guru mengaji itu akhirnya meninggalkan Gatholoco dan menuju Cepekan. Di Cepekan terdapat tiga orang guru mengaji, yaitu : Kasan Mustahal, Kasan Besari, dan Ki Duljalal. Mereka ini didatangi oleh ketiga ketiga orang guru mengaji yang kalah berdebat dengan Gatholoco. Mereka menceritakan tentang kekalahan dalam perdebatan. Gatholoco dicari dan diajaknya ke Pondok Cepekan untuk diajak berdebat tentang ilmu sejati. Perdebatan antara Gatholoco dengan ketiga orang guru mengaji di Pondok Cepekan berlanjut. Akhirnya dimenangkan oleh Gatholoco, karena mereka kalah, maka diusirlah Gatholoco dari pondok tersebut. Pada mulanya Gatholoco tidak mau pergi kalau tidak diberi uang. Akhirnya, ia meninggalkan pondok tersebut untuk melanjutkan pengembaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Gatholoco sampai di gunung Endragiri dan bertemu dengan seorang pertapa yang bernama Dewi Perjiwati yang di dampingi oleh para emban dan cantriknya. Sebelum bertemu dengan Dewi Perjiwati terpaksa harus menghadapi para emban dan cantriknya yang mendampinginya. Para emban dan cantrik tersebut memberikan teka-teki untuk dijawab oleh Gatholoco. Ternyata teka-teki yang diberikan dapat dijawab oleh Gatholoco dengan baik, kemudian Gatholoco dapat bertemu dengan Dewi Perjiwati, maka terjadilah tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan oleh Dewi Perjiwati adalah tentang arti kalimah Sahadat, arti pria-wanita dan suaimi istri. Apabila Gatholoco dapat menebak dengan betul maka sebagai imbalannya adalah Dewi Perjiwati bersedia menjadi istrinya. Ternyata Gatholoco dapat memenangkan perdebatan tersebut sehingga Dewi Perjiwati terpaksa mau menjadi istri Gatholoco walaupun dengan berat hati. Para emban dan cantrik memberikan saran agar Gatholoco diajaknya masuk ke gua, setelah sampai di dalamnya maka pintu gua segera ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darmagandhul, hamba setia Gatholoco memperingatkan tetapi tidak dihiraukan , ia mengalami pingsan di dalam gua. Setelah sampai diluar ia baru sadar bahwa telah terjebak oleh tipu Dewi Perjiwati. Karena merasa terjebak, maka Gatholoco merasa malu, akhirnya ia masuk kembali ingin berperang dengan Dewi Perjiwati. Keduanya ternyara sama-sama sakti dan tidak ada yang menyerah. Tidak lama kemudian lahirlah seorang bayi dari rahim Dewi Perjiwati, baik Dewi Perjiwati maupun Gatholoco sangat sayang melihat anak tersebut. Ia bertanya kepada Dewi Perjiwati, sebetulnya anak siapakah bayi itu ? dijawabnya. Ia adalah anak dari Gatholoco sendiri. Anak tersebut kelak diberi ajaran tentang rukun Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;RAMALAN JAYABAYA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Jayabaya raja Kediri bertemu pendita dari Rum yang sangat sakti, Maulana Ali Samsuyen. Ia pandai meramal serta tahu akan hal yang belum terjadi. Jayabaya lalu berguru padanya, sang pendeta menerangkan berbagai ramalan yang tersebut dalam kitab Musaror dan menceritakan penanaman orang sebanyak 12.000 keluarga oleh utusan Sultan Galbah di Rum, orang itu lalu ditempatkan di pegunungan Kendenag, lalu bekerja membuka hutan tetapi banyak yang mati karena gangguan makhluk halus, jin dsb, itu pada th rum 437, lalu Sultan Rum memerintahkan lagi di Pulau Jawa dan kepulauan lainnya dgn mengambil orang dari India, Kandi, Siam. Sejak penanaman orang-orang ini sampai hari kiamat kobro terhitung 210 tahun matahari lamanya atau 2163 tahun bulan, Sang pendeta mengatakan orang di Jawa yang berguru padanya tentang isi ramalan hanyalah Hajar Subroto di G. Padang. Beberapa hari kemudian Jayabaya menulis ramalan Pulau Jawa sejak ditanami yang keduakalinya hingga kiamat, lamanya 2.100 th matahari. Ramalannya menjadi Tri-takali, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Jaman permulaan disebut KALI-SWARA, lamanya 700 th matahari (721 th bulan). Pada waku itu di jawa banyak terdengar suara alam, gara-gara geger, halintar, petir, serta banyak kejadian-kejadian yang ajaib dikarenakan banyak manusia menjadi dewa dan dewa turun kebumi menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Jaman pertengahan disebut KALI-YOGA, banyak perobahan pada bumi, bumi belah menyebabkan terjadinya pulau kecil-kecil, banyak makhluk yang salah jalan, karena orang yamg mati banyak menjelma (nitis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Jaman akhir disebut KALI-SANGARA, 700 th. Banyak hujan salah mangsa dan banyak kali dan bengawan bergeser, bumi kurang manfaatnya, menghambat datangnya kebahagian, mengurangi rasa-terima, sebab manusia yang yang mati banyak yang tetap memegang ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jaman tsb. Masing-masing dibagi menjadi Saptama-kala, artinya jaman kecil-kecil, tiap jaman rata-rata berumur 100 th. Matahari (103 th. bulan), seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. JAMAN KALI-SWARA dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-kukila 100 th, (th. 1-100): Hidupnya orang seperti burung, berebutan mana yang kuat dia yang menang, belum ada raja, jadi belum ada yang mengatur/memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-buddha (th. 101-200): Permulaan orang Jawa masuk agama Buddha menurut syariat Hyang agadnata (Batara Guru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-brawa (th. 201 - 300): Orang-orang di Jawa mengatur ibadahnya kepada Dewa, sebab banyak Dewa yang turun kebumi menyiarkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-tirta (th. 301-400): Banjir besar, air laut menggenang daratan, di sepanjang air itu bumi menjadi belah dua. Yang sebelah barat disebut pulau Sumatra, lalu banyak muncul sumber-sumber air, disebut umbul, sedang, telaga, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-swabara (th. 401-500): Banyak keajaiban yang tampak atau menimpa diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-rebawa (th. 501-600): Orang Jawa mengadakan keramaian2-kesenian dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-purwa (th. 601-700): Banyak tumbuh2an keturunan orang2 besar yang sudah menjadi orang biasa mulai jadi orang besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. JAMAN KALA-YOGA dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-brata (th. 701-800): Orang mengalami hidup sebagai fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-drawa (th. 801-900): Banyak orang mendapat ilham, orang pandai menerangkan hal-hal yang gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-dwawara (th. 901-1.000): Banyak kejadian yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-praniti (th. 1.001- 1.101): Banyak orang mementingkan ulah pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-teteka (th. 1.101 - 1.200): Banyak oran g datang dari negeri-negeri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-wisesa (th. 1.201 - 1.300): Banyak orang yang terhukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-wisaya (th. 1.301 - 1.400): Banyak orang memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. JAMAN KALA-SANGARA dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-jangga (th. 1.401 - 1.500): Banyak orang ulah kehebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-sakti (th. 1.501 - 1.600): Banyak orang ulah kesaktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-jaya (th. 1.601 - 1.700): Banyak orang ulah kekuatan untuk tulang punggung kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-bendu (th. 1.701 - 1.800): Banyak orang senang berbantahan, akhirnya bentrokkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-suba (th. 1.801 - 1.900 ) : Pulau Jawa mulai sejahtera, tanpa kesulitan, orang bersenang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-sumbaga (th. 1.901 - 2.000) : Banyak orang tersohor pandai dan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala-surasa (th. 2.001 - 2.100): Pulau Jawa ramai sejahtera, serba teratur, tak ada kesulitan, banyak orang ulah asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan yang ditulis Jayabaya itu disetujui oleh pendeta Ali Samsujen, kemudian sang pendeta pulang ke negerinya, diantar oleh Jayabaya dan putera mahkotanya Jaya-amijaya di Pagedongan, sampai di perbatasan. Jayabaya diiringi oleh puteranya pergi ke Gunung Padang, disambut oleh Ajar Subrata dan diterima di sanggar semadinya. Sang Anjar hendak menguji sang Prabu yang terkenal sebagai pejelmaan Batara Wisnu, maka ia memberi isyarat kepada endang-nya (pelayan wanita muda) agar menghidangkan suguhan yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunir (kunyit) satu akar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juadah satu takir (mangkok dibuat dari daun pisang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geti (biji wijen bergula) satu takir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajar (senthe sebangsa ubi rasanya pahit memabokkan satu batang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih satu takir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang melati satu takir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang seruni (serunai; tluki) satu takir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjar Subrata menyerahkan hidangan itu kepada sang prabu. Seketika Prabu Jayabaya menjadi murka dan menghunus kerisnya, sang Anjar ditikamnya hingga mati, jenazahnya muksa hilang. Endangnya yang hendak laripun ditikamnya pula dan mati seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang putera mahkota sangat heran melihat murkanya Sang Prabu yang membunuh mertuanya (Anjar Subrata) tanpa dosa. Melihat putera mahkotanya sedih, sesudah pulang Prabu Jayabaya berkata dengan lemah lembut. "Ya anakku putera mahkota, janganlah engkau sedih karena matinya mertuamu, sebab sebenarnya ia berdosa terhadap Kraton. Ia bermaksud mempercepat berakhirnya, para raja di tanah Jawa yang belum terjadi. Hidangan sang Ajar menjadi perlambang akan hal-hal yang belum terjadi. Kalau ku-sambut (hidangan itu) niscaya tidak akan ada kerajaan melainkan hanya para pendeta yang menjadi orang-orang yang dihormati oleh orang banyak, sebab menurut guruku Baginda Ali Samsujen, semua ilmu Ajar itu sama dengan semua ilmuku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang prabu anom bertunduk kepala memahami, kemudian mohon penjelasan tentang hidangan-hidangan sang pendeta dalam hubungannya dengan kraton-kraton yang bersangkutan, Sabda Prabu Jayabaya, "Ketahuilah anakku, bahwa aku ini penjelmaan Wisnu Murti, berkewajiban mendatangkan kesejahteraan kepada dunia, sedang penjelmaanku itu tinggal dua kali lagi. Sesudah penjelmaan di Kediri ini, aku akan menjelma Malawapati dan yang terakhir di Jenggala, sesudah itu aku tidak akan lagi menjelma di pulau Jawa, sebab hal itu tidak menjadi kewajibanku lagi. Tata atau rusaknya jagad aku tidak ikut-ikut, serta keadaanku sudah gaib bersatu dengan keadaan di dalam kepala-tongkat guruku. Waktu itulah terjadinya hal-hal yang dilambangkan dengan hidangan Sang Ajar tadi. Terdapat pada 7 tingkat kerajaan, alamnya bergantian, berlainan peraturannya. Wasiatkanlah hal itu kepada anak cucumu di kemudian hari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun keterangan tentang 7 (tujuh) kraton itu sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Anderpati dalam jaman Kalawisesa, ibukotanya Pajajaran, tanpa adil dan peraturan. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa emas. Itulah yang diperlambangkan dalam suguhan si Ajar berupa kunyit. Lenyapnya kerajaan karena pertengkaran di antara saudara. Yang kuat menjadi-jadi kesukaanya akan perang dalam tahun rusaknya negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Srikala Rajapati Dewaraja, ibukotanya Majapahit, ada peraturan negara sementara. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa perak. Itulah diperlambangkan suguhan Ajar berupa juadah. Dalam 100 th. Kraton itu sirna, karena bertengkar dengan putera sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Hadiyati dalam jaman Kalawisaya. Disanalah mulai ada hukum keadilan dan peraturan negara, ibukota kerajaan di Bintara. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa tenaga kerja. Itulah yang diperlambangkan dalam suguhan berupa geti. Kraton sirna karena bertentangan dengan yang memegang kekuasaan peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Kalajangga, bertakhtalah seorang raja bagaikan Batara, ibukotanya di Pajang. Disanalah mulai ada peraturan kerukunan dalam perkara. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa segala macam hasil bumi di desa. Itulah yang diperlambangkan dalam suguhan Ajar berupa kajar sebatang. Sirnanya kerajaan karena bertengkar dengan putera angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Kala-sakti yang bertakhta raja bintara, ibukotanya Mataram. Disanalah mulai ada peraturan agama dan peraturan negara. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa uang perak. Itulah yang dilambangkan dalam suguhan Ajar berupa bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Kala-jaya dalam pemerintahan raja yang angkara murka, semua orang kecil bertabiat sebagai kera karena sulitnya penghidupan, ibukotanya di Wanakarta. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa uang real. Itulah lambang suguhan yang berupa kembang melati. Kedudukan raja diganti oleh sesama saudara karena terjadi kutuk. Hilanglah manfaat bumi, banyak manusia menderita, ada yang bertempat tinggal di jalanan, ada yang di pasar. Sirnanya Karaton karena bertengkar dengan bangsa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Jaman Kala-bedu di jaman raja hartati, artinya yang menjadi tujuan manusia hanya harta, terjadilah Karaton kembali di Pajang-Mataram. Pengorbanan-pengabdian orang kecil berupa macam-macam, ada yang berupa emas-perak, beras, padi dsb. Itulah yang dilambangkan Ajar dengan suguhannya yang berupa bunga serunai. Makin lama makin tinggi pajak orang kecil, berupa senjata dan hewan ternak dsb, sebab negara bertambah rusak, kacau, sebab pembesar-pembesarnya bertabiat buruk, orang kecil tidak menghormat. Rajanya tanpa paramarta, karena tidak ada lagi wahyunya, banyak wahyu setan, tabiat manusia berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan hilang malunya, tiada rindu pada sanak saudara, tak ada berita benar, banyak orang melarat, sering ada peperangan, orang pandai kebijaksanaannya terbelakang, kejahatan menjadi-jadi, orang-orang yang berani kurangajar tetap menonjol, tak kena dilarang, banyak maling menghadang di jalanan, banyak gerhana matahari dan bulan, hujan abu, gempa perlambang tahun, angin puyuh, hujan salah mangsa, perang rusuh, tak ketentuan musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah semua perlambang si Ajar yang mengandung berbagai maksud yang dirahasiakan dengan endangnya ditemukan dengan Prabu Jayabaya. Saat itu sudah dekat dengan akhir jaman Kalabendu. Sirnanya raja karena bertentangan dengan saingannya (maru=madu). Lalu datanglah jaman kemuliaan raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat inilah pulau Jawa sejahtera, hilang segala penyakit dunia, karena datangnya raja yang gaib, yaitu keturunan utama disebut Ratu Amisan karena sangat hina dan miskin, berdirinya tanpa syarat sedikitpun, bijaksanalah sang raja. Kratonnya Sunyaruri, artinya sepi tanpa sesuatu sarana tidak ada sesuatu halangan. Waktu masih dirahasiakan Tuhan membikin kebalikan keadaan, ia menjadi raja bagaikan pendeta, adil paramarta, menjauhi harta, disebut Sultan Herucakra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangnya ratu itu tanpa asal, tidak mengadu bala manusia, prajuritnya hanya Sirullah, keagungannya berzikir, namun musuhnya takut. Yang memusuhinya jatuh, tumpes ludes menyingkir, sebab raja menghendaki kesejahteraan negara dan keselamatan dunia seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun bukannya dibatasi hanya 7.000 real tak boleh lebih. Bumi satu jung (ukuran lebar. kl. 4 bahu) pajaknya setahun hanya satu dinar, sawah seribu (jung?) hasilnya (pajaknya) hanya satu uwang sehari, bebas tidak ada kewajiban yang lain. Oleh karena semuanya sudah tobat, takut kena kutuk (kuwalat) ratu adil yang berkerajaan di bumi Pethikat dengan kali Katangga, di dalam hutan Punhak. Kecepit di Karangbaya. Sampai kepada puteranya ia sirna, karena bertentangan dengan nafsunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada Ratu (raja) Asmarakingkin, sangat cantik rupanya, menjadi buah tutur pujian wadya punggawa, beribukota di Kediri. Keturunan ketiganya pindah ke tanah Madura. Tak lama kemudian Raja sirna karena bertentangan dengan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada 3 orang raja disatu jaman, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ber-ibukota di bumi Kapanasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ber-ibukota di bumi Gegelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ber-ibukota di bumi Tembalang. Sesudah 30 th. mereka saling bertengkar, akhirnya ketiganya sirna semua. Pada waktu itu tidak ada raja, para bupati di Mancapraja berdiri sendiri-sendiri, karena tidak ada yang dianggap (disegani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian ada seorang raja yang berasal dari sabrang (lain negeri). Nusa Srenggi menjadi raja di Pulau Jawa ber-ibukotadi sebelah timur Gunung Indrakila, di kaki gunung candramuka. Beberapa tahun kemudian datang prajurit dari Rum memerangi raja dari Nusa Srenggi, raja dari Nusa Srenggi kalah, sirna dengan bala tentaranya. Para prajurit Rum mengangkat raja keturunan Herucakra, ber-ibukota di sebelah timur kali opak, negaranya menjadi lebih sejahtera, disebut Ngamartalaya. Sampai pada keturunanya yang ke tiga, sampailah umur Pulau jawa genap 210 matahari. Ramalan di atas disambung dengan "Lambang Praja" yang dengan kata-kata indah terbungkus melukiskan sifat keadaan kerajaan kerajaan di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGGALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAJAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJAPAHIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEMAK&lt;br /&gt;PAJANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATARAM KARTASURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAKARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JOGJAKARTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir mengenai hal yang belum terjadi ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Ketangga Pethik tanah madiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Ketangga kajepit Karangboyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Kepanasan, Gegelang (Jipang), Tembilang (Dekat Tembayat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngamartalaya  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;SERAT TRIPAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh sri mangkunegaran ke 4 di surakarta ,isinya menceritakan tentang 3 hal dalam kehidupan manusia dan hubungannya dengan kewarganegaraan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tokoh utama yang diceritakan dalam serat ini adalah patih suwanda,dimana pada waktu kecil beliau bernama bambang sumantri.putra begawan suwandagni,sesudah dewasa mengabdi pada prabu sasrabahu.raja di maespati.sebagai bentuk loyalitasnya terhadap negara dia mengorbankan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut ini petikan pujian mangkunegaran ke 4 terhadap patih suwanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahasa indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seyogyanya wahai prajurit&lt;br /&gt;tirulah sebisa bisanya&lt;br /&gt;cerita jaman dahulu&lt;br /&gt;yakni tangan kanan sang prabu&lt;br /&gt;sasrabahu di maespati&lt;br /&gt;yang bernama patih suwanda&lt;br /&gt;bekal pengabdiannya&lt;br /&gt;meliputi 3 hal&lt;br /&gt;guna kaya dan purun selalu dipegang&lt;br /&gt;sebagai seorang manusia utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adapun ketiga bekal pengabdian itu&lt;br /&gt;guna berarti serba bisa&lt;br /&gt;berusaha untuk selalu berhasil&lt;br /&gt;kaya sesungguhnya&lt;br /&gt;ketika menjadi panglima perang&lt;br /&gt;melawan negeri magada&lt;br /&gt;ia sukses memboyong putri domas&lt;br /&gt;kemudian dihaturkan pada rajanya&lt;br /&gt;purun jelas ketika bertempur melawan raksasa alengka&lt;br /&gt;suwanda gugur di medan laga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjelasan ayat diatas&lt;br /&gt;1 GUNA: ahli ,pandai dan terampil,dalam mengabdi kepada bangsa dan negara suwanda selalu&lt;br /&gt;membekali diri dengan berbagai ilmu dan ketrampilan,dia tidak bekerja asal asalan agar&lt;br /&gt;segalanya berjalan sukses&lt;br /&gt;2 KAYA kaya serba kecukupan,sewaktu patih suwanda diutus rajanya ,dia kembali dengan harta&lt;br /&gt;rampasan perang yang melimpah,banyaknya hasil rampasan tidak diambil sendiri melainkan&lt;br /&gt;diserahkan pada rajanya&lt;br /&gt;3 PURUN pemberani bersemangat dinamis sebagai pemuka negara,suwanda selalu tampil dengan&lt;br /&gt;bersemangat menyala nyala tanpa diserti pamrih bahkan jika perlu jiwa raganya dikorbankan&lt;br /&gt;hal ini terbukti ketika dia bertempur dengan prabu dasamuka dan dia gugur di medan laga&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-162872465299773175?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/162872465299773175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=162872465299773175' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/162872465299773175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/162872465299773175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/serat-sastra-jawa-untuk-refrence.html' title='SERAT, SASTRA JAWA,  untuk refrence pribadi dan sedulur yang cinta suka Jawa'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BPzIqhlnI/AAAAAAAAABE/Ij3DdhAy-qc/s72-c/2R+%283%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-4272208277491292590</id><published>2008-03-30T18:00:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T19:02:52.153-07:00</updated><title type='text'>Oh JaWaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BGNoqhlmI/AAAAAAAAAA8/I7PBv5Bstgk/s1600-h/Picture+014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BGNoqhlmI/AAAAAAAAAA8/I7PBv5Bstgk/s320/Picture+014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183720371171464802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oh jawaku&lt;br /&gt;sengaja saya menulis judul ini karena saya tak ingin kehilangan jawa saya, saya telah memeluk mesra saya dari 26 th yang lalu.&lt;br /&gt;jawa telah membesarkanku dari kecil hinga besar, dari bodoh hingga sedikit pandai, dari tidak tau menjadi tau, dari miskin menjadi kaya, dari netral menjadi berisi.&lt;br /&gt;dan kini jawa saya sedang diuji, sedang tersakiti, sedang mengerang karena diare sehingga isi perutnya keluar di porong, sidoarjo.&lt;br /&gt;kini jawa saya sedang mengeluh megaduh karena kehilangan pelindung hijaunya pepohonan dan kehangatan malam jika rerindangan pohon melindunginya dari embun yang iseng menggoda.&lt;br /&gt;jawa saya sedang merintih sehingga sesekali tangisnya melelehkan air mata yang kemudian airmata itu menyapu kotoran dekil pada mukanya.&lt;br /&gt;jawa saya sedang merintih batuk sehingga sesekali batuk itu mengeluarkan dahak yang mengakibatkan partikel-partikel dalam tenggorokanya keluar.&lt;br /&gt;jawaku kadang juga merasakan sakit perut yang kemudian menyebabkah haraus sesekali buang angin.&lt;br /&gt;jawaku juga sesekali merasakan sakit pinggang sehingga harus sedikit menggerakan badanya dan saat badan digerakan sesekali otot-otot tertarik dan menegang sehingga dekil-dekil yang mengeras di pinggang juga terlempar keluar retak dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaaaa. jawaku yang sedang tidak enak badan.&lt;br /&gt;kau sudah letih&lt;br /&gt;kau sudah renta&lt;br /&gt;saat kau merasakan segala kelakuan manusia kadang harus kau sadari dan kau akui kemarahanmu.&lt;br /&gt;aku tau kau akan berkata&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalu bukan karena sayangku padamu,&lt;br /&gt;kalau bukan karena tasbihku kepada Allahku&lt;br /&gt;kalau bukan karena syukurku kepada Sang Khaliq&lt;br /&gt;aku akan duduk saja termenung, aku istirahat saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;jawaku&lt;/span&gt; jangan kau beristirahat dulu, kasihanilah kami. ijinkan kami menemanimu bertasbih, ajari kami bersyukur. lindungi kami dari keserakahan yang menyengsarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah jawa tetap tenang saudaraku.....&lt;br /&gt;biarlah jawaku istirahat sejenak...&lt;br /&gt;biarlah jawaku tenang damai sehingga esok akan segera segar dan membantumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk jawaku aku jadi teringat sebuah syair yang menceritakan betapa bumi jawa sedang terjadi antah berantah, karena kseserakahan. maka bagi siapa yang kuat iman dan kekuatanya akan menjadi selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dandanggula&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ana kidung rumeksa ing wengi&lt;br /&gt;Teguh ayu luputa ing lara&lt;br /&gt;Luputa bilahi kabèh&lt;br /&gt;Jin sétan datan purun&lt;br /&gt;Paneluhan tan ana wani&lt;br /&gt;Miwah penggawé ala&lt;br /&gt;Gunaning wong luput&lt;br /&gt;Agni atemahan tirta&lt;br /&gt;Maling arda tan ana ngarah ing mami&lt;br /&gt;Tuju duduk pan sirna&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kidung yang digubah di malam hari&lt;br /&gt;Tetaplah kuat terhindar dari penyakit&lt;br /&gt;Terhindar dari semua bencana&lt;br /&gt;Jin dan setan enggan&lt;br /&gt;Segala macam teluh tak ada yang berani&lt;br /&gt;Begitu juga kejahatan&lt;br /&gt;Yang dilakukan orang yang salah jalan&lt;br /&gt;Bagaikan api tersiram air&lt;br /&gt;Malingpun tak ada yang mendatangiku&lt;br /&gt;Semua niat jahat akan sirna&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; kita tinggal dijawa maka bahaya pun datang dari jawa jika kejahatan jawa dilawan dengan cara india tidak akan mempan. menghadapinya pun harus dengan cara jawa pula.&lt;br /&gt;demikian juga kebahagiaan yang kita dapat adalah kebahagiaan ala jawa yang tidak akan pernah tertukar dengan malasyia, arab atupun India (maaf saya tidak menyinggung Islam dan Hindu)&lt;br /&gt;orang lahir ditanah jawa akan makan dijawa atau setidaknya pernah makan dijawa. tidak boleh lantas menyianyiakan jawa. biarlah tanah jawa tiap hari kau injak-injak kau hina atau kau rampas.&lt;br /&gt;ingat bahwa kau menginjakan bumi jawa dan kau memakan buah jawa.&lt;br /&gt;sekali kau makan sesuiatu dari jawa dan kau melupakan jawa, jangan harap kebahagiaan ditanah lain akan kau dapat. karena sekali kau menghina jawa yang telah melahirkan jawa akan mengayomi jawa.&lt;br /&gt;BUKANKAH KAU HANYA SEDIKIT DARI BAGIAN JAWA YANG BEGITU LUAS?&lt;br /&gt;manusia hanya sedikit dari bagian jawa. kecil sekali? maka siapa yang akan dilihat oleh sang pencipta?&lt;br /&gt;pasti jawa, apalah artinya manusia jika dibandingkan dengan jawa?&lt;br /&gt;Ibarat tubuh renta jawa adalah dari kepala hingga ujung kaki sedang manusia adalah sel-sel atau makhluk-makhluk kecil yang menempel pada Tubuh jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pojokan kampus net, 31 Maret 2008&lt;br /&gt;sembah sungkem katur para leluhur tanah jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Didin Riswanto,HdNr.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-4272208277491292590?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/4272208277491292590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=4272208277491292590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4272208277491292590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/4272208277491292590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/oh-jawaku.html' title='Oh JaWaku'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_BGNoqhlmI/AAAAAAAAAA8/I7PBv5Bstgk/s72-c/Picture+014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-1236833308864484310</id><published>2008-03-27T12:58:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T13:32:06.129-07:00</updated><title type='text'>IsLaM dan JawA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;melanjutkan&lt;span style="font-size:100%;"&gt; posting yang sebelumnya saya masih tertarikuntuk mengutarakan dan berbicara tentang islam dan budaya jawa. Lagi-lagi saya tidakberkata indonesia karena dalampandangan saya indonesia masih terlalu sempit bagi jawa,ibarat wadah jawa adalah samudera sedang indonesia hanya selat-selat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. sebagai orang jawa maka pola pikir saya adalah pola pikir jawa dan sebodohapapun orang jawa dia akan berpikir dua kali jika harus meninggalkan jawa. karena jawa adalah tempat bergantungnya nyawa, dan negeri dengan pusat pusaran energi yang sangat besar. maaf saya sekali lagi mohon maaf bagi saudara saya yang mengatakan bahwa pusat energi dunia adalah mekah,benar memang tapi bagi saya jawa  juga pusaran energi yang sabegitu besarnya, sehingga jawa adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;center of the world. &lt;/span&gt;maka jika jawa sudah menjadi pusat dunia kita yang tinggal dijawa bersiaplah untuk memimpin dunia. wis to delengen mengko 2050 ketika energi sudah habis maka jawalah yang akan mampu memperoleh energi dari sumber dialam jawa. tentu saja jika mulai sekarang kita sadar bahwa apa saja yangmesti kita siapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. orang jawa adalah manusia aneh yang berbudaya tinggi tapi tidak menyadari ketinggian budayanya. kenapa? karena orang jawa saya katakan sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jeleh &lt;/span&gt;dengan kejawennya, sedangkan bangsa barat baru mau belajar bagaimanakah kejawennya orang jawa? ini yang sebenarnya menjadi PR bagi kita semua,kenapa kita lepas begitu saja jawa kita dan kita meniru kebudayaan orang lain yang belum tentu benar diterapkan dijawa dan kalaupun sudah benar apa itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pener &lt;/span&gt;bisa saja budaya yang kita contoh dari luar itu bener cuma apakah itu pener bagi orang jawa, sesuatu yang benar belum tentu pas bagi yang menjalankanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. menurut sebuah kabar yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;awang-uwung&lt;/span&gt; orang jawa adalah keturunan ke 6 nabi Adam, jadi bangsa yahudi pada giliranya juga merupakan keturunan orang jawa. ada cerita tantang nabi nuh dengan perahunya. bahwa perahu Nuh itu dibuat dari kayu dan kayunya adalah kayu keras yang setelah ditelusuri adalah kayu jati. dan dimana tempat terdapat kayu jati adalah di jawa. karen jati adanya hanya di jawa. jadi saat itu jawa masih menyatu dengan dataran arab belum terpisah oleh lautan. ingat pula saat kaum Nuh berada di perahu. sudah lumrah bagi manusia jika pergi lama pasti merindukan apa yang khas dari tempat asal mereka seperti halnya makanan. wis to jajalen wong nek wis kulino mangan sega setelah jarak beberapa waktu jika makanannya bukan sego toh mereka kengan juga dengan sego. umat nabi Nuh juga demikian mereka ingin makan dan ingat makanan sejenis kacang, mentimun dan sayuran lain yang setelah diteliti itu hanya ada dijawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga harus mengingat ketika ada nabi yang jengkel dengan Umatnya lantas mengutuk merubah umatnya menjadi kera atau monyet dan jelas-jelas monyet itu adanya hanya di Indonesia dan dataran afrika. maka jangan khuatir bahwa jawa bukan tempatnya nabi-nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu beberapa hal yang ingin saya utarakan pada pembaca bahwa manusia jawa islam adalah manusia pilihan dimuka bumi dan harus siap memimpin dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-1236833308864484310?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/1236833308864484310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=1236833308864484310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1236833308864484310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/1236833308864484310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/islam-dan-jawa.html' title='IsLaM dan JawA'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-603493939259699617</id><published>2008-03-26T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T22:22:34.264-07:00</updated><title type='text'>Masjid Ku Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R-su4YqhlkI/AAAAAAAAAAs/3uFgqPYgZk0/s1600-h/IMG_0044.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R-su4YqhlkI/AAAAAAAAAAs/3uFgqPYgZk0/s320/IMG_0044.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182287342448252482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berapa lama ga posting....!!!&lt;br /&gt;yaaa hati lebih damai.....&lt;br /&gt;ada beberapa titik yang ingin saya utarakan sebagai orang jawa, dan yang harus njawani.&lt;br /&gt;1. saya dilahirkan sebagai jawa, dan saya islam karena orang tua islam dan kini diusia yang menginjak 27 tepatnya 26+2 hari. kemaren baru ulang tahun saya. dan harus saya akui bahwa sekarang saya lebih mengenal Islam dan begaimana saya mesti bersikap sebagai orang islam.&lt;br /&gt;2. sebagai orang islam saya harus bisa menjalankan syariat islam dengan benar dan tepat, dalam bahasa lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bener tur yo pener.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bagaimanakah saya harus bersikap sebagai isalam dan sebagai jawa yang tentu dua sisi yang berbeda tetapi ada dalam satu jiwa saya,saya tak ingin dan tak akan pernah ingin untuk melakukan pemisahan antara keduanya, karena keduanya bagi saya seperti kanan dan kiri yang memberi arah pada setiap langkah kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahasan&lt;br /&gt;1. Jawa dan Islam&lt;br /&gt;  secara kebetulan oh bukan kebetulan tapi beberapa orang menganggap ini sebagai sebuah kebetulan padahal bukan kebetulan kalu saya memang dilahirkan ditanah jawa. tentu Allah sudah menentukan dimana saya harus lahir dan dimana saya harus makan dan dimana saya harus belajar meneganal Nya sebagai sebuah entitas yang harus saya kenal dalam menjalani keimanan saya dan menaiki tahap dalam sebuah tingkatan religiusitas. saya dilahirkan ditanah jawa. sebuah negeri yang oleh Allah diciptakan kaya raya subur makmur dan melimpah damai sejahtera. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;subur makmur&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gemah ripah low jinawi kerta raharjo.) &lt;/span&gt;andai saja negeri ini tidaklah dijarah rayah oleh penjajah tentu sekarang ini Jawa dan sekitarnya sudah berapa setingkat lebih tinggi dari kayangan suralaya yang dikisahkan oleh para dalang. oleh karena didikan ditanah jawa ini saya tercipta menjadi saya yang cinta dengan jawa( tentu saja masih dalam koridor mencintai Nya) saya sangat mencintai budaya jawa sehingga saya ketika mendapat didikan eropa dan budaya barat lainya lebih memilih dibilang tidak gaul dan ketinggalan jaman (yang menurut segolongan orang seusia saya westernisasi dianggap lebih maju walau dalam beberapa sisi memang demikian namun dalam sisi lain juga memang tidak lebih baik dari jawa saya), sbegai analogi adalah saya lebih mencintai campursari, klenengan, gamelan dan geguritan ketimbang jazz, RnB rock dll. itu membuat saya dibilang jadul dan ndesani serta tidak modern. lantas apakah medern diukur dengan itu???&lt;br /&gt;  saatnya saya harus berfikir bagaimana saya mencintai jawa dan lgu-lagunya, makanya ketika saya harus mencintai Allah dengan jawa saya saya lebih bisa enjoy dan betul-betul merasakan nikmatnya enjoy bermesraan dengan Allah dengan jalan ala jawa saya. ketika saya sholawatan dengan jawa saya saya lebih bisa mengenal Rasulullah ketimbang ketika saya sholawatan dengan  bahasa arab. saat saya bisa enjoy kenapa saya harus diprotes ketika saya dengan jawa saya juga mencintai Allah. jika lagu qasidah saya kurang suka walau ada beberapa yang saya suka, apakah itu dosa dan salah dan apa bedanya? karena yang arab belum tentu islam, saya yakin jika nabi dilahirkan di jawa tentu beliau akan mencintai jawa. dan jangan keimanan seseorang diukurv dengan faseh tidaknya berbahasa arab atau mahir tidaknya ber Arab ria, tapi bagaimana manifestasi dari keislaman yang ditunjukan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih religius. saya jawa tapi saya islam dengan jawa saya. sepakat atau tidak sepakat terserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 saya harus bisa menjalankan item satu pada sisi dan pada tempat yang pas kapan saya harus jawa dan kapan saya harus islam dan saya tidak mau lantas menjadi islam yang kemudian lupa dengan jawanya. boleh saya berpakaian dengan ala orang timur tengah dalam ber ISlam namuan saya yakin bahwa Allah itu bukan juri lomba fashion show atau juri lomba mpdeling yang membuat saya harus berbaik pakaian ketika saya menghadapnya.  sepanjang saya menempatkan nasi pada ajang, baik itu ajang bathok, piring, pincuk, atau bahkan manngkok sepanjang tidak saya tempatkan pada loyang yang sedemikian luas sehingga nasi jadi tampak sedikit toh tidak berdosa? jadi saya mohon maaf jika saya dianggap kurang islam ketika saya harus mengenakan kaos oblong warna hitam ketika sholat dan saya menggunakan bahasa jawa ketika saya sholawatan. bukanya saya nggak mau atau malas atau tidak punya baju koko (atau baju taqwa)heran kadang saya dengan istilah baju taqwa apakah taqwa dianggap bisa diukur dengan baju, jadi saya pikir saya sudah benar ketika saya sebagai jawa tidak berfikir saya hebat ketika saya mengenakan bju koko dari pada saya mengenakan koko tapi saya tidak hebat, atau tidak menjadi hebat. analoginya seperti ini, saya toh tetap saya jika saya makan telo atau nasi dengan lauk ayam goreng, apakah saya akan menjadi londo atau orang barat yang hebat ketika saya makan kentang dengan fried chicken KFC atau pizza? walau saya makan pizza saya tetap saya yang jawa. wis to dengan jawa ini toh kita bisa sama hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. saya jawa dan islam. saya hanya ingin berusaha bagaimana saya harus dalam jawa saya menjadi islam. dan saya berusaha mengislamkan jawa saya dan tidak akan berusaha menjawakan islam saya karena jika saya jawakan islam saya saya menjadi orang yang akan membuat pizza menjadi nasi dengan lauk pauk ayam goreng, emooh aku...!!!&lt;br /&gt;dalam kejawaan saya saya bersikap sebagai orang islam, saya tidak peduli saya ini merah, putih, kuning, abu-abu, yang penting saya islam. walau kita tau bahwa nabi menyukai warna putih dan hijau itu lebih disebabkan karena warna putih lebih menentang cahaya panas dan lebih mudah kering, serta melambangkan kesucian karena ketika kotor mudah terlihat, dan bisa segera dicuci, sedang warna hijau lebih menyejukan mata karena pigmen yang dibuat oleh allah warna hijau menjadi warna dedaunan yang melambangkan kesuburan dan kenikmatan saat memandangnya. serta hijau mengandung energi santai, relaxs, serta ketenangan. (tanpa saya mau mengunggulkan golongan yang menngunakan simbol warna hijau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan saya saya akan tetap jawa dan saya islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kampus net 27 Maret 2008&lt;br /&gt;kamis wage.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sungkem dumateng sesepuh masjid At TAqwa pandana merdeka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-603493939259699617?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/603493939259699617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=603493939259699617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/603493939259699617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/603493939259699617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/masjid-ku-hari-ini.html' title='Masjid Ku Hari Ini'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R-su4YqhlkI/AAAAAAAAAAs/3uFgqPYgZk0/s72-c/IMG_0044.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-5872059675488328089</id><published>2008-03-11T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T23:13:01.270-07:00</updated><title type='text'>Tentang TPQ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9d0MQsLp4I/AAAAAAAAAAc/ROaEPQP9xHU/s1600-h/IMAG4028.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9d0MQsLp4I/AAAAAAAAAAc/ROaEPQP9xHU/s320/IMAG4028.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176734050673207170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;saya sebenarny sudah pengin menulis pendapat saya tentang TPQ. dalam sudut pandang saya sebagai orang dalam masjid yang lama bergaul dengan orang-orang yang mengerti (bahkan lebih mengerti) tentang TPQ nurul Iman apa dan bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya membaca profile TPQ dan mendengar serta mengikuti hampir 6 tahun perjalanan TPQ. dan saya tahu betul siapa dan apa pendapatnya. dalah tulisan ini saya ingin bertukar pendapat dengan pembaca yang budiman tentang pendapat anda. demi kemajuan TPQ (walaupun sayan dan anda tentunya adalah orang luar (saya yakin itu mengingat beberapa orang yang bisa membuka karya ini tentunya adalah capabilitasnya diakui dan kapabilitas dari orang-orang dalam tentu belum bisa membuka tulisan ini, maaf bagi yang merasa tersinggung.. tabayun donggg) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TPQ nurul iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;adalah TPQ yang berkembang pesat setidaknya sampai pada tahun 2006 dimana saudara saya samsuri adnant memimpin sebagai kepalanya. dan saya pikir itulah kemajuan tertinggi dan puncak dari kejayaan TPQ nurul iman (anda Boleh sependapat boleh juga punya pendapat lain)&lt;br /&gt;dilihat dari sisi kualitas maupun kuantitas murid walau secara fisik bangunan belum ada. namun keberadaanya sangat diakui masyarakat. (anda boleh membandingkanya secara sehat keadaanya dengan sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPQ Ini berkiblat pada Qiroati dan syarat sebagai kepala dan pengajar tentu juga harus memiliki ijazah dan persaksian (dalam bahasa saya) dari pihak qiroati, menilik sah tidaknya dan berkemampuan tidaknya mengajar diliat dari kepemilikan sahadah dan test tentunya.&lt;br /&gt;selanjutnya TPQ ini dalam merekrut pengajar tentu dengan adanya seleksi bukan serampangan (seperti sekarang yang hanya kedekatan secara emosional saja yang menjadi parameter) waahhhh parah benerrr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apologi saya terhadap Kepemimpinan dan manajemen ala Samsuri adalah kemampuanya memanaj dengan baik sehingga pihak lain sangat segan karena kepercayaan yang tinggi kepadanya sekarang...? (weeeeeeeee.... maaf kepada beberapa pihak yang sengaja saya tidak menulisnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya harus mengelus dada kepada pihak-pihak yang sengaja mengeluarkan beberapa pengajar TPQ yang sebenarnya memiliki kemampuan diatas rata-rata....           dan saya juga merasa berdosa karena saya hanya bisa diam dan melawan dari belakang. (saya memang pengecut) atau tepatnya pendapat saya apa sih artinya......?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU IKI SOPO............&lt;br /&gt;ISOMU IKI OPOOOO...&lt;br /&gt;NGOCOOOOO.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih tepatnya munkin seperti itu. bukan saya mengecilkan kepala TPQ yang sekarang (smua sudah taulah kapabilitas dan sistem manajerialnya seperti apa) lebih kepada cara-cara manajemen tradisional, dan kalau menilik lebih kepada cara-cara khalifah usman bin affan. heheheheheh......... maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih kacau lagi adalah setiap bulan terjadi limit keuangan, bukan rahasia lagi....&lt;br /&gt;manajemen satu pintu yang diterapkan sangat bagus untuk mengontrol tapi tidak bijak untuk sistem khalifah seperti usman bin affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau saya boleh berpendapat dari sisi subyektif saya tentang kepala TPQ sekarang:&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya akui dia pandai dalam beberapa sisi (tidak usah digembar-gemborkan kepandaian orang pasti terlihat juga)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lebih pantas dia diangkat sebagai guru pengajar. karena dia bukan warga pandana, dan bukan orang yang bermukim lama dipandana, dan tidak/belum mengerti TPQ Nurul Iman secara kompleks, dan  yang sangat rawan adalah karena dia adik dari Takmir jadi timbulnya fitnah sangat dimungkinkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;disingkirkanya pengajar yang memiliki kemampuan dengan alasan limit keuangan sangat btidak rasional dan MENUNJUKAN SIAPA WAJAH KEPALA TPQ dan diangkatnya pengajar baru yang merupakan keluarga dekat dari kepala TPQ sangat menimbulkan fitnah, karena tidak ada seleksi normal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sistem keuangan yang tertutup dan tidak terbuka seperti yang dilakukan takmir sangat rawan penggelembungan gaji kepala TPQ dan beberapa pihak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak mau berpartisipasinya kepala TPQ semakin menunjukan kepada saya tentang siapa kepala TPQ dan bagaimana kemampuan manajerial&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;SEMOGA TULISAN INI BUKAN HANYA SEBAGAI FITNAH KHASANAH TETAPI SEBAGI CAMBUK KEPADA BEBERAPA WARGA PANDANA YANG TIDAK BERANI ATAU BELUM BERANI UNTUK BERPENDAPAT DAN MENGKRITIK TPQ JALANYA ORGANISASI ISLAM DIPANDANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   DIAMnya beberapa tokoh pandana hanya karena sungkan kepada takmir tentu menjadi penilaian saya tersendiri tentang ketakmiran, (SEMOGA TULISAN INI BENAR-BENAR MENJADI KRITIK BESAR) dan keberadaan masyarakat vokal menjadi pertimbangan positif&lt;br /&gt;bagi kemajuan pendidikan anak-anak pandana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendapat tokoh yang pernah terlibat aktif dan lama di TPQ semakin membuka mata saya bagaimana TPQ kedepan jika tidak mau BERUBAH DAN SEPERTI INI....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI KITA MELIHAT DARI SISI INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAM BUKAN TAKUT ATAU TAK TAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI LEBIH MENGHARGAI KETERBUKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari bawah pojok amerika&lt;br /&gt;attaqwapandana@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-5872059675488328089?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/5872059675488328089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=5872059675488328089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5872059675488328089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5872059675488328089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/tentang-tpq.html' title='Tentang TPQ'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9d0MQsLp4I/AAAAAAAAAAc/ROaEPQP9xHU/s72-c/IMAG4028.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-5336918985504916453</id><published>2008-03-11T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T22:24:49.880-07:00</updated><title type='text'>Masjid Pandana Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9donwsLp3I/AAAAAAAAAAU/2WLSU06TBIo/s1600-h/Picture+014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9donwsLp3I/AAAAAAAAAAU/2WLSU06TBIo/s320/Picture+014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176721328980076402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;masjid at taqwa pandana hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah&lt;br /&gt;alhamdulillah&lt;br /&gt;allahu akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembaca yang budiman...&lt;br /&gt;masjid at taqwa hari ini masih tetap seperti yang biasanya adem, ayem.&lt;br /&gt;semua tak lain hanya karena ridho dari Allah SWT.&lt;br /&gt;dan ikhtiar dari semua elemen masyarakat islam, khususnya warga pandana merdeka ngaliyan semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa hal yang akan menjadi starpoin untuk diberitakan hari ini, yang menurut saya akan menjadi sebuah kritik dalam rangka membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khoiruummah &lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajemen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Remaja perhatian terhadap remaja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kebersamaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;demokrasi/ musyawarah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. manajemen  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;termanajenya dengan baik sebuah masjid (AT Taqwa Pandana merdeka) akan menjadikan masjid ini besar bukan hanya secara fisik yang besar tetapi juga kemauan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ghirah&lt;/span&gt; masyarakat beribadah dan menghidupkan masjid. dalam menajemen tentu bukan hanya masalah uang bjamaah saja yang menjadi perhatian tetapi setiap detail dari unsur yang membangun masjid harus terinventarisir dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. perhatian terhadap remaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;disini saya melihat bahwa warga pandana khususnya remaja kurang mendapat perhatian maksimal dari elemen takmir (entah apa duduk persoalanya, apakah karena anak-anak pimpinan sing mbahuirekso pandana juga kurang aktif?) apa karena remajanya yang memang kurang bisa menerima perhatian dari orang-orang tua?. bukan berapologi beberapa tahun yang lalu(sekitar 2001-2005) remaja sangat aktif dengan berbagai kegiatan. tetapi setelah beberapa remaja yang notabene adalah pentolan dari remaja( baik itu karang taruna ataupun IRMA) mau mengorbankan diri dan waktu untuk remaja. namun setelah semua sibuk dan berhasil sndiri-sendiri maka mereka seakan meninggalkan remaja. yang ingin menjadi catatan saya adalah  tidak adanya regenaerasi tang signifikan. bahkan beberapa program kegiatan hanya terkesan sebagai ajang piknik atau hura-hura saja. (tapi lumayan lah...) bukan maksud menilai remaja negatif tapi rata-rata remaja pandana kuper lingkungan (maaf) bahkan karang taruna hanya berjalan dibeberapa RT. dilingkungan perumahan (tingkat RW) remaja (maaf, terutama cewek) hanya ada tiga orang saja itupun hanya dari satu RT.  bagaimana meningkatkan peran serta remaja dalam setiap event dan kegiatan (selain agustusan dan halal bihalal)?&lt;br /&gt;tugas bersama agar remaja bisa meningkat secara  geniusitasnya juga spiritualitasnya meningkat. bukan hanya  remaja putra tapi juga remaja putri.  upaya menggali  kemampuan remaja sebenarnya mudah andai saja sudah ada  yang meu menjadi pelopor.  dari tiap RT sebenarnya bisa mengambil satu orang yang mau menjadi pelopor dan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nopyaki &lt;/span&gt;teman satu RT agar ikut kegiatan RW, misalnya saja latihan memasak dengan menghadirkan salah seorang warga yang jago masak (tentu bagi putri tapi putra juga ga menutup perasn sertanya, atau  remaja putra (dalam hal ini remaja pitra mampu bersama dalam event olahraga football) nah ini yang harus menjadi motor remaja sebenarnya sudah bisa digali. yang sifatnya lebih bisa menaytukan semua elemen remaja sebenarnya pelatihan ketrampilan seperti:, pelatihan jurnalistik, pelatihan penulisan (cerpen, puisi, surat, teenlith, chicklit) atau bahkan latihan teater atau drama.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wis to jajalo.....!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;3 kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warga pandana sebenarnya warga yang berfikiran maju, dan juga memiliki rasa ukhuwah dan kebersamaan yang baik. namun karena adanya beberapa fihak yang menguasai dan dikuasai jadi mengakibatkan seseuatu hal yang laiknya api dalam sekam. bukan rahasia lagi bahwa segelintir orang menjadi sangat fanatik dan kurang toleran dengan pihak lain yang sebenarnya menurut saya itu sebenarnya adalah salah satu parameter indikator majunya keberagamaan warga pandana, sekali lagi tingginya relijiusitas warga pandana merdeka. sebagai contoh adalah perseteruan (yang memang terjadi dimana-mana) antara pihak NU dan Muhammadiyah. wis to jajal liat. ini sebanarnya adalah satu persaingan untuk mencintai Allah. hanya perbedaan cara saja. (cara tiap orang saja beda apalagi cara orgamnisasi) tapi mbok yao perbedaan itu ga busah lah menjadi alasan beberapa fihak menjadi seperti bermusuhan yang akibatnya adalah terhadap pola pikir jamaah. wong sing ngaku wong NU wae jarang nang mesjid, wong sing ngaku Muhammadiyan yo ga tau ketok nang mesjid sing ketok cuma orang yang dipandang memang sudah matang secara keberagamaannya. jamaah yang lain mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. musyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;musyawarah dalam umat islam sangat menjadi penentu kemajuan Organisasi dan menjadi keputusan dalam setiap manajerial dari sebuah mesjid sekalipun. dalam beberapa pertimbangan pemimpin masjid bukan pada prinsip musyawarah tetapi lebih pada pandangan beberapa kyai saja. padahal rosulullah meminta pertimbangan jamaahnya dalam menentukan pilihan. namaun sebagai sebuah kasus masjid at taqwa melimpahkan jabatan kepala TPQ yang notabene adalah lembaga Independen kepada seseorang yang diambil secara sepihak. sebagai orang dalam saya mengerti betul seluk beluk itu, walau dalam beberapa pertimbangan saya lebih suka membodohkan diri dan mengambil sikap diam dan pura-pura nggak teong....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam menanggapi berbagai persoalan pertimbangan pra kasus sebenarnya harus dijadikan point awal bukan pasca kasus. atau lebih mudahnya sepeti ini, pertimbangan sesuatu hal sebelum sebuah kasus terjadi harus dimusyawarahkan untuk njagani agar jangan sampai kasus terjadi bukan setelah ada kasus baru diperbaiki. nah yang bagus adalah sekarang sudah mulai pola pra kasus langsung dimusyawarahkan goodluck untuk para jajaran pemuka Pandana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu saja dulu salam damai untuk&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;warga NU&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga Muhammadiyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga LDII&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga abangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga Nasrani&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga hindu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warga yang lain&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;semua adalah makhluk kreasi Allah yang wajib saya cintai, bukan saya musuhi. menjadi terlalu kerdil jika kita kesorga lantas tetangga kita saudara kita warga kita tersesat kejalan lain, atau bahkan kita sesatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya bukan orang suci dan saya juga tidak semuci, saya bukan orang sakti atau semakti, bukankah merasa kotor itu lebih baik daripada merasa bersih, dan merasa bodoh itu lebih pintar daripada merasa pintar...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wis to sing rukun&lt;br /&gt;dan  ga usah takut berargumen, karena ketakutan hanya untuk Allah semata. hilangkan keangkuhan dan keakuan .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sebagai warga pandana akan lebih mencintai pandana (sebagai wasilah mencintai yang membuat pandana dan isinya (ALLAH SWT).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pojokan kamar masjid,&lt;br /&gt;12 Maret 2008&lt;br /&gt;M.Didin Riswanto HdNr&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-5336918985504916453?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/5336918985504916453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=5336918985504916453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5336918985504916453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/5336918985504916453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/masjid-pandana-hari-ini.html' title='Masjid Pandana Hari Ini'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R9donwsLp3I/AAAAAAAAAAU/2WLSU06TBIo/s72-c/Picture+014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2732680098131265886.post-2886765009851041634</id><published>2008-03-03T13:04:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T13:20:16.656-08:00</updated><title type='text'>sejarah masjid At Taqwa Pandana Merdeka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R8xqyqK7hHI/AAAAAAAAAAM/iK9QI0e7zYw/s1600-h/2R+%283%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R8xqyqK7hHI/AAAAAAAAAAM/iK9QI0e7zYw/s320/2R+%283%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173627490487993458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu'alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah&lt;br /&gt;alhamdulillah&lt;br /&gt;Allahu akbar&lt;br /&gt;laaillahaillallah&lt;br /&gt;muhammadarrasuulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAsjid At Taqwa merupakan tempat beribadah umat Islam yang terletak disebuah perumahan kelas menengah di Perumahan PAndana Merdeka Ngaliyan Semarang.masuk wilayah kelurahan beringin, dan lingkunganRW III. berdiri sejak perumahan mulai ramai dan dipadati penduduk.masjid ini direnovasi semenjak tahun 2000 dengan swadaya masyarakat akhirnya masjid diresmikan oleh Gubernur Jawa tengah H MArdiyanto pada 22 April 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekarang ini dana yang diergunaka guna membangun sebuah mesjid yang bisa menampung 1000 jamaah ini adalah kurang lebih 1 milyard. jumlah yang sangat besar tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu dulu kiranya posting dari saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbahe mesjid pandana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2732680098131265886-2886765009851041634?l=attaqwapandana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/feeds/2886765009851041634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2732680098131265886&amp;postID=2886765009851041634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2886765009851041634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2732680098131265886/posts/default/2886765009851041634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaqwapandana.blogspot.com/2008/03/sejarah-masjid-at-taqwa-pandana-merdeka.html' title='sejarah masjid At Taqwa Pandana Merdeka'/><author><name>SuWuNG NaNa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782340588045133653</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R_01E4S0uFI/AAAAAAAAABg/SLY-dLPSLME/S220/2R+(3).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_D4J2hD_SRhI/R8xqyqK7hHI/AAAAAAAAAAM/iK9QI0e7zYw/s72-c/2R+%283%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
